AYOJAKARTA.COM - Peringatan Tsunami Aceh ke 18 tahun telah digelar oleh Pemerintah Aceh dan dipusatkan di Kuburan Massal Siron yang terletak di Aceh Besar.
Peringatan Tsunami Aceh ini diperingati pada tanggal 26 Desember 2022 dengan tema “Bangkit Lebih Kuat, Bangun Budaya Sadar Bencana”.
Lokasi Peringatan Tsunami Aceh ditentukan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Acara dimulai dengan diawali lantunan zikir, tahlil dan doa bersama untuk para korban tsunami yang berjumlah ratusan ribu jiwa.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Sejumlah Wilayah Berpotensi Alami Hujan Lebat, Cek di Sini
Untuk rangkaian acaranya sendiri adalah tafakur, zikir dan selawat, santunan anak yatim, ziarah, serta tausiah dan doa bersama.
Tausiah dan doa bersama dipimpin oleh Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab.
Sedangkan zikir dan selawat dipandu oleh Pimpinan Pesantren Darul Mujahiddin Lhokseumawe, Tgk Muslim At Thahiri.
Tak hanya itu, Pemerintah Aceh telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk peringatan tsunami ini.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Garut Jawa Barat, Akibat Aktivitas Sesar Lokal
Pemerintah Aceh juga menyelenggarakan lomba foto tsunami, fun bike budaya sadar bencana, seminar internasional, aksi sapta pesona meuseuraya objek wisata bersejarah dan renungan tsunami.
Kuburan Massal Siron menjadi salah satu tempat yang menjadi saksi betapa dahsyatnya tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 lalu.
Bencana alam ini menewaskan lebih dari 40 ribu korban yang sebagian besar dimakamkan di Kuburan Massal Siron.
Selain untuk seremonial, masyarakat juga bisa melakukan ziarah di Kuburan Massal Siron.
Biasanya para peziarah berasal dari berbagai macam suku, agama dan budaya.
Karena perbedaan itu maka tempat ini secara tidak langsung menjadi pembelajaran tentang tenggang rasa dan menghargai antar umat beragama.
Dengan tema “Bangkit Lebih Kuat, Bangun Budaya Sadar Bencana”, pemerintah berupaya mengajak masyarakat senantiasa memiliki semangat dalam bertransformasi dan bangkit untuk membangun budaya sadar bencana.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh pada Jumat (30/12/2022), Almuniza mengatakan bahwa peringatan tsunami yang dilakukan bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana.
“Masyarakat Aceh harus selalu membangun budaya sadar bencana dalam upaya mengantisipasi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di masa depan,” ujar Almuniza.
“Intinya, edukasi tetap menjadi poin utama dalam setiap tahun peringatan tsunami,” lanjutnya.
Momen peringatan tsunami ini juga diharapkan menjadi renungan bagi masyarakat Aceh dan menjadi pembelajaran serta meningkatkan keimanan kepada Sang Pencipta.
Manusia tidak bisa mencegah terjadinya bencana alam, tapi masih bisa mengurangi risiko akibat bencana alam yang terjadi.***

Share this article
Berikut ini tema yang diusung dalam peringatan Tsunami Aceh ke 18 tahun pada Senin 26 Desember 2022 lalu.