Terpopuler! Bukan Pelecehan, Irma Hutabarat Ungkap Opini Kondisi Tak Karuan Putri Candrawathi karena Narkoba?

Terpopuler! Bukan Pelecehan, Irma Hutabarat Ungkap Opini Kondisi Tak Karuan Putri Candrawathi karena Narkoba?
Terpopuler! Bukan Pelecehan, Irma Hutabarat Ungkap Opini Kondisi Tak Karuan Putri Candrawathi karena Narkoba?

AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah menjalani sidang vonis pada Senin (13/2/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan vonis mati untuk Ferdy Sambo sedangkan istrinya diganjar hukuman 20 tahun penjara.

Vonis ini jauh lebih berat dari tuntutan JPU yang menuntut Ferdy Sambo dengan penjara seumur hidup dan delapan tahun penjara bagi Putri Candrawathi.

Terkait vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini, aktivis sekaligus Ketua Komunitas Civil Society Indonesia Irma Hutabarat mengungkapkan sebuah hal mengejutkan.

Baca Juga: Terbaru! Ferdy Sambo Jadi Terpidana Mati, Trisha Eungelica Unggah Pesan Ini di TikTok

Menurutnya, masih ada rahasia besar yang belum terkuak di balik kasus pembunuhan Brigadir J.

Irma Hutabarat bahkan mengungkapkan sebuah opini yang menyebut bahwa kondisi Putri Candrawathi saat ditemukan tak karuan bukan karena pelecehan melainkan karena ia memakai narkoba.

Hal ini disampaikan Irma Hutabarat di YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG yang dikutip ayojakarta.com pada Rabu (15/2/2023).

"Bahkan ada yang memberikan opini ketika PC itu ditemukan dalam keadaan ngga karu-karuan, itu bukan karena perkosaan, itu karena dia habis memakai narkoba," ujar Irma Hutabarat.

Jadi seolah pernyataan soal Putri Candrawathi diperkosa adalah untuk menutupinya dari kasus penggunaan narkoba.

Baca Juga: Belum Puas, Kamaruddin Simanjuntak Minta Brigadir J Jadi Pahlawan Kepolisian hingga Museum Rumah Ferdy Sambo

Diketahui juga bahwa Putri Candrawathi menolak untuk divisum yang tentunya ini menjadi sebuah tanda tanya besar.

Ketika hal itu terjadi, maka tidak ada lagi bukti kuat yang dapat membenarkan pernyataan bahwa Putri Candrawathi mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan.

"Yang menjadikannya menjadi dingin, kemudian tidak ada alasan, sakit juga nggak, dibilang ke dokter nggak, disuruh visum nggak, karena akan ketahuan kalau divisum," tutur Irma Hutabarat.

Seorang istri dari Ferdy Sambo yang merupakan mantan pemimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih.

Satgasus ini merupakan suatu jabatan non-struktural di kepolisian yang berwenang untuk melakukan penyelidikan sejumlah perkara.

Baca Juga: Terpopuler! CEK FAKTA: Menolak Vonis Hukuman Mati, Ferdy Sambo Ngamuk hingga Aparat Bertindak Tegas, Benarkah?

Dalam live streamingnya, Irma Hutabarat mengatakan bahwa Satgasus Merah Putih ini juga menyelidiki kasus narkotika sehingga Ferdy Sambo dan anggotanya dapat dengan mudah memiliki akses untuk mendapatkan barang haram tersebut.

"Satgasus Merah Putih ini membawahi narkotik juga, begitu banyak perwira polisi yang mendapat akses semua macam narkotik," jelas Irma Hutabarat.

Irma Hutabarat menilai hal ini bukan hal yang luar biasa, wajar saja apabila Putri Candrawathi yang merupakan istri jenderal dapat memakai narkoba.

"Jadi bukan hal yang luar biasa, ketika seorang nyonya jenderal bersama jenderal atau bersama teman-temannya dan bahkan ajudannya juga bisa menggunakan narkoba itu biasa sekali," pungkas Irma Hutabarat.

"Dari mulai Polsek sampai ke Mabes itu terkenal sebagai gudang narkoba," sambungnya.

