AYOJAKARTA.COM -- Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia menghadapi ancaman serius dari potensi gempa bumi megathrust.
Pakar kegempaan dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI), Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa Pulau Jawa merupakan wilayah dengan risiko tertinggi akibat kombinasi potensi gempa besar dan kepadatan penduduk yang tinggi.
Nuraini menjelaskan bahwa Indonesia memiliki total 15 segmen megathrust yang tersebar di berbagai wilayah.
"Bidang megathrust membentang dari Pesisir Barat Sumatera, Selatan Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, terdapat juga segmen di Utara Sulawesi dan Papua," ujarnya.
Keberadaan megathrust ini disebabkan oleh posisi geologis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Interaksi antara lempeng-lempeng ini menciptakan zona subduksi yang berpotensi menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo besar.
Baca Juga: WASPADA! 2 Ancaman Nyata dari Gempa Megathrust Dibocorkan Peneliti BRIN
Potensi Magnitudo hingga 9,0
Menurut Nuraini, setiap segmen megathrust memiliki potensi kekuatan gempa yang berbeda.
"Di daerah Sumatera dan Selatan Jawa, potensi magnitudonya bisa mencapai hingga 9,0. Sementara di Utara Sulawesi dan Papua, potensi tersebut berada di kisaran magnitudo 8,5," jelasnya.
Sejarah mencatat beberapa kejadian gempa megathrust besar di Indonesia, seperti Gempa Aceh pada tahun 2004 yang mencapai magnitudo 9,1 dan menimbulkan tsunami dahsyat.
Selain itu, gempa-gempa signifikan lainnya terjadi di Nias, Bengkulu, Pangandaran, dan Pacitan dalam dua dekade terakhir.
Meski hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi terdampak gempa megathrust, Nuraini menyoroti Pulau Jawa sebagai wilayah dengan risiko tertinggi.
"Secara potensial, bahaya gempa megathrust terbesar ada di sepanjang Pesisir Selatan Jawa. Ditambah dengan fakta bahwa Pulau Jawa merupakan pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, risiko yang dihadapi menjadi jauh lebih besar," ungkapnya.
Dampak gempa megathrust di Pulau Jawa tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan fisik yang masif, tetapi juga berpotensi menyebabkan korban jiwa yang besar dan kerugian ekonomi yang signifikan.
Baca Juga: Pulau Jawa Terancam Terdampak Gempa Zona Megathrust Paling Serius, Begini Kata Peneliti BRIN
Menanggapi ancaman ini, Nuraini menekankan pentingnya upaya mitigasi bencana yang berbasis pada sains, rekayasa, teknologi, dan inovasi.
"Mitigasi bencana harus didasarkan pada pemahaman ilmiah yang kuat dan penerapan teknologi mutakhir untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa.
Baca Juga: Siaga Megathrust! Ini Beberapa Antisipasi yang Perlu Dilakukan saat dan setelah Gempa Bumi
Ancaman gempa megathrust di Indonesia merupakan realitas yang harus dihadapi dengan serius.
Dengan pemahaman yang mendalam, perencanaan yang matang, dan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat, dampak destruktif dari bencana ini dapat diminimalkan.
Kesiapsiagaan dan mitigasi yang efektif menjadi kunci untuk melindungi jutaan jiwa dan menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan nasional.

Share this article
Pulau Jawa merupakan wilayah dengan risiko tertinggi akibat kombinasi potensi gempa besar dan kepadatan penduduk yang tinggi.