AYOJAKARTA.COM - Penolakan kenaikan harga BBM subsidi terus disuarakan masyarakat. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun ikut menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM di forum Rapat Paripurna DPR.
Anggota fraksi PKS sampai memilih walk out dalam forum Rapat Paripurna hari ini. Adapun dalam Rapat Paripurna ke-4 yang dilakukan hari ini melakukan agenda pengambilan keputusan soal RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021.
Dalam Rapat Paripurna, anggota Komisi VII DPR Fraksi PKS Mulyanto meminta waktu untuk interupsi saat Menteri Keuangan Sri Mulyani mau melakukan penyampaian pandangan pemerintah soal RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2021.
Baca Juga: Inilah Sosok Mohammad Tri Anjas Septiadi, Anak dari Jenderal Dudung Abdurachman yang Lolos Akmil
Kejadian ini pun terekam dan viral di media sosial.
@dpctenayan Balas @agusyaaabi BATALKAN KENAIKAN HARGA BBM BERSUBSIDI #PksTegasMenolakkenaikanBBM #bbmsubsidi #fraksipksmenolakkenaikanbbm #pkstolakkenaikanbbm #bbm #dprri #fraksipksdprri #puanmaharani ♬ suara asli - DPC TENAYAN
Namun, pada saat ketua DPR, Puan Maharani bertanya kepada tiap fraksi terkait pengesahan undang-undang, wakil Ketua Fraksi PKS, Mulyanto melakukan interupsi dan memberi pernyataan sikap terkait kenaikan BBM.
Menurutnya kenaikan harga BBM sangat memberatkan masyarakat. Ia pun dengan tegas menyatakan penolakan atas kenaikan harga BBM.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat melalui PKS dengan ini kami menyatakan bahwa fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karna ini jelas-jelas memberatkan masyarakat," katanya dalam video yang viral di TikTok itu.
Baca Juga: Berlaku Per 10 September 2022, Berikut Ini Daftar Lengkap Tarif Ojol Terbaru
Mulyanto juga menyinggung soal demo yang terus menerus dilakukan di depan Kantor DPR RI terkait penolakan harga BBM naik.
"Hari ini di depan demo terus dilaksanakan oleh masyarakat, kami mendukung demo-demo masyarakat atas penolakan ini. Karenanya dengan ini kami fraksi PKS menyatakan walk out dari forum ini. Demikian, terimakasih," imbuh wakil Ketua Fraksi PKS tersebut.
Dibarengi dengan beberapa anggota yang mengangkat secarik kerta bertuliskan "PKS Menolak Kenaikan Harga BBM" dan bersorak "Merdeka" mereka lantas keluar dan meninggalkan tempat sidang tersebut.
Melihat unggahan tersebut warganet lantas ramai memberikan berbagai respon, dan tak sedikit yang mendung aksi dari Fraksi PKS tersebut.
Baca Juga: Hari Ini, Gubernur Anies Baswedan Diperiksa KPK Soal Formula E, Ada Pelanggaran?
"masalahnya bukan bbm aja tar yang naik, bahan pokok sm makanan ikut naik. tar pas bbm turun lagi makanan ga ikut turun lagi (emot tenda tanya)," kata akun @h****l.
"mewakili masyarakat... PKS di depan dan di hati," imbuh @sa****bi. "pks bersama masyarakat," ungkap @sa****20.
"seharusnya naik bbm dibarengi naiknya umr/umk . karena bbm kebutuhan pokok kami.," timpal @Ba****en.
"negara kita itu negara demokrasi semangat pejuang," ujar @al*************ar.
Gelombang aksi menolak kenaikan BBM telah dilakukan segenap elemen masyarakat pada 6 September 2022 yang lalu.
Salah satunya dari Partai Buruh. Menurut Presiden Partai Buruh Said Iqbal, aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi itu dilakukan pada 6 September 2022.
"Aksi akan dipusatkan di DPR RI khusus Jakarta, agar Pimpinan DPR RI memanggil Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan para menteri yang terkait dengan kebijakan perekonomian,”terangnya.
Tak hanya di Jakarta aksi juga bakal digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Yakni Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, dan Pekanbaru.
Baca Juga: Tayang Hari Ini di Netflix, Link Nonton Drama Korea Little Women Episode 1-12 Sub-Indo
Juga digelar di Bengkulu, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Makassar, Gorontalo. Sulawesi Utara, serta dilakukan di Ambon, Ternate, Mataram, Kupang, Manokwari, dan Jayapura.
Tegas Said, bila aksi 6 September tidak didengar pemerintah dan DPR, maka Partai Buruh dan KSPI siap melanjutkan aksi lebih lanjut.
Kenaikan harga BBM ini, dijelaskan Iqbal akan menurunkan daya beli masyarakat yang saat ini tengah turun 30 persen.
“BBM naik, maka daya beli akan turun lagi menjadi 50 persen. Penyebab turunnya daya beli adalah peningkatan angka inflansi menjadi 6.5 persen hingga - 8 persen, sehingga harga kebutuhan pokok akan meroket," terang Iqbal mengutip pikiran-rakyat.com, Sabtu (3/9/2022) dalam artikel Tolak Kenaikan BBM, Buruh Bakal Aksi Besar-besaran 6 September di Seluruh Indonesia
Padahal, selama 3 tahun terakhir ini upah buruh tidak naik. Sehingga kondisi buruh semakin terhimpit.
Tak hanya itu Iqbal menolak kenaikan harga BBM yang anehnya terjadi justru ketika harga minyak dunia tengah menurun. Sedangkan di sejumlah negara sudah menurunkan harga BBM nya.
Dampak buruk dari naiknya BBM ini, sebut Said akan menyebabkan ongkos energi industri, dan berujung PHK.***

Share this article
Menurutnya kenaikan harga BBM sangat memberatkan masyarakat. Ia pun dengan tegas menyatakan penolakan atas kenaikan harga BBM.