Baca Juga: Maju Tak Gentar demi Banding! Kuasa Hukum Ricky Rizal: Jangankan 13 Tahun, Satu Haripun Banding!

Sehingga dengan digencarkannya motif pelecehan seksual bahkan pemerkosaan dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dinilai sebagai pengalihan motif.

Menurut Irma Hutabarat justru ini motifnya merupakan suatu pembungkaman karena seolah ada rahasia besar di balik kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

"Itu pengalihan motif. Motif yang sebetulnya adalah pembungkaman, ada rahasia besar," tutur Irma Hutabarat.

Tak hanya itu, ia juga menilai kasus ini bukan berfokus pada urusan ajudan Ferdy Sambo melainkan terhadap Satgasus Merah Putih tadi.

"Ini lebih kepada satgasus bukan urusan ajudan, nah itu yang tidak dikembangkan oleh jaksa," ujar Irma Hutabarat.

Baca Juga: Sorak Sorai Ruang Sidang Ferdy Sambo Divonis Mati, Asep Iwan Ingatkan Soal RKUHP Baru: Jangan Senang Dulu!

Ketika proses penyelidikan perkara kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini memakan waktu yang cukup lama bahkan dinilai membahas persoalan yang tidak penting.

Alih-alih menyebut motifnya berubah menjadi sebuah perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan ajudan Ferdy Sambo yakni Brigadir Yosua, Irma Hutabarat menilai ada sesuatu yang lebih besar yang belum terungkap.

Iamenyarankan agar dilakukan pemeriksaan narkoba kepada Putri Candrawathi, Ferdy Sambo beserta seluruh ajudannya.

"Dari bulan Juli sampai ganti tahun, tetap membicarakan soal yang tidak penting, pelecehan perkosaan yang akhirnya tiba-tiba seenaknya saja oleh JPU dialihkan menjadi perselingkuhan," jelas Irma Hutabarat.

"Kalau inang bilang sih, ada sesuatu yang lebih besar, makanya harus diperiksa rambutnya PC, rambutnya semua ajudannya, ada ngga bekas-bekas narkoba di sana?" sambungnya.

Baca Juga: Ekspresi Datar dan Dingin Jadi Sorotan, Putri Candrawathi Bahkan Tak Menangis Usai Divonis 20 Tahun Penjara!

Irma Hutabarat menduga bahwa Putri Candrawathi memakai narkoba, ditambah lagi dengan faktanya ia tidak mau melakukan visum.

"Tapi kan kelihatannya kalau kaya gitu kan terus-terusan, bisa sakau juga, PC bisa jadi 'Putri Candu' kalau memang dia ketahuan pakai narkoba," tutur Irma Hutabarat.

Padahal melakukan visum merupakan suatu prosedur yang umum dilakukan ketika seseorang mengalami pelecehan seksual dan ini akan menjadi bukti.

Baca Juga: Dianggap Santai Pasca Vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Trisha Eungelica Kena Sentil Netizen

Jadi seolah tidak mau ketahuan bahwa Putri Candrawathi memakai narkoba sehingga Irma Hutabarat menyebutnya sebagai 'Putri Candu'.

"Sebetulnya itu, hal yang bukan luar biasa, harusnya itu menjadi prosedur aja standar," ujar Irma Hutabarat.

"Kenapa ngga mau visum? karena kalau diperiksa dokter malu dia, ternyata tidak ada lecet, tidak ada perkosaan yang ada mungkin dia overdosis," sambungnya.

Artikel ini telah tayang di ayojakarta.com dengan judul Putri Candrawathi Gunakan Narkoba? Irma Hutabarat: Tak Mau Visum, Dia Takut Disebut Putri Candu.***(AyoJakarta.com/Desta Nurwati Siamyah)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Satuan Tugas Khusus
# Satgasus
# Mabes
# Polsek
# 20 tahun penjara
# Brigadir Yosua
# Putri Candrawathi
# penjara seumur hidup
# Irma Hutabarat
# Opini
# Brigadir J
# JPU
# Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
# Ferdy Sambo
# vonis mati
# PC
# pembunuhan
# terpopuler
# Merah Putih
# pelecehan
# narkoba

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.