AYOJAKARTA.COM - Dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J, Richard Eliezer sempat mengungkap satu fakta yang sampai saat ini belum terpecahkan.
Fakta tersebut adalah Richard Eliezer mengaku bahwa ia sempat melihat seorang perempuan yang keluar dari rumah Ferdy Sambo sebelum pembunuhan Brigadir J terjadi.
Dalam pernyataanya, Richard Eliezer melihat perempuan itu menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo.
Perempuan itu lantas buru-buru mencari drivernya untuk pulang.
Richard pun mengaku bahwa dirinya sempat membantu perempuan itu mencari drivernya.
Sosok perempuan menangis di rumah Ferdy Sambo ini kembali di bahas dalam program The Prime Show oleh Aiman Witjaksono bersama Wakli Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube The Prime Show pada Selasa (7/2/2023), Aiman Witjaksono menanyakan kembali kepada Edwin Partogi Pasaribu terkait penembakan yang dilakukan Richard Eliezer kepada Brigadir J.
"Sebagaimana keterangan Richard di pengadilan, logika saja kalau sekedar menghajar apa perlunya Richard?," kata Edwin Partogi Pasaribu.
Sebab, menurut Edwin Partogi Pasaribu jika sekedar menghajar Ferdy Sambo seharusnya bisa melakukannya sendiri dan Brigadir J tidak mungkin melawan.
Edwin juga menjelaskan vonis untuk Richard tergantung hakim bagaimana membacanya.
"Apakah untuk menghajar perlu Eliezer, apakah perlu perencanaan, perlu ngisi senjata dulu di lantai tiga Saguling," ujar Edwin.
Di sisi lain, Aiman turut membahas mengenai sosok perempuan menangis yang sempat diungkap Richard Eliezer di persidangan.
"Putri tidak tahu (ada perempuan menangis) sementara pihak pengacara mengatakan tidak pernah ada perempuan itu," ujar Aiman.
"Dia cerita, ada pengalaman dia bersama ibu PC juga Yosua satu mobil dari Saguling. Kemudian mereka berputar-putar dulu, kemudian ke rumah Jalan Bangka," cerita Edwin menyampaikan apa yang dikatakan Richard Eliezer.
Di sana, lanjut Edwin, Richard hanya boleh menunggu di halaman rumah dan dilarang untuk masuk ke dalam.
"Dan di dalam, dia dengar suara-suara seperti orang lagi marah-marah," terangnya.
Edwin juga menjelaskan bahwa Putri Candrawathi saat itu juga masuk ke dalam rumah dan juga ada Ferdy Sambo.
"Kemudian dia melihat ada perempuan yang keluar dari rumah itu dengan menangis," tambah Edwin.
Baca Juga: Asep Iwan Iriawan Ungkap Alasan 122 Profesor Bela Richard Eliezer: Hati Saya Terenyuh
Edwin mengatakan bahwa Richard Eliezer mengaku bahwa dirinya tidak mengenal sosok perempuan itu.
"Saya sudah mencoba menunjukkan foto yang mungkin saja orang tersebut ini bukan, "bukan"," kata Edwin.
"Dia melihat perempuan itu menangis dan mencari sopirnya dia membawa mobil SUV, si Eliezer membantu untuk mencari drivernya," cerita Edwin lagi.
Edwin juga mengetakan bahwa Eliezer mengaku baru pertama kali melihat sosok perempuan itu.
Namun, menurut Edwin tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya perempuan tersebut ada hubungannya dengan pembunuhan Yosua atau tidak.
"Peristiwa Duren Tiga kan 8 Juli, peristiwa itu (perempuan menangis) terjadi di bulan Juni,"jelas Edwin.***

Share this article
Edwin Partogi menceritakan dengan lengkap tentang sosok perempuan yang menangis di rumah Sambo dan diungkap Richard Eliezer dipersidangan.