AYOJAKARTA.COM - Berikut ini akan diinformasikan mengenai tujuh nama negara Indonesia sebelum Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Sebagaimana diketahui, para pahlawan Indonesia harus melewati berbagai rintangan untuk berhasil meraih Hari Kemerdekaan.
Belum banyak yang tahu, ternyata sebelum Hari Kemerdekaan, Indonesia memiliki berbagai macam nama.
Baca Juga: Ini 10 Pantun Betawi tentang Kemerdekaan Indonesia untuk HUT RI 17 Agustus
Lantas apa saja nama-nama negara tercinta ini sebelum merdeka pada tahun 1945?
Simak ulasan legkapnya seperti dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Angka dan Data Channel pada Selasa (9/8/2022).
Sebagaimana diketahui, tinggal menghitung hari HUT ke 77 RI akan dirayakan.
Baca Juga: Ini Contoh Biantara atau Pidato Bahasa Sunda tentang Kemerdekaan Indonesia ke-77 untuk 17 Agustus
Tentunya, Indonesia memiliki sejarah panjang sebelum menjadi negara yang merdeka.
Setelah melalui masa yang cukup sulit dengan melawan penjajah, Indonesia pun berhasil meraih kemerdekaan pada 17 Agustus Tahun 1945.
Namun sebelum itu, ternyata Indonesia punya tujuh nama lain yang harus diketahui oleh masyarakat.
Baca Juga: 11 Poster Kemerdekaan Indonesia 77 Siap Download, Bisa Edit dan Langsung Cetak
Berikut ulasannya:
1. Dwipantara
Pertama kali Indonesia ini bernama Dwipantara.
Nama Dwipantara terdapat dalam catatan kuno bangsa India.
Seperti diketahui dahulu Indonesia memiliki banyak kerajaan Hindu dan agama Hindu bersasal dari India.
Hindu sendiri mulai masuk ke Indonesia pada 78 masehi.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Beserta Caption untuk Memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2022
Dwipantara berasal dari dua bahasa Sangskerta yaitu Dwipa yang berarti pulau dan Antara berarti luas atau seberang.
Sehingga Dwipantara memiliki arti sebagai kepulauan tanah seberang.
2. Nusantara
Setelah berabad-abad, nama Dwipantara lantas berubah menjadi Nusantara.
Nusantara kala itu terkenal sebagai sumber rempah-rempah.
Sebutan Nusantara ini digunakan pertama kali di masa kerajaan Majapahit.
Hal tersebut bisa dilihat dari isi Sumpah Palapa yang diucapkan mahapatih Gajah Mada Tahun 1336.
Pada masa kerajaan Majapahit kala itu, meliputi seluruh wiliyah Nusantara dengan politik luar negeri yang dikenal dengan "Persahabatan denga Tetangga"
Hal ini juga dikuatkan dan tercatat pada Buku Nagarakertagama karya Mpuh Prapanca.
Dikisahkan bahwa Gajah Mada menjadi pelopor yang menyatukan Nusantara yang pernah terpecah berabad-abad lamanya.
Selain itu, nama Nusantara sendiri hingga kini masih digunakan dan sering diucapkan sebagai julukan bagi bangsa Indonesia.
3. Hindia
Pada tahun 1494 nama Nusantara lantas berganti menjadi Hindia.
Pergantian nama itu terjadi setelah kedatangan bangsa Eropa.
Nama Hindia diberikan khusus oleh penjelajah asal Portugis, yaitu Vasco da Gama yang menemukan pulau Indonesia.
Baca Juga: Teks Khotbah Jumat Tema Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Mengenang Kembali Perjuangan Para Pahlawan
Kala itu, Vasco da Gama mencari rempah-rempah dari Eropa melalui India.
Kemudian ia menemukan gugusan kepulauan yang diberi nama Hindia karena berbatasan dengan Samudera Hindia.
4. Hindia Belanda
Kemudian, tahun 1596 bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan Hindia.
Sehingga nama Hindia berubah menjadi Hindia Belanda.
Penambahan kata Belanda dipakai sebagai penegasan bahwa Hindia (Indonesia kini) merupakan wilayah kekuasaan Belanda.
5. Insulinde
Hingga pada tahun 1860 seorang penulis ternama Belanda bernama Douwes Dekker mengusulkan nama baru untuk Hindia Belanda.
Ia mengaku jijik mendengar nama Hindia Belanda karena negara tersebut membuat perlakuan buruk terhadap warga Indonesia.
Baca Juga: 7 Film Tentang Kemerdekaan Indonesia untuk Rayakan 17 Agustusan, Ada Merah Putih hingga Kartini
Sehingga saat itu, nama Hindia Belanda mendapatkan stigma buruk di mata internasional.
Douwes Dekker juga sering mengkritik perlakuan penjajah Belanda pada rakyat Indonesia hingga ia mengusulkan nama baru yaitu Insulinde.
Insulinde berasal dari kata Insula yang berarti kepulauan dan Insulinde memiliki arti kepulauan Hindia.
Baca Juga: Misteri di Balik Angka 17 yang Dipilih Soekarno untuk Memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia
6. Kepulauan Melayu
Kemudian pada 1869 seorang penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yakni Kepulauan Melayu.
Diberi nama tersebut karena Pulau Melayu yang menguasai lautan saat itu.
Wilayah yang masuk Kepulauan Melayu tidak hanya Indonesia tapi juga Singapura dan Malaysia.
7. To-Indo
Tahun 1942 Indonesia dikuasai oleh negara Jepang.
Selama masa penjajahan itu Indonesia bernama To-Indo yang dalam Bahasa Jepang berarti Hindia Timur.
Selama masa kekusaan Jepang, To-Indo dipakai secara resmi untuk menamakan wilayah taklukan mereka dari 1942-1945.
Tiba waktu di tahun 1945, kala itu bangsa Belanda masih berusaha mengusai kembali Indonesia setelah berakhirnya kedudukan Jepang.
Baca Juga: Sejarah Kelam di Balik Kemeriahan Panjat Pinang, Tradisi Sambut Kemerdekaan RI
Namun berkat perjuangan rakyat dari Sabang sampai Merauke, Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945 dan memakai nama Indonesia secara resmi sebagai nama negara yang kita cintai.
Sebagai informasi, nama Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1850.
Nama Indonesia itu diperkenalkan oleh James Richardson Logan dan Geroge Samuel ilmuan asal Inggris.
Baca Juga: Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Ada 3 Bagian Penting yang Wajib Diketahui!
Keduanya menyebut kepulauan Hindia dengan sebutan Indonesia dalam majalah ilmiah tahunan mereka yang terbit di Singapura dengan judul "The Indian Archipelago and Estern Asia".
Nama Indonesia sendiri berasal dari dua suku kata Bahasa Yunani yaitu Indus yang berarti Hindia dan Nesos berarti kepulauan.
Demikian ulasan mengenai tujuh nama Indonesia sebelum merdeka 17 Agustus 1945.***

Share this article
Berikut tujuh nama lain Indonesia sebelum merdeka. Di antaranya ada Nusantara hingga Insulinde. Sudah tahukah kamu?