AYOJAKARTA.COM - Uang Rp 100 Triliun yang berada di dalam rekening atas nama Brigadir J masih ramai diperbincangkan hingga saat ini.
Meskipun beberapa waktu yang lalu kabar tersebut sempat tenggelam, namun hal ini kembali menyeruak ke publik karena dibahas oleh Aiman Witjaksono.
Melalui akun Instagramnya @aimanwitjaksono, ia mewawancarai salah satu Pakar Anti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Yenti Garnasih.
Dalam video tersebut ditampilkan mengenai bukti debit uang Rp 100 triliun atas nama Novriansyah Yosua Hutabarat yang kemudian ditanggapi oleh Yenti Garnasih.
Baca Juga: Hakim Tinjau TKP Pembunuhan Brigadir J, Ronny Talapessy: Lemari Senjatanya Sudah Tidak Berfungsi
Yenti Garnasih mengatakan bahwa uang Rp 100 triliun dalam rekening Brigadir Yosua itu memang benar ada.
Aiman Witjaksono kemudian diundang ke YouTube @Uya Kuya Tv yang dikutip ayojakarta.com pada Kamis (5/1/2023).
Dalam perbincangannya dengan Uya Kuya, Aiman menjelaskan mengenai asal muasal uang Rp 100 triliun tersebut jika dihubungkan dengan konsorsium 303 yang sempat ramai dibicarakan publik.
"Karna bicara soal konsorsium omsetnya ada 155 triliun omsetnya satu tahun, kalau seandainya ada dugaan kongkalikong, kita ambil 30 persen saja maka sekitar 50 triliun setahun," papar Aiman Witjaksono.
Lebih lanjut Aiman Witjaksono menjelaskan bahwa uang Rp 100 triliun tersebut merupakan uang yang masuk akal.
"Jadi kalau seandainya ada uang 100 triliun itu bukan uang besar masuk akal, 50 triliun setahun hanya dari kongkalikong, belum dari judi online narkoba dan sebagainya," ucap Aiman Witjaksono.
Berdasarkan hal tersebut, Aiman yakin bahwa uang dengan nominal besar tersebut masuk akal jika memang benar ada.
"Tapi kalau bicara soal angka bukan hal yang luar biasa bukan hal yang tidak masuk akal, sangat masuk akal," ungkap Aiman Witjaksono.
Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Ini Klarifikasi Febri Diansyah Terkait Pertanyaan Jebakan Warganet Twitter
Sebelumnya Aiman sempat menghubungi PPATK namun lembaga negara tersebut tidak bersedia untuk diwawancarai.
Ia kemudian menjelaskan mengenai beberapa kejanggalan yang ditemukan terkait uang yang berada di pusaran Ferdy Sambo.
"Pertama itu ada uang 100 triliun tapi tulisannya di debet artinya uang keluar, lalu kemudian Ketua PPATK Pak Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa itu bukan uang keluar tapi pagu atau batas pemblokiran," jelas Aiman Witjaksono.
Untuk dapat membuktikan mengenai pagu seperti apa, Aiman kemudian membandingkan dua buah dokumen yang hampir sama namun salah satu dokumennya bertuliskan blokir.
Baca Juga: Akhirnya Mengaku! Dicecar Hakim, Ferdy Sambo Beberkan Fakta di Balik Rencananya: Saya Memang...
Aiman Witjaksono kemudian melanjutkan kejanggalan yang kedua.
"yang kedua kalau kita bicara soal sambo ada nggak uang satu rupiah yang keluar, janggal nggak?" tanyanya
"Kenapa dikatakan sangat janggal, karena upaya penyuapan ada ke LPSK ke Ricky Rizal, ke keluarga Yosua untuk dikasih uang dan sebagainya meskipun ditarik lagi," jelas Aiman Witjaksono.
Di akhir penjelasannya terkait kejanggalan uang yang berada disekitar Ferdy Sambo, Aiman kemudian menyinggung soal jet pribadi yang digunakan untuk pergi ke Jambi pada saat kematian Brigadir J.
"Termasuk juga kalau ditambahin yang ketiga waktu ke Jambi menggunakan pesawat jet pribadi pada waktu itu. Itu pakai uang siapa? pesawat siapa? operasionalnya bagaimana? itu kok uangnya nggak disita?" pungkas Aiman Witjaksono.***

Share this article
Berikut kata Aiman Witjaksono soal uang Rp 100 triliun, suap hingga jet pribadi dalam kasus Ferdy Sambo.