AYOJAKARTA.COM – Ferdy Sambo akhirnya membacakan nota pembelaan atau pledoi dalam melawan tuntutan penjara seumur hidup untuknya dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam pledoinya, Ferdy Sambo memberikan curhatan tentang hidupnya selama berada dalam penjara.
Ferdy Sambo mengatakan, semua kebahagiaan yang sebelumnya dirasakan telah hilang berganti dengan suram.
Baca Juga: TERPOPULER: Mahfud MD Harap Ada Angin Segar untuk Bharada Richard Eliezer Bebas dari Hukuman
“Hari ini tepat 165 hari saya berada dalam tahanan untuk menjalani pemeriksaan perkara ini,” ucap Ferdy Sambo seperti dilansir Ayojakarta.com pada siaran Kompas TV.
“Berada dalam tahanan berarti kehilangan kemerdekaan dalam hidup sebagai manusia selama ini saya menikmati,” tambahnya.
Menurutnya, di dalam penjara, dirinya sudah kehilangan segala fasilitas serta keluarga dan sahabat yang dimilikinya selama ini.
“Jauh dari berbagai fasilitas, kehilangan kehangatan keluarga, sahabat dan handai tolan,” ujar Sambo.
Bahkan Ferdy Sambo merasa kebahagiaan yang selama ini dirasakannya telah berganti menjadi suram, sep dan gelpa.
“Semua hakekat kebahagiaan dalam kehidupan manusia yang sebelumnya saya rasakan sungguh telah sirna berganti dengan suram, sepi dan gelap,” katanya.
Ferdy Sambo kini hanya bisa meratapi dan merenungi nasibnya selama berada di balik jeruji besi.
Kehidupannya yang serba ada dan terhormat, berganti menjadi nestapa dan kesulitan.
“Di dalam jeruji tahanan yang sempit saya terus merenungi betapa rapuhnya kehidupan saya sebagai manusia. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kehidupan saya yang begitu terhormat, dalam sekejap terperosok dalam nestapa dan kesulitan yang tidak terperikan,” ucapnya dengan suara bergetar.
“Demikian penyesalan kerap tiba belakangan tertinggal oleh amarah dan murka yang mendahului,” tambahnya.
Nyatanya curhatan Ferdy Sambo yang sangat mengharukan dan memilukan tersebut tak berarti bagi para warganet.
Curahan hati Ferdy Sambo selama berada di penjara tersebut justru dirujak oleh para warganet yang menyaksikannya.
Seperti ungkapan beberapa warganet berikut yang mengomentari curhatan Sambo itu.
“Puisi yg indah..... Tapi penuh duri....,” ujar akun Budi Purwanto.
“Makanya jdi manusia jgn sombong angkuh dan arogan .. hukum karma,” tulis akun Lina Sulinawati.
“Dari pilihan kata2nya memang kelihatan cerdas, pantas suka bikin skenario,” ujar akun u100me.
“Laghhh ini orang egois banget ya,,,,malah berpuisi !!!! gimana nasib keluarga joshua n polisi lain,” ujar akun Marlini Pasaribu.***

Share this article
Ferdy Sambo mengatakan, semua kebahagiaan yang sebelumnya dirasakan telah hilang berganti dengan suram.