AYOJAKARTA.COM – Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan kawan-kawan memang menyita perhatian publik selama berbulan-bulan.
Di luar ruang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tempat berlangsungya sidang Ferdy Sambo dan kawan-kawan, terutama di media sosial, keriuhan orang membahas kasus itu tidak kalah ramainya.
Dari rumor yang masuk akal sampai yang berbau tahayul beredar di media sosial dalam berbagai platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, dan Twitter. Karena bersumber dari media sosial, tentu kesahihan informasi yang beredar patut dipertanyakan.
Namun tidak sedikit netizen atau warganet yang menelan bulat-bulat kemudian menyimpulkan informasi dari media sosial itu adalah sesuatu hal yang sesusai fakta, bukan hal yang mengada-ada.
Satu ‘informasi’ dari media sosial terkait dengan perkara pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dkk adalah kehadiran arwah Yosua di sidang tersebut.
Kabar yang berasal dari TikTok, sebelumnya pernah muncul juga di Facebook, tentu harus dipertanyakan keabsahan sumber dan kebenaran informasinya.
Ayojakarta telah melakukan penelurusan terhadap penggalan video di TikTok yang menyebutkan bahwa arwah Brigadir J atau Yosua turut hadir dalam sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf.
“sangat mengerikan ketika sidang kuat Maruf, arwah almarhum brigadir J datang.”
“detik-detik kedatangan almarhum Yosua, pengacara sempat linglung dan mati lampu.”
Demikian yang keterangan tertulis di dalam penggalan video yang diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 pada 6 November 2022.
Ayojakarta yang menonton sampai selesai video tersebut tidak menyaksikan apapun kecuali tanda panah berwarna pink di rekaman itu dengan keterangan video “mengerikan saat almarhum brigadir J datang di persidangan Kuat Maruf #brigadirj.”
Tanda panah tersebut seperti ingin menunjukkan kedatangan arwah mendiang Brigadir J dalam persidangan tersebut.
Baca Juga: Ini Daftar Baru 69 Obat Sirup Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut yang Ditarik Izin Edarnya oleh BPOM
Dari penelusuran Ayojakarta ke beberapa rekaman video siaran langsung sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, tidak tampak apa yang dinarasikan oleh akun TikTok tersebut.
Hoaks seputar kehadiran arwah Brigadir J seperti diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 bukan kali pertama.
Pernah juga beredar akun Facebook yang memberikan narasi bahwa arwah Brigadir J masih gentayangan dengan mengacu unggahan di kanal YouTube Uya Kuya berisi wawancara dengan Anggota Komisi III DPR, Sahroni.
“5 Menit Brsaksi Arwah Brigadir J Sampaikn Pesan Penting Ini Ungkap Tujuan Ferdi Sambo Habisi Yosua.” Begitu narasi videp yang beredar di Facebook.
Berdasarkan penelurusan Ayojakarta, dalam wawancara di YouTube Uya Kuya itu, tidak ada sekalipun keterangan dari Sahroni bahwa arwah Bridgir J masih gentayantang.
Ketika menjawab satu pertanyaan terkait isu kekerasan seksual yang dialami oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Sahroni mengatakan orang hanya bisa memberikan narasi-narasi secara umum.
Baca Juga: Nasihat Ustad Adi Hidayat untuk Pasangan yang Ingin Punya Keturunan dan Anak Soleh
“Tapi pengakuan para tersangka terkait informasi yang dia sampaikan, masalahnya hanya Tuhan dan dia yang tahu. Kalau Josua… ada orang pintar bisa dibangunkan untuk bisa bersaksi saja 5 menit, itu kan lebih arif,” kata Sahroni.
“Cuma kan masalahnya mereka mengatakan ini, itu, hanya mereka saja yang tahu, kita tidak tahu. Makanya kasihan almarhum pada posisi sekarang. Mungkin dia hanya bisa melihat dan mendengar tapi enggak bisa berkata-kata,” tutur Sahroni.
