AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa menurut kepercayaan seluruh umat Muslim.
Salah satu bentuk keistimewaan dari Bulan Ramadan adalah Allah SWT menurunkan wahyu yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Selain itu, bentuk keistimewaan lain dari Bulan Ramadan adalah Allah SWT akan melipatgandakan setiap pahala dari amalan yang kita kerjakan di Bulan Ramadan.
Baca Juga: Update Korban Dukun Palsu Pengganda Uang Jadi 12 Orang, Ini Kata Kapolres Banjarnegara!
Di Bulan Ramadan, Allah SWT juga akan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat oleh Muslim yang senantiasa meminta ampun kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan ketika di Bulan Ramadan adalah puasa.
Puasa adalah menahan rasa lapar dan haus serta hal-hal yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Allah SWT akan memberikan pahala yang melimpah kepada Muslim yang melakukan puasa di Bulan Ramadan.
Baca Juga: PEDAS! Momen Mahfud MD Sundir Susah Ajukan Aspirasi Baik: Gagal di DPR
Tetapi, pahala puasa yang kita dapatkan akan berkurang apabila kita melakukan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Hal-hal yang mampu mengurangi pahala puasa diantaranya adalah berbohong, bergunjing, dan marah.
Menurut Buya Yahya terdapat cara untuk menambal pahala puasa yang hilang karena amarah.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Buya Yahya pada Rabu (5/4), hal pertama yang harus dilakukan ketika melakukan hal yang dapat mengurangi pahala puasa adalah taubat.
“Jika kita melakukan kesalahan maka pertama-tama yang harus kita lakukan adalah taubat,” tutur Buya Yahya.
Salah satu hal yang mampu mengurangi pahala puasa adalah marah.
Beliau menambahkan bahwa ketika sedang berpuasa kita harus pandai menahan amarah.
Apabila tidak bisa menahan amarah ketika sedang berpuasa maka sehingga puasa kita menjadi sia-sia.
Buya Yahya menjelaskan bahwa cara untuk menambal pahala puasa yang hilang karena amarah adalah kita harus benahi perilaku kita terlebih dahulu.
Setelah memperbaiki perilaku, untuk menambah pahala yang hilang karena marah kita harus memperbanyak amalan yang lain seperti membaca Al-Quran dan berdzikir.
Baca Juga: Terungkap! Jawaban Tegas Ganjar Pranowo Tolak Israel di Piala Dunia U20 2023: Demi Loyalitas Pada….
“Benahi dulu perilaku itu baru nanti sambil kita memperbanyak amalan yang lain,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan apabila kita tidak memperbaiki perilaku kita terlebih dahulu maka sama saja kita seperti mengisi panci yang bocor dengan air terus-menerus, hasilnya tetap saja air tersebut akan berkurang.
Apabila kita tidak memperbaiki perilaku kita seperti tidak mampu menahan amarah kita maka pahala puasa kita tidak akan banyak.
“Kalau bahasa lain, saya punya panci bocor, apa yang perlu aku lakukan agar panci itu penuh, terus anda kasih air terus ya tetap bocor, tambal dulu baru nanti diisi,” kata Buya Yahya.
Baca Juga: AHY: Moeldoko Masih Berkeinginan Ambil Alih Partai Demokrat Pasca 16 Kali Gagal!
“Jangan sampai kita di Bulan Ramadan ini melakukan sesuatu yang sia-sia atau dosa yang menjadikan puasa kita menjadi puasa yang sia-sia,” sambunya
“Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW ‘alangkah banyak orang puasa ini yang didapat hanya lapar dan dahaga’,” tambah Buya Yahya.
Buya Yahya menegaskan bahwa kita harus menyadari sifat dan perilaku yang tidak baik yang kita miliki.
Kemudian setelah itu kita harus memperbanyak Istighfar.
Baca Juga: Agar Tak Mudah Mengalami Depresi, Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan Tentang Ayat Ini!
“Jadi sadar dulu kalau anda punya sifat yang tidak baik, perilaku yang tidak baik, dan kemudian menyesal dan beristighfar, maka itulah cara untuk mengembalikan amal kita,” pungkas Buya Yahya.***

Share this article
Buya Yahya memberitahu tentang cara menambal pahala yang hilang akibat amarah saat puasa. Simak selengkapnya langsung di sini yuk!