AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali buka suara mengenai transaksi Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sebelumnya, di media sosial sempat ramai mengenai adanya transaksi mencurigakan sebesar Rp 300 triliun di Kemenkeu.
Transaksi mencurigakan sebesar Rp 300 triliun tersebut ditemukan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan yakni Mahfud MD.
Mengenai kabar transaksi mencurigakan tersebut, Sri Mulyani akan mengambil tindakan.
Baru-baru ini, Sri Mulyani menyampaikan bahwa usai melakukan pengecekkan, terdapat setidaknya 266 surat yang ditujukan kepada Kemenkeu dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mulai dari tahun 2007 hingga 2023.
Kemudian, dari 266 surat tersebut terdapat 185 surat yang merupakan permintaan dari pihak Kemenkeu.
Sri Mulyani menegaskan bahwa ia belum bisa memberikan penjelasan mengenai transaksi mencurigakan tersebut.
Pasalnya hingga kini ia belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai transaksi triliunan tersebut.
Sri Mulyani mengaku sampai sekarang ia belum melihat angkanya, data dan juga sumber.
Baca Juga: Siap-Siap! Sri Mulyani Bongkar Hasil Investigasi Harta Tak Wajar ASN Kemenkeu, Kapan?
Selain itu, Sri Mulyani juga menerangkan bahwa ia belum tahu juga mengenai siapa saja yang terlibat dalam transaksi mencurigakan tersebut.
Tidak sampai disitu saja, mengenai transaksi apa saja yang dihitung, Sri Mulyani juga belum mengetahuinya.
“Jadi informasi Rp 300 triliun, sampai siang hari ini saya tidak bisa menjelaskan karena saya belum melihat angkanya, datanya, sumbernya, transaksi apa saja yang harus dihitung, dan siapa saja yang terlibat,” kata Sri Mulyani dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Minggu (12/3/2023).
Meski begitu, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Nantinya, ia akan tetap berkomunikasi dan juga berkoordinasi dengan pihak PPATK untuk mendapatkan data lebih detail.
Apabila sudah ada data yang ia peroleh, Sri Mulyani menyampaikan bahwa ia akan terus menindaklanjuti.***

Share this article
Sri Mulyani menerangkan dirinya belum tahu juga mengenai siapa saja yang terlibat dalam transaksi mencurigakan tersebut.