AYOJAKARTA.COM – Dalam keadaan panik akibat gempa bumi yang telah terjadi di Cianjur dan sekitarnya, masyarakat akan mudah percaya berita yang beredar walaupun belum jelas kebenarannya atau hoax dan bukan berasal dari BMKG.
BMKG menanggapi beredarnya berita-berita hoax yang telah beredar, tersebar luas dan meresahkan masyarakat.
Melalui press release, BMKG menegaskan berita hoax apa saja yang sudah beredar dan juga disertai himbauan-himbauan untuk masyarakat.
BMKG telah menjawab keresahan masyarakat tentang gempa susulan merujuk pada berita yang telah beredar berupa pergerakan sesar Cimandiri dan erupsi Gunung Gede.
Setelah gempabumi tektonik dengan kekuatan 5,6 Magnitudo yang berasal dari pusat gempa 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, beredar berita yang meresahkan masyarakat.
Berita tersebut berisi tentang tingkat waspada tinggi info BMKG dan BNPB. Terdapat daerah-daerah yang harus waspada karena dilewati garis pergerakan sesar Cimandiri selama 1 minggu kedepan.
Daerah tersebut adalah Pelabuhan Ratu dan sekitarnya, Cibadak dan sekitarnya, Cicantayam dan Cibolang, Sukaraja dan sekitarnya, Sukalarang dan sekitarnya, Baros dan sekitarnya, Salatbintana dan sekitarnya, Kadudampit dan sekitarnya.
Baca Juga: Penuh Keheranan, Ronny Talapessy Sebut Satu Pistol Richard Eliezer Ada 3 Jenis Peluru, Kok Bisa?
Dalam berita yang beredar juga terdapat himbauan kepada masyarakat untuk waspada dan tidak panik serta tidak bepergian dari rumah masing-masing untuk menjaga keamanan tempat tiggal masing-masing.
Berita yang sudah bersebar di masyarakat diakhiri keterangan bahwa berita dibuat oleh Muspika dan Muspida Kota Sukabumi.
Muspika adalah suatu forum konsultasi dan koordinasi antara Camat, TNI serta aparatur pemerintah lainnya. Sedangkan Muspida adalah musyarakat pimpinan daerah.
Selain berita yang beredar ini terdapat juga voice note yang tersebar ke masyarakat mengenai adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede yang mengakibatkan adanya gempabumi di wilayah Kp Singa Barong dan Kp Sarongge, Kabupaten Cianjur.
Kedua berita tersebut dibuat mengatasnamakan BMKG, maka dari itu membuat masyarakat merasa resah dan panik.
Namun BMKG dengan tegas membantah. Semua berita diatas merupakan tidak benar alias hoax, BMKG tidak pernah menyampaikan dan menyebarluaskan berita tersebut.
BMKG menegaskan kembali bahwa berita tersebut adalah hoax/isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat. Berita yang beredar tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
Dan perlu masyarakat ketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat tentang kapan, dimana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.
Informasi resmi dari BMKG yang diperoleh dari PVMBG adalah sampai saat ini status Gunung Gede masih dalam status level 1 atau bisa disebut juga dengan normal.
BMKG menghimbau dengan tegas kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diharapkan hanya percaya kepada informasi resmi kebencanaan melalui pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana seperti BMKG, BASARNAS, BNPB, TAGANA, TNI/Polri dan aparat pemerintah setempat.***

Share this article
Jangan mudah termakan berita hoax terkait gempa. BMKG BMKG menegaskan berita hoax apa saja yang sudah beredar dan juga disertai himbauan