AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah sederet fakta soal kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar.
Diketahui, isu kenaikan harga BBM naik di tahun 2022 tengah menjadi sorotan publik.
Terlebih saat isu harga BBM subsidi yakni Petalite dan Solar akan naik.
Baca Juga: Update Kenaikan BBM, Berapa Harga Pertalite Terbaru?
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari AyoBandung.com dengan judul "5 Fakta Terkait Kenaikan Harga BBM Pertalite dan Solar, Subsidi BBM capai Rp502 Triliun".
Sebagaimana diketahui, BBM jenis Perltalite dan Solar tentu menjadi bahan bakar yang paling banyak dipakai oleh berbagai kalangan.
Beberapa sinyal mengenai kenaikan tersebut juga sudah terlihat dari Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa subsidi yang diberikan untuk BBM sudah cukup besar.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Subsidi BBM Belum Tepat Sasaran Lantaran Lebih Banyak Dinikmati Orang Mampu
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa total kuota BBM jenis Pertalite disediakan pemerintah sebanyak 23,05 juta kiloliter (KL) untuk tahun 2022, akan tetapi dari total kuota disebutkan sudah terpakai hingga 16,84 juta KL per bulan Juli ini.
Maka dari itu, simak 5 fakta terkait kenaikan harga BBM di bawah yang sudah Ayobandung.com lansir dari Suara.com.
- Subsidi BBM capai Rp502 Triliun
Baca Juga: Ditegur Karena Serobot Antrian Isi BBM, Anggota DPRD Palembang Aniaya Seorang Wanita
Suda beberapa kali Presiden Joko Widodo menyatakan subsidi yang diberikan pemerintah untuk bahan bakar minyak sudah terlampau besar.
Kini pemerintah telah memberikan subsidi untuk BBM sebesar Rp502 triliun. Menurut presiden, taka da negara manapun di belahan bumi ini yang mempu menanggung subsidi sebesar itu.
"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 (triliun) sekarang sudah Rp502 triliun. Negara manapun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin 1 Agustus 2022.
Baca Juga: Pom Minyak Goreng di Bandung Bikin Banyak Kendaraan Kecele Saat Hendak Isi BBM
- Presiden bandingkan harga BBM Indonesia dengan negara lain
Kenaikan harga BBM bersubsidi nampaknya suda di depan mata. Sejumlah sinyal kenaikan harga BBM telah diberikan oleh pemerintah.
Setelah menyatakan beban subsidi BBM yang diberikan pemerintah sudah terlampau tinggi, Presiden Joko Widodo juga membandingkan harga BBM di Indonesia dengan di sejumlah negara.
Menurut presiden, saat ini harga BB< di negara lain bisa mencapai Rp31 dan Rp 32 ribu per liternya. Sementara di Indonesia, harga BBM jenis Pertalite hanya dipatok dengan harga Rp 7.650 per liter.
"Kita patut bersyukur, Alhamdulilah kalau bensin di negara lain harganya sudah Rp31.000, Rp32.000. Di Indonesia Pertalilte masih harganya Rp7.650," ucap presiden.
- Perkiraan harga baru BBM bersubsidi
Baca Juga: Besok Pendaftaran Pengguna Kendaraan Berhak BBM Bersubsidi Lewat MyPertamina di DIY, Cek syaratnya!
Meski kabar harga BBM bersubsidi akan naik, hingga kini pemerintah belum juga membocorkan berapa harga baru BBM bersubsidi nantinya.
Namun di media sosial, warganet sudah mulai mengira-ngira harga baru BBM bersubsidi tersebut. Di media sosial seperti Twitter dan Instagram, warganet memperkirakan harga BBM jenis Pertalite akan naik dari harga sekarang Rp 7.650 menjadi Rp10 ribu.
Namun kabar tersebut ditepis oleh PT Pertamina. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, hingga kini Pertamina belum menerima informasi apapun mengenai harga baru BBM bersubsidi.
Baca Juga: Mulai Besok 5 Provinsi Ini Uji Coba MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi, Mana Saja?
Menurut Irto, Pertalite dan Solar adalah jenis BBM yang harganya memang ditentukan oleh pemerintah. PT Pertamina menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada pemerintah.
- Dampak jika harga BBM bersubsidi naik
Setiap kebijakan yang diambil pemerintah tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Termasuk dalam hal menaikkan harga BBM.
Baca Juga: Daftar Kota yang Terapkan Uji Coba MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi Mulai Besok, Cek Wilayahmu!
Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Ahmad Muzani, jika pemerintah menaikkan harga BBM, maka akan berdampak pada inflasi.
Dan kenaikan inflasi, lanjut Muzani, akan menyebabkan harga kebutuhan pokok meningkat. Dengan kata lain, kenaikan harga BBM bersubsidi akan membuat daya beli masyarakat semakin kecil.
"Tentu stabilitas harga pokok dan tidak naiknya harga BBM menjadi harapan dari setiap rakyat Indonesia. Meskipun kami menyadari bahwa anggaran subsidi BBM saat ini telah mencapai Rp502 triliun, angka tersebut jumlahnya sangat fantastis," kata Muzani di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Daftar 5 Provinsi yang Uji Coba Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi Mulai 1 Juli 2022
- Kalangan buruh tolak kenaikan harga BBM
Seiring dengan kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok diperkirakan juga akan naik. Hal ini kemudian memicu gelombang protes dari masyarakat.
Salah satunya dari kalangan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa buruh menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
Baca Juga: Harga 3 BBM Non Subsidi di Indonesia Naik, Apasaja Jenisnya?
Diantaranya adalah kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli masyarakat, sebab hal tersebut tida diimbangi dengan kenaikan upah buruh.
Alasan lainnya adalah, kenaikan harga BBM akan memicu gelombang PHK, sebagai imbas efisiensi keuangan yang dilakukan perusahaan.
Itu dia 5 fakta terkait harga BBM naik jenis Pertalite dan Solar.***

Share this article
Berikut ini adalah sederet fakta kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar, subsidi BBM mencapai angka Rp 502 triliun.