AYOJAKARTA.COM - Senin, 13 Februari 2023 merupakan sidang vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Ketua Majelis Hakim telah resmi memutuskan Ferdy Sambo divonis mati atas tindak pidananya dalam pembunuhan berencana Brigadir Yosua.
Namun bagaimana perjalanan karir Ferdy Sambo yang dulunya seorang Kadiv Propam Polri dan kini harus divonis mati?.
Baca Juga: Detik-Detik Ferdy Sambo Dijatuhi Hukuman Mati, Hakim Minta Terdakwa Berdiri Mendengarkan Vonis!
Berikut ulasannya yang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Wartawan Lurus pada Senin, 13 Februari 2023.
Suami Putri Candrawathi lahir pada 9 Februari 1973 di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang berada pada 100 km di utara kota Ujung Pandang.
Kemudian ia memulai sekolah pada usia enam tahun di SD Khatolik Mamajang Ujung Pandang pada 1979, dan masuk SMP Negeri 6 Ujung Pandang.
Baca Juga: Jangan Senang Dulu! Pakar Ungkap Vonis Mati Ferdy Sambo Bisa Berubah, Alasannya Tercantum Pada RKUHP
Pada saat SMP ia bertemu Putri Candrawathi yang merupakan anak Jenderal TNI dan menjadi cinta pertamanya.
Setelah lulus SMP, mereka melanjutkan sekolah di Ujung Pandang kala itu bernama SMA N 1 Ujung Pandang pada 1988-991 yanh kini diaebut Smansa Makassar.
Usai lulus dari SMA, keduanya melanjutkan pendidikannya masing-masing, Putri Candrawathi sekolah di Kedokteran Gigi, sedangkan Sambo melanjutkan sebagai Polisi.
Baca Juga: Tidak Ada Hal yang Meringankan, Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati oleh Hakim Wahyu
Pada 1994, eks Kadiv Propam Polri ini lulus dari Akpol, dengan tugas pertamanya yakni sebagai Perwia Pamapta di Polres Metro Jakarta Timur pada 1995.
Tak butuh waktu lama, ia pun mendapat kesempatan menjabat sebagai Kanit Buser Jaktim para 1996 dengan tugasnya ialah memburu para bandit di wilayah Jakarta Timur.
Pada 1997-1999, Sambo sempat dipindah tugaskan sebagai Kanit Rasintel Polsek Metro Pasar Rebo, dan Polsek Metro Cakung.
Baca Juga: Ferdy Sambo Divonis Mati atas Pembunuhan Brigadir J, Hakim Sebut Hal yang Memberatkan Dirinya
Karirnya semakin naik berkat prestasinya sehingga mendapat jabatan Wakapolsek Metro Matraman pada 1999, kemudian menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur 1999 hingga 2001.
Ketika menjadi Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Sambo melangsungkan hubungannya ke jenjang serius dengan Putri Candrawathi. Dalam pernikhannya, ia dikaruniai tiga orang anak kandung, dan satu anak angkat.
Jabatannya terus naik, ia diberi kesempatan untuk menakdi Kasat Reskrim Polres Bogor pada 2003 sampai 2004.
Baca Juga: Ferdy Sambo Divonis Mati atas Pembunuhan Brigadir J, Hakim: Tidak Ada Hal yang Meringankan!
Dan menjadi Wakapolres Sumedang Polda Jawa Barat pada 2007 hingga 2008, salah satu jabatan yang membuatnya lebih besar adalah ketika menjadi Kapolres Purbalingga pada 2012, dan menjadi Kapolres Brebes pada 2013 pangkatnya sudah AKBP.
Singkat cerita, dalam perjalanan karirnya selama 26 tahun di Kepolisian, ia telah mampu menaiki delapan tangga kepangkatan dari Ipda sampai Irjen Pol.***

Share this article
Perjalanan karir Ferdy Sambo, dulu jadi pemburu bandit hingga naik delapan tangga kepangkatan, kini resmi divonis mati.