AYOJAKARTA.COM -- Kasus pembunuhan Vina Cirebon pada 2016 silam masih menyisakan kejanggalan yang ramai diperbincangkan.
Banyak terpidana kasus Vina Cirebon mengaku bahwa mereka adalah korban salah tangkap.
Kini, salah satu korban salah tangkap kasus Vina Cirebon memberi pengakuan mengejutkan.
Pria tersebut bernama Aldi, ia juga merupakan adik dari Eka Sandi, salah satu terpidana kasus ini.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Uya Kuya TV pada Rabu 26 Juni 2024, Aldi mengaku langsung dipukul empat oknum polisi dan diseret ke mobil untuk mengakui kesalahannya.
Kejadian tersebut berlangsung saat Aldi sedang berada di SMP 11 dekat dengan tempat kejadian perkara.
"Saya langsung dipukul. Dari dalem mobil sudah dipukul suruh ngaku," kata Aldi.
Bahkan Aldi mengatakan, sesampainya di kantor Polisi, pihak kepolisian menyuruh tahanan lain untuk ikut menganiaya Aldi.
"(Sesampainya di kantor Polisi) Dimasak (dipukuli) lagi. Ibaratnya, tahanan aja dilepasin (dari sel) pada suruh mukulin," ungkap Aldi.
Tak hanya dipukul, Aldi juga mengatakan bahwa tubuhnya dibaluri balsem dan rambutnya dibakar.
"Habis dibancak (dianiaya), mata dikasih balsem, ini dikasih balsem, rambut dibakar," ujar Aldi sambil menunjukan bagian tubuh yang dibaluri balsem.
Aldi mengaku mendapatkan semua tindak kekerasan dari penyidik tersebut karena ia bersiteguh tidak mengakui kesalahnnya.
Dengan berlinang air mata, Aldi mengaku tidak berdaya dengan perlakuan oknum penyidik kepadanya.
Meski terbukti tak bersalah, namun Aldi tak bisa melakukan apa-apa dan pasrah dengan keadaan.
"Ya orang miskin, nggak bisa apa-apa. Ya udah aja, Pa (pasrah)," ucap Aldi.***

Share this article
Pengakuan Aldi, korban salah tangkap di kasus Vina Cirebon yang dianiaya oknum penyidik di tahun 2016.