Misteri HP Yosua Keluar dari Grup WA Keluarga
Salah satu barang milik Yosua yang memunculkan tanda tanya bagi keluarga mendiang telepon genggam alias HP. Keberadaan gawai kepunyaan Brigadir J, menurut keluarga, masih misteri.
Pengacara keluarga Yosua, Martin Lukas Simanjuntak, sempat bercerita keanehan menyangkut keberadaan HP milik mendiang Brigadir J seperti dituturkan keluarga.
Pada Selasa pagi, 8 November 2022, menurut keterangan Martin mengutip cerita keluarga Yosua, nomo HP milik mendiang Brigadir J tiba-tiba keluar dari grup WhatsApp keluarga.
Di HP Yuni, kakak dari Yosua, Brigadir J ditulis disimpan dengan nama kontak Dx Yosua. Nomor WA itu pada pukul 07.19 diketahui keluar dari grup WhatsApp keluarga.
“Saya ada kirim satu lagi, mereka (anggota grup WA keluarga) bertanya-tanya di dalam grup, ada tulisan ‘Bang Frian keluar’,” ungkap Martin Simanjuntak dalam wawancaranya dengan Kompas TV, Selasa 8 November 2022.
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Dahsyatnya Dzikir Nabi Yunus Biar Doa Cepat Terkabul
Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu
Bang Frian, menurut Martin SImanjuntak, merupakan nama kontak yang disimpan oleh adik dari Brigadir J atau Yoshu. Frian, katanya, adalah nama panggilan Brigadir J di keluarga.
Martin Simanjuntak merasa bingung kenapa bisa nomor WA Brigadir J itu bisa keluar dari grup keluarga. “Saya curiganya keluarnya(nomor HP Brigadir J) ini bukan karena kebetulan.”
Sebelumnya, pada Juli lalu, Polri menyebut handphone atau ponsel milik Brigadir J yang meninggal dibunuh di rumah Ferdy Sambo telah diamankan oleh penyidik untuk diteliti di laboratorium forensik (labfor).
“HP sudah ada di Puslabfor dan penyidik sudah memintakan untuk diteliti oleh labfor Polri," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan Senin 18 Juli 2022.
Keterangan soal hilangnya HP Brigadir Yoshua itu disampaikan pengacara keluarga Brigadir Yoshua saat mendatangi Bareskrim Polri. Pengacara keluarga Brigadir Yoshua datang untuk melaporkan dugaan pembunuhan berencana.
"Handphone yang kita laporkan itu handphone-nya Almarhum (Brigadir J) ada tiga atau empat, itu sampai sekarang belum ditemukan," ungkap pengacara keluarga Brigadir Yoshua, Kamaruddin Simanjuntak kala itu seperti dilansir pmjnews.com.
Sementara itu, mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer yang hadir sebagai saksi dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J memberikan kesaksian tentang keberadaan HP milik Yosua.
Dalam sidang pada Selasa 8 November di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, Romer menjadi saksi dengan terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
Romer menuturkan bahwa saat itu dirinya diperintahkan oleh Chuck Putranto, yang juga menjadi terdakwa perkara perintangan penyidikan, untuk membawa barang-barang milik mendiang Brigadir J ke Biro Provos.
“Dari Kakorspri, Pak Kompol Chuck Putranto saat itu mengabari untuk membawa barang-barang Almarhum ke Biro Provos,” ujar seperti dilansir pmjnews.com
Romer menyebutkan bahwa barang-barang milik Brigadir J berada di kamar para ajudan di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling, yakni mulai dari baju, celana, tas, koper serta dua handphone yang berada di dalam tas.
“(Barang-barang Brigadir J) Ada di kamar ADC di Saguling,”” ucap Romer.
Nah, pilihan tergantung para pembaca. Percaya cerita yang masuk akal atau menelan mentah-mentah info yang tidak jelas asal-usulnya apalagi kebenarannya.

Share this article
Di luar ruang PN Jaksel, terutama media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram dan Twitter, ramai orang bicara sidang Ferdy Sambo dkk.