AYOJAKARTA.COM--Sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal, Kuat Maruf, serta pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, masih bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Babak baru sidang Richard Eliezer dari 5 terdakwa terkait pembunuhan Brigadir J terungkap oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Baca Juga: Rasa Takut ke Sambo Jadi Alasan Bharada E Siap Tembak Brigadir J: Di Pikiran Saya, Aduh...
Dikutip melalui video yang beredar di kanal Youtube Kompas TV oleh ayojakarta.com pada 8 Januari 2023, Richard Eliezer memasuki pemeriksaan keterangan terdakwa.
Melalui sidang pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 5 Januari 2023, Richard Eliezer kembali ditanya oleh Jaksa terkait kronologi bagaimana ia diperintah langsung oleh Putri Candrawathi.
Istri dari Ferdy Sambo ini, sempat memberikan perintah kepada Richard Eliezer saat di mobil menuju ke rumah Saguling yang mana langsung dieksekusi oleh Eliezer.
"Siap saya disuruh bawa senjata ke atas," terang Eliezer di persidangan pemeriksaan keterangan terdakwa.
Richard Eliezer menurut ketika disuruh untuk mengantarkan senjata jenis Steyr ke lantai tiga rumah Saguling pada 8 Juli 2022 oleh Putri Candrawathi yang terlebih dahulu naik lift ke lantai tiga.
Ia disuruh masuk ke kamar yang mana menuju ke sebuah lemari penuh senjata milik kediaman Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut.
Baca Juga: Viral Video Anak Berteriak di Dekat Kubur Ayah, Suruh Bangun karena Kotor : Begini Reaksi Warganet!
Bharada E menjelaskan, pasca ia menaruh senjata, ia mengajak Kuat Maruf turun ke bawah.
Eliezer mengatakan bahwa ia sempat kaget melihat isi lemari senjata, tetapi karena perintah ia segera meletakkan senjata lalu turun ke lantai bawah.
Lemari Senjata
Lemari senjata sempat menjadi perbincangan, bagaimana seorang polisi dapat memiliki banyak senjata di rumahnya, tetapi Putri Candrawathi sempat mengaku tidak memahami senjata api.
Hal ini pernah dijelaskan oleh Ferdy Sambo secara langsung terkait lemari penuh senjata yang menjadi perbincangan.
"Bukan gudang senjata, tetapi lemari dengan senjata. Semua senjatanya disita oleh Bareskrim Yang Mulia," terang Ferdy Sambo pada Hakim di persidangan 12 Desember 2022.
Pengakuan itu membuat Richard Eliezer dan penasihat hukumnya, Ronny Talapessy full senyum.
Kronologi Lemari Senjata
30 November 2022
Richard Eliezer pertama kali mengucapkan kata gudang senjata yang mana diganti lemari penuh senjata di salah satu kamar di kediaman Saguling saat ia diperintah oleh Putri Candrawathi untuk mengamankan senjata api.
Hal ini membuat Jaksa bertanya apakah Putri Candrawathi bisa menggunakan senjata api yang mana Eliezer menjawab tidak tahu.
12 Desember 2022
Ramai perbincangan terkait lemari penuh senjata di kediamannya, Ferdy Sambo mengakui kepemilikan lemari itu secara langsung, yang mana ia tambahkan keterangan bahwa semua telah disita.
Hal itu membuat kesaksian Eliezer sebelumnya bukan kebohongan atau skenario.
Baca Juga: Tidak Ditemukan Lemari Senjata Saat Hakim Cek Rumah Saguling, Kelirukah Kesaksian Richard Eliezer?
4 Januari 2023
Hakim Wahyu, Jaksa Penuntut Umum, dan para penasihat hukum terdakwa, termasuk Ronny Talapessy meninjau kediaman Sambo, baik di Saguling maupun di Duren Tiga.
Hal ini membuat Ronny Talapessy membuat pernyataan bahwa Lemari Senjata di Saguling sudah ditutup, sesuai dengan tinjauan bersama rombongan Hakim Wahyu.
5 Januari 2023
Melalui sidang dengan agenda pemeriksaan keterangan terdakwa Richard Eliezer, Jaksa kembali menanyakan perihal Putri Candrawathi yang memerintahkan Richard Eliezer untuk naik ke lantai tiga rumah Saguling dan mengamankan senjata, yang mana dijawab sama seperti keterangan pada 30 November 2022.
Hingga saat ini sidang masih berlangsung. Sidang dengan agenda pekan depan, atau pekan kedua Januari 2023 adalah pemeriksaan Ferdy Sambo sebagai terdakwa.
Persidangan terkait pembunuhan Brigadir J dimulai sejak pertengahan Oktober 2022 dan hingga sekarang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.***

Share this article
terungkap dalam persidanga perintah Putri Candrawathi kepada richard Eliezer soal senjata hingga terungkap tentang lemari senjata yang raib