AYOJAKARTA.COM – Terdakwa Putri Candrawathi menjalani sidang pledoi atau nota pembelaan pada Rabu (25/1/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Putri Candrawathi tak kuasa menahan air matanya ketika membacakan nota pembelaannya atas kasus Pembunuhan Brigadir J.
Dalam pembelaannya, Putri Candrawathi menceritakan bahwa dirinya mendapat ancaman dari Brigadir J.
Disampaikan oleh Putri Candrawathi bahwa ancaman dari Brigadir J tersebut terjadi usah peristiwa kekerasan seksual yang menimpanya.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, awalnya Putri mengatakan bahwa ia tidak mengerti mengapa ia harus mendapat tindak kekerasan seksual dari ajudannya.
Putri pun menyinggung bahwa kejadian kekerasan seksual tersebut terjadi tepat di hari ulang tahun pernikahannya dengan Ferdy Sambo.
“Saya tidak mengerti mengapa ini harus terjadi pada saya tepat di hari pernikahan kami yang ke-22. Yoshua melakukan perbuatan keji terhadap saya, dia melakukan kekerasan seksual, penganiayaan, dan mengancam membunuh bukan hanya bagi saya tapi juga bagi orang-orang yang saya cintai jika ada orang lain yang mengetahui apa yang ia lakukan,” katanya.
Dihadapan hakim, Putri pun mengaku bahwa dirinya ketakutaan saat itu.
Bahkan, Putri mengaku bahwa akibat dari peristiwa kekerasan seksual tersebut ia mengalami trauma.
Tidak hanya trauma, sembari terisak Putri juga menyebut bahwa atas kejadian tersebut rasa malu yang ada pada dirinya semakin membesar.
“Yang mulia saya takut, sangat ketakutan saat itu. Atas peristiwa itu saya mengalami trauma yang mendalam pada diri saya hingga saat ini dan rasa malu yang berkembang bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi seluruh anggota keluarga kami,” sebutnya.
Putri kemudian menceritakan bahwa dengan keadaan jiwa yang sedang terguncang karena peristiwa kekerasan seksual tersebut, ia memutuskan untuk pulang ke Jakarta.
Ia juga berujar bahwa saat diperjalanan menuju Jakarta, ia sekuat tenaga menguatkan hati dan memberanikan diri untuk menceritakan apa yang dialami kepada Sambo.
Baca Juga: Mencengangkan! Pledoi Putri Candrawathi Diberi Judul Surat dari Balik Jeruji, Isinya Bikin Kaget
“Dalam guncangan jiwa yang berusaha saya pendam dengan segala tenaga yang tersisa, saya memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta pada 8 Juli 2022. Sepanjang perjalanan saya hanya menghabiskan waktu dengan beristirahat serta berusaha tetap menguatkan hati saya untuk memberanikan diri bercerita kepada orang yang paling saya percayai, yakni suami saya bapak Ferdy Sambo,” sebutnya.
“Sebagai seorang istri kepada siapa lagi saya harus menceritakan kepedihan ini kalau tidak pada suami, orang yang paling saya cintai dan pelindung bagi kami sekeluarga,” tutupnya.***

Share this article
Putri Candrawathi curhat dalam nota pembelaan sidang pledoi hari ini, ngaku trauma dan jiwa terguncang karena kekerasan seksual Brigadir J