AYOJAKARTA.COM - Saat ini, kelangkaan beras memicu kenaikan harga bahan pokok masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia tengah merasakan harga beras yang melonjak di tahun 2024. Apa penyebab harga beras menjadi naik di awal tahun ini?
Berdasarkan informasi yang beredar, harga beras melonjak naik baik untuk jenis premium maupun medium.
Pada tanggal 16 Februari 2024, harga kenaikan beras terbaru ini disebut-sebut menjadi rekor tertinggi.
Fenomena kenaikan harga beras ini akhirnya memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, terhadap kebutuhan dan ketersediaan pangan.
Bersamaan dengan harga beras naik, terdapat sejumlah rumor yang disebut menjadi pemicu melonjaknya harga beras, termasuk akibat inflasi dan bansos yang diberikan pemerintah.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa sekalipun ada kenaikan harga beras, tidak ada kaitannya dengan bansos yang diberikan kepada masyarakat.
Terlepas dari rumor tersebut, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama harga beras naik?
Menurut Presiden Jokowi, pemicu utamanya adalah produksi beras yang kurang atau cenderung menurun.
Baca Juga: Ray Rangkuti Duga Pertemuan Jokowi-Paloh Bahas Hak Angket Bansos Pilpres 2024
Berkurangnya intensitas produksi beras dipicu oleh perubahan iklim ekstrem yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 2002.
Proses panen beras kerap gagal karena iklim yang bisa berubah secara mendadak. Hal ini mengakibatkan krisis produksi beras, yang berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Info Bansos, pada Rabu, 21 Februari 2024, pemerintah berupaya mengatasi kenaikan harga beras dengan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Ada sekitar 22 juta keluarga yang menerima bantuan beras 10 kg. Selain itu, sebagai antisipasi kenaikan harga, pemerintah juga membagikan bansos untuk menyikapi kondisi perberasan nasional yang sedang mengalami fluktuasi harga.
Program pembagian bantuan pangan beras menjadi salah satu solusi dalam menghadapi situasi tersebut.
Bantuan tunai juga akan dibagikan kepada keluarga penerima manfaat, yaitu BLT Mitigasi Risiko Pangan sebesar Rp600.000.
Meski rencananya akan cair di awal Februari, namun hingga kini belum ada realisasinya. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan masih menunggu karena bansos pangan yang ada masih berjalan.
BLT Mitigasi Risiko Pangan ini dirancang untuk periode Januari-Maret 2024 dengan nilai bantuan Rp200.000 per bulan.
Namun, pemberiannya dijadwalkan diserahkan secara keseluruhan pada Februari 2024. Anggaran untuk BLT Mitigasi Risiko Pangan telah ditetapkan sebesar Rp11,25 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan skema penyaluran beras kepada 22 juta lebih KPM, dengan alokasi 10 kg per bulan.
Program ini mulai disalurkan bersamaan dengan janji pemerintah untuk menyalurkan bantuan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang direncanakan cair di awal Februari. Namun hingga kini, belum terlihat adanya pencairan.***

Share this article
Pemerintah siap bagikan dua bansos kepada KPM untuk atasi harga beras yang melonjak tinggi, salah satunya BLT Mitigasi Risiko Pangan.