AYOJAKARTA.COM -- Bahasan tentang hilirisasi dan nikel akhir-akhir ini menjadi sering terdengar.
Pasalnya cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengaku akan meneruskan hilirisasi nikel yang telah berjalan di programnya jika ia terpilih.
Selain itu, Gibran mengatakan kalau nikel di Indonesia masih digunakan untuk baterai. Dia pun mengklaim, data Cak Imin tentang nikel dalam debat capwapres salah.
Baca Juga: Tom Lembong Ungkap Sulitnya Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Ketimpangan Jadi Faktor Utama
Perdebatan tentang hilirisasi dan nikel tersebut terjadi pada saat debat cawapres kedua yang diadakan Minggu (21/01/2024) lalu.
Mengenai hal tersebut, Tom Lembong, co-captain Timnas AMIN, menjelaskan kalau proses hilirisasi nikel masih sangat jauh perkembangannya.
Tom Lembong mengatakan kalau perkembangan industri nikel di Indonesia tidak bisa mendorong perekonomian negara ini.
“Sehebat apapun pertumbuhan di sektor nikel saja, itu tidak akan mendongkrak ekonomi kita (Indonesia) secara keseluruhan,” ujar Tom Lembong dikutip AyoJakarta.com dari YouTube METRO TV.
Menurut Tom Lembong, banyak orang berkomentar kalau industri nikel akan berkembang dengan adanya penggunaan baterai untuk mobil listrik. Namun dia menjelaskan tetap tak akan terbantu.
“Kemudian orang berargumentasi, tapi kan sebentar lagi ada turunan-turunannya. Seperti pabrik baterai, pabrik mobil listrik,” lanjutnya.
Penyebabnya, kata Tom Lembong, adalah hilirisasi nikel masih sangat jauh atau baru berada di hulu saja belum sampai ke hilir.
“Mohon maaf, tapi hilirisasi nikel yang terjadi sejauh ini, itu masih sangat-sangat jauh, sangat-sangat di hulu,” ujarnya.
Sementara itu, Tom Lembong menjelaskan kalau proses nikel menuju baterai dan olahan lainnya itu masih di hulu.
“Jadi dari bahan baku tambang menjadi konsentrat, kemudian diolah lagi menjadi nikel dengan kemurnian tertentu, diolah lagi untuk meningkatkan tingkat kemurnian sampai mencapai kategori-kategori tertentu, ada stainless steel, ada baterai, itu semuanya masih di hulu,” jelasnya.***

Share this article
Tom Lembong, co-captain Timnas AMIN, menjelaskan kalau proses hilirisasi nikel masih sangat jauh perkembangannya.