Siapa Bener Nih, Richard vs Ricky Rizal Soal Nabrakin Mobil & Ferdy Sambo Tertawa Setelah Yosua Ditembak

Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Dipertemukan dalam sidang
Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Dipertemukan dalam sidang

AYOJAKARTA.COM – Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat mulai memunculkan perdebatan antara terdakwa dan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Pada sidang Rabu, 20 November 2022, misalnya terjadi perbedaan pernyataan antara dua ajudan Ferdy Sambo yaitu Richard Eliezer alias Bharada E, dan Ricky Rizal alias Bripka RR.

Keduanya memberikan pernyataan yang bertolak belakang terkait dengan ide menabrakkan mobil dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta dan apakah Ferdy Sambo sempat tertawa setelah peristiwa penembakan terhadap Yosua atau Brigadir J.

Yosua meninggal dibunuh pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo yang ketika itu masih menjabat Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat itu, Richard Eliezer alias Bharada E memberikan keterangan sebagai saksi atas terdakwa Bripka RR alias Ricky Rizal, dan supir sekaligus asisten rumah tangga (ART) Keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf.

Bharada E sendiri juga menjadi terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua alias Brigadir. Richard juga berstatus sebagai justice collaborator dalam perkara tersebut.

Dua terdakwa lain dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua adalah pasangan Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 172 Obat Sirup yang Aman dari Cemaran EG & DG yang Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

Baca Juga: Momen Menegangkan, dari Jarak 2 Meter Bharada E Tembak Yosua 4 Kali: Tembakan Pertama Saya Sempat Tutup Mata

Berikut ini perbedaan pernyataan antara Richard Eliezer alias Bharada E dan Bripka RR atau Ricky Rizal:

IDE MENABRAKKAN MOBIL

Dalam keterangannya sebagai saksi perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua, Richard mengungkapkan pembicaraannya dengan RR.

Menurut Bharada E, dalam suatu pembicaraan dengan dirinya, Bripka Ricky Rizal mengaku sempat ingin menabrakkan mobil yang ia tumpangi bersama Brigadir Yosua dalam perjalanan Magelang ke Jakarta.

Rombongan Putri Candrawathi dibagi dalam dua mobil saat perjalanan pulang dari Magelang ke Jakarta. Richard Eliezer berada bersama dengan Putri Candrawathi dan Kuat Ma’ruf.

Di mobil kedua, Bripka Ricky Rizal yang berada di belakangan kemudi bersama Brigadir J alias Yosua.

Dari keterangan Richard Eliezer mengutip penjelasan Bripka Ricky Rizal, Yosua yang duduk di bagian kiri kursi mobil tidur dalam perjalanan tersebut.

“Karena almarhum persisnya ada di sebelah kiri, dan pada saat itu tidur, jadi dia bilang ke saya pingin nabrakin mobil di sebelah sisi kiri,” ujar Richard mengutip cerita Bripka RR.

Majelis Hakim kemudian memastikan apakah niat tersebut diucapkan saat perjalanan dari Magelang menuju Jakarta.

"Iya," kata Richard.

"Dia (Bripka Ricky Rizal) bercerita kepada Saudara ingin melakukan ini?” tanya Hakim.

"Betul," ujar Richard.

Baca Juga: Benarkah Ferdy Sambo Tertawa Setelah Yosua Ditembak: Versi Bharada E vs Bripka Ricky Rizal

Bantahan Bripka Ricky Rizal

Sementara itu, terdakwa Ricky Rizal alias Bripka RR membantah cerita dari  Richard Eliezer alias Bharada E yang bertindak sebagai saksi dalam sidang Rabu 30 November 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Bripka Ricky Rizal membantah pernah membicarakan tentang ide membunuh Yosua dengan cara menabrakkan mobil dalam perjalangan Magelang ke Jakarta.

"Terkait pas penembakan yang saudara Richard bertemu (saya) di lantai dua, saya menyampaikan ingin menabrakkan mobil, itu tidak pernah saya sampaikan,” ungkap Bripka RR saat menganggapi keterangan Bharada E.

Pengacara Bripka RR, Erman Umar juga menegaskan bahwa kliennya merasa tidak pernah berucap soal niat untuk membuat Brigadir J seolah menjadi korban tabrakan.

