3 Ramalan Jayabaya Tahun 2023, Nomor 2 Sudah Terbukti?

3 Ramalan Jayabaya Tahun 2023, Nomor 2 Sudah Terbukti?

3 Ramalan Jayabaya Tahun 2023, Nomor 2 Sudah Terbukti?

AYOJAKARTA.COM – Menuju pergantian tahun, mulai banyak informasi ramalan yang akan terjadi di tahun 2023.

Menjelang penghujung akhir tahun memang tak lepas dari banyaknya informasi ramalan di tahun 2023.

Biasanya informasi ramalan tersebut dibahas oleh seseorang yang merupakan seorang peramal.

Ramalan mengenai kejadian yang akan ada di dunia sebelumnya pernah dibahas oleh mereka yang pernah hidup lebih dulu.

Baca Juga: Sebelum Kejar Bawa Pisau, Kuat Maruf Sebut Brigadir J Aneh Saat Lakukan Hal Ini di Tangga

Seperti halnya Nostradamus, sosok peramal yang dikenal karena ramalannya yang fenomenal.

Ramalan Nostradamus menjadi fenomenal karena ia bisa meramalkan suatu kejadian besar di dunia.

Bahkan Nostradamus telah mencatatkan ramalan-ramalannya dalam sebuah buku yang hingga kini buku tersebut menjadi sorotan masyarakat.

Di Indonesia, ada juga sosok yang dikenal dengan ramalan-ramalannya.

Sosok tersebut adalah Jayabaya, yang merupakan seorang raja dari Kerajaan Kadiri yang memerintah pada tahun 1135-1157.

Baca Juga: Jangan Salah Paham! Aktivitas Sesar Tidak Memicu Gempa Megathrust, Keduanya Sangat Bertolak Belakang Begini

Jayabaya dikenal dengan ramalannya, termasuk ramalan mengenai tahun 2023.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Nasib dan Hoki, berikut 3 ramalan Jayabaya di tahun 2023.

1. Kondisi alam

Sebelumnya, Nostradamus telah mencatatkan ramalannya mengenai kondisi cuaca dimana pelangi tak akan tampak, tanah mulai gersang, dan banjir dimana-mana.

Ramalan Nostradamus kemudian diperjelas oleh Baba Vanga, yang merupakan seorang peramal tunanetra.

Baba Vanga menyebut jika di tahun 2023 orbit bumi akan bergeser dan akan terjadi tsunami matahari yang akan membawa dampak pada iklim dan cuaca.

Beberapa indigo di Indonesia juga meramalkan jika pada tahun 2023 bencana alam di Indonesia akan didominasi oleh elemen air, batu dan api.

Baca Juga: Info Mendesak! Kasus Baru Penyebab Gagal Jadi ASN dan PPPK, Buruan Cek Sekarang Sebelum Terlambat

Bahkan ada juga yang menyebut jika akan ada gunung api yang mengalami erupsi.

Ramalan tentang perubahan iklim dan cuaca yang menyebabkan bencana alam juga dituliskan oleh Jayabaya.

Ramalan tersebut berbunyi “bumi soyo suwe soyo mengkeret, dan juga, banjir bandang ana ning ngendi endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni,”.

Jika diartikan bumi semakin lama semakin menyusut, banjir besar ada dimana-mana, gunung meletus tidak memberi pertanda.

Berkaitan dengan fenomena alam tersebut juga dirangkum oleh Jayabaya dengan bunyi “akeh udah salah mongso atau banyak hujan di musim yang salah” dimana artinya keseimbangan alam sudah terganggu.

2. Kemajuan teknologi

Ramalan tentang kemajuan teknologi pernah diramalkan oleh Baba Vanga, yaitu sebagian besar populasi manusia akan terpaku dengan sebuah layar berukuran kecil.

Layar berukuran kecil yang dimaksud adalah sebuah handphone.

Jayabaya juga meramalkan terkait kehidupan manusia modern.

Ramalan tersebut berbunyi “akeh omah ing ndhuwur jaran,” yang memiliki arti banyak rumah di atas kuda.

Baca Juga: Ekspresi Kaesang Pangarep yang Berubah 180 Derajat saat Layani Tamu Pernikahan Bikin Netizen Gagal Fokus!

Kiasan Jawa tersebut merujuk pada alat transportasi pada zaman tersebut, yakni kuda.

Maka dari itu bisa diartikan bahwa akan ada transportasi yang semakin canggih.

Tansportasi canggih tersebut bisa membuat orang seakan berada didalam rumah.

Ramalan tersebut dibuktikan dengan adanya perkembangan teknologi transportasi khususnya jenis mobil.

Saat ini mobil sudah banyak mengalami perkembangan, salah satunya yaitu mobil listrik yang memiliki fitur self-driving.

Fitur tersebut membuat pengemudinya nyaman seperti berada di rumah sendiri.

3. Pandemi belum usai

Virus corona diramalkan akan tetap ada dan kasusnya akan kembali meningkat di awal tahun 2023.

Meningkatnya virus corona tersebut disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang menjalani libur akhir tahun.

Jayabaya sudah meramalkan mengenai virus corona itu yang berbunyi “akeh wong dicokot lemut mati, lan akeh wong dicokot semut sirno,”.

Baca Juga: Trik Ferdy Sambo Kelabui Bharada E untuk Tembak Brigadir J hingga Tewas: Jadi Gini Cad Skenarionya

Jika diterjemahkan berarti banyak orang digigit nyamuk menjadi mati dan banyak orang digigit semut menjadi musnah.

Nyamuk dan semut merupakan binatang ada disekitar manusia, jika binatang tersebut bisa membunuh manusia maka akan banyak orang yang mati.

Hal tersebut menggambarkan banyaknya nyawa yang hilang akibat virus corona.

Sebagian orang yakin jika siklus pandemi adalah 5 tahun, sehingga virus corona aka naman pada akhir 2024 atau awal 2025.

Demikian 3 ramalan Jayabaya di tahun 2023. Semoga bermanfaat.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.

Nasional 03 Jun 2026, 15:42 WIB

Badan Gizi Nasional Diguncang Geledah Kejagung dan Perombakan Total, Ada Apa?

Presiden Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana akibat rapor merah program Makan Bergizi Gratis (20 ribu kasus keracunan). Kantor BGN pun digeledah Kejagung terkait dugaan korupsi dan unit ilegal.

Bisnis 03 Jun 2026, 15:18 WIB

Gandeng Pertamina Patra Niaga JBB, Kelompok Kampung Sirih Mandiri Finansial Berkat Bisnis Ecoprint

Pertamina Patra Niaga Regional JBB gelar Pelatihan Ecoprint di Kampung Sirih Serpong demi bangun ekonomi sirkular dan SDGs.

Teknologi 03 Jun 2026, 15:17 WIB

Fitbit Air Resmi Meluncur, Gelang Pintar Google Tanpa Layar dan Bebas Biaya Langganan

Google merilis Fitbit Air, gelang kesehatan tanpa layar seberat 12 gram seharga Rp2,6 juta. Berfitur lengkap, tahan air 50m, baterai 7 hari, dan tanpa biaya langganan bulanan untuk fitur intinya.