AYOJAKARTA.COM - Perkembangan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia tercatat tanggal 15 November 2022, mengalami penurunan kasus yang signifikan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan yakni dr Syahril mengungkapkan rasa syukur atas kemajuan penanganan pemerintah melalui Kemenkes dan BPOM dalam kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.
Indonesia segera pulih dari kasus gagal ginjal akut pada anak tercatat hanya tersisa 14 orang yang dirawat di RSCM.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kementrian Kesehatan pada Rabu (16/11/2022) Kemenkes melaporkan bahwa dalam kurun waktu dua minggu yakni dari tanggal 2 hingga 15 November 2022 tidak ada penambahan kasus baru gagal ginjal akut pada anak dan juga penurunan kasus kematian, bahkan tidak ada.
"Kita sangat bersyukur ya dalam 2 minggu terakhir ini kasus di tanah air jumlahnya, tidak bertambah," ujar dr Syahril.
Tanggal 15 November 2022 tercatat jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia sebanyak 324 kasus.
Baca Juga: Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya
Di antaranya yakni kasus dirawat sejumlah 14 orang sementara kasus sembuh 111 orang dan kasus kematian yaitu sebanyak 199 orang.
"Dan alhamdulillah yang dirawat sekarang tinggal 14 di RSCM, kemudian yang sembuh bertambah saat ini menjadi 111," jelas dr. Syahril.
dr. Syahril menyampaikan bahwa saat ini tersisa 14 orang yang masih menjalani perawatan di RSCM merupakan pasien dari berbagai daerah.
Baca Juga: Terpopuler! Daftar Terbaru 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut
Diketahui memang ke-14 orang yang dirawat tersebut merupakan pasien yang sudah mencapai kondisi gagal ginjal akut stadium 3.
Meskipun begitu, dr. Syahril berharap penanganannya dengan memberikan obat penawar atau antidotum yakni Fomepizole dapat menyembuhkan ke-14 pasien tersebut.
Berdasarkan kasus sebelumnya pemberian antidotum Fomepizole kepada pasien gagal ginjal akut memberikan respon baik.
Baca Juga: Daftar 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut: Masih akan Bertambah?
Sehingga upaya tersebut juga membuktikan bahwa adanya kemajuan penanganan kasus yakni tercatat penurunan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.
Selain itu, Kemenkes juga mengeluarkan petunjuk penggunaan obat sediaan cair atau sirup pada anak yang akan dijadikan pedoman seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.
Penyebab atau faktor terbesar kasus gagal ginjal akut pada anak yakni akibat intoksikasi zat pelarut Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang tercemar dalam obat sirup.
Dari latar belakang tersebut, Kemenkes memberikan pedoman agar dapat digunakan untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan terhadap penggunaan obat sirup.
"Pada tanggal 11 November 2022 Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan petunjuk penggunaan obat sediaan cair atau sirup pada anak," ujar dr. Syahril.
"Dalam rangka pencegahan peningkatan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal ini," sambungnya.***

Share this article
Kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia akhirnya mulai berkurang, kini tersisa 14 anak yang masih dirawat.