AYOJAKARTA.COM – Sidang yang berlangsung pada pekan ini dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mempertontonkan kekompakan yang terlalu sering menangis saat di persidangan.
Baik Ferdy Sambo dan terlebih Putri Candrawathi, bak mengeluarkan jurus terakhirnya untuk menarik simpati majelis Hakim hingga selalu menangis pada setiap memberikan keterangan.
Melihat tangisan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut, Samuel Hutabarat selaku ayah Brigadir J ikut menanggapi dan mengaku heran dengan sikap keduanya.
Menurut Ayah Brigadir J, drama tangisan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di persidangan hanya untuk mengaburkan skenario pembunuhan berencana terhadap anaknya.
Bahkan Samuel merasa lucu dengan sikap kekompakan pasangan suami istri tersebut.
Baca Juga: Sah Mengaku Menyesal dan Bersalah, Inilah 6 Penyesalan Ferdy Sambo!
“Mereka itu nampaknya kompak jadi tangis-tangisan setiap ditanya oleh Majelis Hakim,” ujar Samuel, dikutip dari siaran Metro TV, Kamis, 12 Januari 2023.
“Memang yang sangat lucu saya lihat di dua orang ini mulai dari awal persoalan ini perkara ini si Ferdy Sambo ini sudah mulai tangis-tangisan terus saat ditanyai menemui Kapolri, hingga saat persidangan pun, apapun yang dipertanyakan hakim dia berusaha nangis,” tambahnya.
Begitu pula dengan Putri Candrawathi, menurut Samuel Hutabarat ayah Brigadir J, terlihat sekali tangisannya hanya untuk menutupi kebohongan yang dilakukannya.
“Apalagi si Putri, dia nangis untuk menutupi kebohongan-kebohongan itu,” ucap Samuel.
Samuel Hutabarat juga mengatakan bahwa masyarakat sekarang ini sudah pandai menilai mana yang benar dan mana yang palsu.
Samuel juga berharap jika Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan terdakwa lain yang terbukti terlibat dikenakan pasal 340 pembunuhan berencana.
“Ya tentu kita soal tuntutan itu di waktu dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam persidangan disana sudah didakwakan bahwa mereka itu ada pembunuhan berencana pasal 340,” ucapnya.
“Kami dari keluarga besar terutama saya selaku ayah almarhum sangat berharap pada pak Jaksa dan pak Hakim kiranya 340 sudah sepantasnya lah diterapkan untuk orang-orang yang merencanakan dan membunuh anak saya,” tambahnya.
Samuel Hutabarat berharap adanya keadilan dari Jaksa dan Hakim yang diberikan atas peristiwa pembunuhan yang mengorbankan putranya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
“Biar kami orangtua dan keluarga besar mendapat keadilan terhadap meninggalnya anak kami,” ucap Samuel Hutabarat.***

Share this article
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mempertontonkan kekompakan yang terlalu sering menangis saat di persidangan.