AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang Bali tepatnya di Kabupaten Karangasem yang telah merusak 112 rumah warga.
Gempa Karangasem Bali ini juga dirasakan hingga Denpasar dan Lombok pada Selasa (13/12/2022). Dikabarkan bahwa terdapat gempa susulan sebanyak 86 kali dari gempa pertama.
Sumber dari gempa yang terjadi bisa dikatakan masih satu keluarga dengan sumber gempa yang pernah terjadi di Lombok pada 2018 silam.
Baca Juga: Pengertian Gempa Megathrust dan Sejarahnya di Pulau Jawa: Ternyata Sudah Terjadi Berulang Kali!
Menurut data kompilasi yang dilakukan Daryono sebagai Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, ini adalah sejarah gempa yang merusak Karangasem, Bali dikutip dari akun Twitter @DaryonoBMKG:
- 18 Mei 1963 dengan kekuatan Magnitudo 5,7 (VI MMI)
- 22 Mei 1963 dengan kekuatan Magnitudo 5,9 (VI MMI)
- 17 Desember 1979 dengan kekuatan Magnitudo 6,3 (VI-VIII MMI)
- 1 Januari 2004 dengan kekuatan Magnitudo 5,8 (VI MMI)
- 13 Desember 2022 dengan kekuatan Magnitudo 5,1 (VI MMI)
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif, Waspadai Potensi Gempa Besar dan Simak Penjelasan Ahli di Sini!
Keterangan VI MMI dari data tersebut adalah skala MMI yang memiliki arti gempa dapat dirasakan oleh semua orang.
Pada skala gempa dengan kekuatan VI MMI ini biasanya kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
Sedangkan VIII MMI memiliki arti gempa mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Pada skala ini, dinding akan terlepas dari rangka rumah yang konstruksinya kurang baik. Kemudian mengakibatkan bangunan tinggi seperti cerobong asap dan monumen roboh.
Meskipun cukup banyak gempa susulan yang terjadi namun BMKG memberikan informasi bahwa gempa susulan ini tidak membahayakan. Gempa susulan yang terjadi lambat laun sudah mengalami penurunan frekuensinya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, sejumlah rumah warga mengalami rusak ringan setelah diguncang gempa.
Baca Juga: Info Gempa Hari Ini Kamis 15 Desember 2022, Guncang Sukabumi hingga Gorontalo
Kerusakan yang terjadi berupa ambruknya sebagian tembok pembatas, dan dinding rumah warga yang mengalami keretakan.
Setelah gempa terjadi , warga segera membersihkan puing puing runtuhan bangunan. Dikabarkan bahwa terdapat empat orang yang terluka. Untungnya tidak terdapat korban jiwa dalam bencana alam yang telah terjadi ini.
Tidak hanya rumah warga saja, gedung DPRD Kabupaten Karangasem juga mengalami kerusakan berupa ambruknya atap gedung tersebut.***

Share this article
Gempa yang mengguncang Karangasem Bali ternyata pernah terjadi pada tahun 1963 dengan kekuatan magnitudo 5,9, simak ulasan lengkapnya.