Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya

Ilustrasi: Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya
Ilustrasi: Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya

AYOJAKARTA.COM - Seorang ayah korban gagal ginjal akut pada anak memberikan somasi kepada Presiden Joko Widodo.

Ayah dari anak balita yang mengalami gagal ginjal akut yang pada akhirnya meninggal dunia ini bertekad untuk menyampaikan somasinya kepada pemerintah.

Muhammad Sufian Sauri dari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur merupakan ayah dari anak yang meninggal dunia akibat konsumsi obat sirup sehingga menyebabkan gagal ginjal akut.

Baca Juga: Terpopuler! Daftar Terbaru 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut

Ia mengaku melakukan somasi supaya Presiden Joko Widodo bisa bertindak tegas terhadap perusahaan farmasi yang menjadi Biang Kerok dari penyebaran obat sirup penyebab gagal ginjal akut (GGA).

Selain itu, Muhammad Sufian Sauri juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban yang anaknya mengalami gagal ginjal akut bahkan hingga meninggal dunia

"Saya Muhammad Sufian Sauri asal dari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur memohon maaf yang sebesar-besarnya saya melakukan somasi ini supaya bapak presiden bisa mampu menekan perusahaan farmasi yang diduga penyebab GGA ini dan supaya memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban-korban GGA," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Daftar 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut: Masih akan Bertambah?

Muhammad Sufian mengaku tidak ada perhatian sedikitpun dari pihak pemerintah baik pemerintah daerah maupun Pusat terhadap keluarga korban anak yang meninggal akibat gagal ginjal akut.

"Tidak ada sama sekali (perhatian pemerintah)," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Meskipun begitu Muhammad Sufian mengaku dikunjungi oleh salah satu perwakilan kesehatan dari kabupaten.

Baca Juga: Produsen Obat Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak Diancam Hukum Berlapis, BPKN Minta Pemerintah Lakukan 4 Hal Ini!

"Ada dari perwakilan kesehatan Kabupaten tapi hanya perwakilan saja karena beliau ada acara di Jogja saat itu," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Menurutnya sebagai pemimpin terutama dari industri farmasi seharusnya ada ucapan permohonan maaf atas kasus yang menyebabkan korban jiwa akibat produknya.

"Seharusnya kan sebagai pemimpin, intinya satu dari Farmasi minta atau apa gitu sama keluarga korban supaya kita sebagai masyarakat juga sama-sama perhatian terhadap tragedi kemanusiaan ini," jelas ayah korban GGA.

Baca Juga: Begini Mata Rantai Sampai Ada 73 Obat Sirup Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut versi BPOM

Muhammad Sufian Sauri menegaskan kepada pemerintah terutama Presiden Joko Widodo agar bertanggung jawab atas musibah yang mereka alami.

"Saya menyarankan penuh kepada pemerintah dan Pak Presiden pada intinya harus bertanggung jawab atas musibah yang kami alami yang diduga dengan menggunakan obat sirup sehingga anak kami mengalami GGA ini," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Muhammad Sufian menjelaskan kronologi anaknya didiagnosa mengalami gagal ginjal akut dengan berawal dari mengkonsumsi obat sirup Parasetamol.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar Obat Sirup Etilen Gikol Terkait Gagal Ginjal, 2 Perusahaan Farmasi Lagi Langgar CPOB!

Ia mengaku tidak percaya bahwa penyebab gagal ginjal akut ini dari obat sirup yang ia berikan untuk anaknya lantaran sakit demam.

Ketika terlihat gejala anak memburuk lalu Muhammad Sufian Sauri membawa anaknya ke rumah sakit dan pihak dokter menyampaikan bahwa kasus ini hanya terjadi di Jakarta dan memang penyebabnya karena obat sirup yang anaknya konsumsi.

"Hampir dua mingguan itu selesai minum obat sirup itu kan sudah sembuh, tapi selang beberapa hari anak saya kayak demam lagi, akhirnya saya periksakan lagi ke bidan terdekat," jelas Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Obat Sirup Ditarik dari Peredaran oleh BPOM Diduga Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi 73 Obat, Ini Daftarnya

"Kata bidan ini musimnya anak demam musimnya anak panas," sambungnya.

Mendapat hasil pemeriksaan dari bidan Muhammad Sufian merasa tenang karena kondisi anaknya tidak mengkhawatirkan, namun selang dua hari anaknya malah tidak bisa buang air kecil.

"Terus habis periksa itu dapat dua hari anak saya pagi itu nggak bisa pipis, tapi nggak ada firasat apa-apa ya mungkin kecapean," jelas Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: BPOM Umumkan Lagi 2 Perusahaan Farmasi Yang Produksi Obat yang Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

"Akhirnya waktu sore istri telfon saya kok anaknya belum pipis, Saya cukup khawatir akhirnya Besoknya saya periksakan ke Puskesmas," sambungnya.

Setelah dibawa ke Puskesmas Muhammad Sufian Sauri mendapatkan laporan untuk segera merujuk anaknya ke rumah sakit agar dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Dari Puskesmas itu nggak sanggup dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan (pemeriksaan) lab itu," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Obat Sirup Ditarik dari Peredaran oleh BPOM Diduga Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi 73 Obat, Ini Daftarnya

Muhammad Sufian Sauri menjelaskan kronologi bahwa awal didiagnosa Berdasarkan hasil pemeriksaan anaknya mengalami kekurangan cairan dan diare.

Namun selang beberapa waktu ketika dokter datang untuk visit dan melakukan pengambilan sampel darah anak tersebut sempat alami kejang.

"Awal (pemeriksaan) lab itu anak saya dehidrasi kekurangan cairan dan diare itu aja," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: BPOM Umumkan Lagi 2 Perusahaan Farmasi Yang Produksi Obat yang Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

"Ketika dokter datang melakukan visit harus menggunakan kateter dan diambil darahnya, habis diambil darahnya anak saya kejang," sambungnya.

Setelah melihat hasil pemeriksaan sampel darah anak Muhammad Sufian Sauri ternyata di diagnosa mengalami gagal ginjal akut dan harus segera dirujuk ke rumah sakit besar.

"Hasilnya keluar kata dokter anak saya kena GGA dan penyakit ini cuma ada di Jakarta Mas dan kita harus segera rujuk ke rumah sakit besar," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Update Kasus Gagal Ginjal Akut, Indonesia Segera Pulih!

Selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit Soetomo kurang lebih 6 sampai 7 hari ternyata anak dari Muhammad Sufian Sauri tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

"Terus dirawat di rumah sakit Sutomo selama 6-7 hari sampai Ade sudah nggak ada," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Atas kejadian yang menimpa anaknya, Muhammad Sufian Sauri memberikan somasi kepada Presiden Joko Widodo agar mampu bertanggung jawab atas musibah yang ia alami.

Baca Juga: Mengenal Fomepizole, Obat Terapi Pasien Gagal Ginjal, Cek Fakta Berikut!

"Harapan saya dan semuanya untuk pak presiden harus benar-benar mampu menekan perusahaan farmasi yang diduga penyebab GGA ini dan Badan POM juga bisa benar-benar bertanggung jawab," ujar Muhammad Sufian Sauri.

"Supaya nanti ke depannya tidak ada korban lagi seperti itu," sambungnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Muhammad Sufian Sauri
# gagal ginjal akut
# gagal ginjal
# Joko Widodo

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).