“Itu sudah diklarifikasi oleh klien saya dia tidak pernah mau nabrak Yosua, apa alasannya dia mau nabrak Yosua, itu tidak benar," kata Erman kepada wartawan seusai sidang.

Menurut Erman Umar, kemungkinan Bripka RR akan menjabarkan lebih lanjut bantahan tersebut ketika dirinya menjadi saksi dengan terdakwa Bharada E.

“Tapi mungkin nanti akan diklarifikasi pada saat si Ricky kalau dia jadi saksi untuk si Richard (Bharada E) atau pada saat dia sebagai terdakwa,” ujar Erman Umar.

FERDY SAMBO TERTAWA

Dalam sidang perkara tersebut berlangsung pada Rabu 30 November 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya kepada Richard tentang peristiwa penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo.

“(Ferdy) Sambo pernah cerita kejadian misal salah tembak dan lain-lain?” tanya JPU.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bharada E. “Jadi, saat itu ada saya dan Bang RR (Ricky Rizal) juga. Sempat beliau (Ferdy Sambo) berulang-ulang kali ke kami (cerita) bilang, sambil ketawa. Sempat bilang salah pakai senjata,” Richard menerangkan.

Dari keterangan Bharada E itu, Jaksa Penuntut Umum lantas menanyakan ulang tentang kenapa Ferdy Sambo tertawa.

“Sambil ketawa?” lanjut JPU.

“Iya, sambil ketawa dia (Ferdy Sambo),” jawab Richard.

"Salah tembakkah?" Jaksa Penuntut Umum menegaskan.

“Salah pakai senjata,” jawab Bharada Richard Eliezer.

Baca Juga: Doa Richard Eliezer alias Bharada E Sebelum Tembak Yosua: Tuhan, Kalau Bisa Ubah Pikiran Pak Ferdy Sambo

Bripka Ricky Rizal Menyangkal

Namun keterangan dari Bharada Eliezer bahwa Ferdy Sambo sempat tertawa atas kesalahan pakai senjata ketika menembak Yosua itu dibantah oleh Bripka Ricky Rizal alias RR.

“Yang salah tembak (FS sambil tertawa) saya tidak pernah disampaikan sama bapak (Ferdy Sambo) beliau salah tembak yang menggunakan senjata itu bersama RE (Bharada E)," kata Bripka RR saat beri tanggapan atas keterangan Bharada E.

Majelis Hakim kemudian meminta Bripka RR memberikan penjelasan lebih tegas atas keterangan dari Bharada E.

"Tadi Saudara RE (Richard Eliezer) menyampaikan beberapa saat setelah penembakan kami dikumpulkan dan kami dipanggil terus disampaikan bapak, 'Itu salah tembak sampai ketawa-tawa sama RE sama saya'," kata Bripka RR.

"Bahwa beliau (Richard Eliezer) salah menggunakan senjata, salah nembak. Saya Tidak pernah mendengar itu dari bapak FS (Ferdy Sambo)," Bripkta Ricky Rizal menegaskan.

Namun, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR membantah keterangan dari Richard Eliezer. Menurut RR, saat semua ajudannya dikumpulkan di lantai atas rumah Saguling, dia tidak mendengar Ferdy Sambo mengatakan hal itu.

“Tadi saudara RE menyampaikan beberapa saat setelah penembakan kami dikumpulkan dan kami dipanggil terus disampaikan bapak itu salah tembak sampai ketawa-tawa sama RE sama saya bahwa beliau salah menggunakan senjata, salah nembak, saya tidak pernah mendengar itu dari bapak FS," tegas Bripka RR.

Majelis Hakim lantas menanyakan keterangan Bripka Ricky Rizal kepada Bharada E yang duduk sebagai saksi

“Jadi pada saat itu, sempat waktu itu pak FS bilang ke saya di situ ada saya ada Bang Ricky juga pak FS bilang bahwa 'sambil ketawa sempat salah tembak, eh salah pakai senjata gitu saja',” ujar Bharada E.

Menurut pemberitaan media keterangan Bharada E diakui tidak tercantum dalam keterangan berita acara (BAP). Oleh karena adanya perbedaan keterangan tersebut, Majelis Hakim membiarkan untuk jadi pertimbangan dalam menjatuhkan vonis.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Bripka RR
# Ricky Rizal
# Richard Eliezer
# Bharada E
# pembunuhan berencana
# Ferdy Sambo

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).