AYOJAKARTA.COM - BSU atau Bantuan Subsidi Upah, sebagai program bantuan sosial dari Pemerintah sebelumnya sudah disalurkan kepada pekerja Indonesia yang gaji atau upahnya tidak lebih dari Rp3.500.000/bulan.
Pekerja atau buruh penerima manfaat BSU ini diberikan dana sebesar Rp600.000 yang dapat dicairkan melalui Kantor Pos.
Namun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa BSU tahun 2023 belum diadakan kembali.
Baca Juga: Pembentukan Sekretariat Bersama Gerindra dan PKB Mematahkan Stigma Hubungan Tidak Harmonis
Untuk BSU tahun 2022, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyampaikan bahwa sebanyak total 12.111.906 orang pekerja atau buruh sudah menerima manfaatnya.
Sementara untuk penyaluran bantuan dana BSU tahun 2023, Kemnaker memberikan informasi bahwa belum diadakan kembali.
"12.111.906 Pekerja/Buruh Telah Rasakan Manfaat #BSU2022," tulis caption unggahan Instagram Kemnaker.
"Oh iya Minaker mau tegaskan kembali nih, kalau BSU 2023 belum diadakan kembali ya Rekanaker," sambung tulisan tersebut.
Selain itu, Pemerintah juga menyalurkan bantuan asistensi rehabilitasi sosial anak yatim, piatu dan yatim piatu (Atensi YAPI).
Tahun 2023 selain Atensi YAPI, pemerintah juga akan menyalurkan bansos sembako adaptif (BSA).
Maka, setelah Kemnaker menyampaikan bahwa BSU belum diadakan lagi, Pemerintah telah menyalurkan dana bansos BSA.
BSA YAPI diketahui merupakan bantuan sosial yang akan Pemerintah salurkan senilai R800 ribu yang sasaran penerimakanya termasuk dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berbeda dengan itu, Atensi YAPI akan disalurkan dengan bantuan dana seniali Rp600 ribu khusus program prioritas Kementerian Sosial untuk anak yatim piatu.
BSA YAPI ini sudah mulai dapat dicairkan melalui Kantor Pos pada Januari 2023.
Berikut golongan KPM akan menerima bansos BSA 2023 dari pemerintah sebagai beikut.
1. Penerima bansos BSA 2023 dengan besaran Rp 600 ribu
2. Penerima bansos BSA 2023 dengan besaran Rp 600 ribu ditambah bansos Atensi Yapi sejumlah Rp 200 ribu, jadi total mendapat Rp 800 ribu
3. Penerima bansos Atensi Yapi dengan besaran Rp 200 ribu
Sementara itu, sebagai solusi lain dari Pemerintah yakni akan meningkatkan program insentif Kartu Prakerja untuk masing-masing penerima di tahun 2023.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pelaksanaan program Kartu Prakerja skema normal di tahun 2023.
Kenaikan insentif Kartu Prakerja 2023, kini menjadi Rp4,2 juta untuk masing-masing penerima.
Bagi penerima PKH, BPUM, termasuk Bantuan Subsidi Upah (BSU) juga diperbolehkan untuk menjadi peserta program Kartu Prakerja tahun 2023.
Baca Juga: Yang Dibawa Mati Hanya Sholat! Ini Keutamaan Sholat menurut Ustadz Abdul Somad
Hal ini dikarenakan program Kartu Prakerja sudah bukan jenis bantuan sosial, melainkan bantuan untuk peningkatan kompetensi kerja.
Pemerintah berharap agar Lembaga Pelatihan ikut serta berpartisipasi dalam ekosistem prakerja dengan mengikuti asesmen dan seleksi yang sudah ditentukan.***

Share this article
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan bahwa BSU tahun 2023 belum diadakan kembali. Ada bansos alternatif cair Januari 2023