Debat Panas! Dedi Mulyadi Panen Kritik usai Usulkan Vasektomi untuk Penerima Bansos, Langgar Hak Asasi hingga Fatwa Haram

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan program Keluarga Berencana (KB) dengan metode vasektomi jadi syarat penerima bansos.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan program Keluarga Berencana (KB) dengan metode vasektomi jadi syarat penerima bansos.

AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar keikutsertaan dalam program Keluarga Berencana (KB) dengan metode vasektomi dijadikan syarat bagi masyarakat yang ingin menerima bantuan sosial (bansos).

Vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi permanen bagi pria dengan cara memutus saluran sperma.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pengendalian kelahiran penting dilakukan agar pertumbuhan penduduk bisa ditekan dan masyarakat bisa merencanakan keluarga secara lebih bertanggung jawab.

Baca Juga: Usulan Program Vasektomi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tuai Kontroversi, MUI Tegaskan Haram hingga Mensos Minta Diskusi

Menurut Dedi, dari sisi tanggung jawab, ketika seseorang menikah, maka dia bertanggung jawab terhadap kehamilannya, kelahirannya, dan pendidikan anaknya.

"Nah kalau orang tidak punya kemampuan untuk membiayai kelahiran, membiayai kehamilan, membiayai pendidikan ya jangan dulu ingin menjadi orang tua dong," ungkap Dedi Mulyadi.

Menurutnya, pengendalian kelahiran termasuk vasektomi dapat menjadi solusi untuk memutus lingkaran kemiskinan.

Menurutnya, saat ini pria juga memiliki peran penting dan akses terhadap alat KB, sehingga tidak semestinya hanya perempuan yang menanggung beban pencegahan kehamilan.

Baca Juga: MUI Tegaskan Haram, Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos? Dedi Mulyadi: Banyak Alternatif KB Pria, Debat Panas Dimulai!

"Hari ini kan yang cenderung anaknya banyak itu cenderung miskin. Maka para penerima bantuan sosial saya harapkan, yang laki-lakinya lho, para suami yang ber-KB sebagai bentuk tanda tanggung jawab terhadap diri dan keluarganya, jangan selalu dibebankan para perempuan," kata Dedi.

Dia menilai, dengan jumlah anak yang terkontrol diharapkan beban biaya hidup dan pengeluaran kesehatan maupun pendidikan bisa ditekan.

Usulan tersebut menuai beragam reaksi penolakan, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Ketua Umum MUI Jawa Barat KH. Rachmat Syafei menegaskan bahwa vasektomi tergolong haram dalam pandangan Islam, kecuali dalam kondisi darurat yang ditetapkan secara syar'i dan diperkuat oleh pendapat dokter ahli.

Baca Juga: Soal Usulan KB Vasektomi jadi Syarat Penerima Bansos, MUI: Haram tapi...

Fatwa tersebut merujuk pada hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-4 yang digelar di Pesantren Cipasung Tasikmalaya pada 2012.

Sekretaris MUI Jawa Barat KH Rafani Akhyar menambahkan, pihaknya dimintai pandangan resmi oleh dinas terkait soal rencana kebijakan program vasektomi tersebut.

"Menurut hasil kajian kami, jelas itu bertentangan. Jadi tidak bisa vasektomi dijadikan syarat untuk menerima bansos dan beasiswa," kata Rafani.

Sementara itu, Ketua MUI KH Kholil Nafis menyampaikan penolakannya. Dia menegaskan bahwa umat Islam sebaiknya tidak mengikuti program bansos jika syaratnya mengharuskan tindakan vasektomi, karena dalam Islam pemandulan permanen dilarang.

Baca Juga: Mensos Respons Usulan KB Pria Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos: Masih Banyak Pintu untuk Sejahterakan Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai usulan tersebut sebagai bagian dari ide penguatan program KB namun tidak bisa diterapkan secara serta-merta.

"Ide tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut karena penyaluran bantuan sosial melalui kementerian harus mengikuti sejumlah proses administratif," jelas Gus Ipul.

Ia menambahkan bahwa gagasan menjadikan vasektomi sebagai syarat bansos masih perlu dibahas secara mendalam dari berbagai aspek.

Dia menilai, ada banyak ide positif dari Gubernur Jawa Barat seperti keterlibatan penerima bansos dalam pengelolaan sampah atau kegiatan sosial, namun jika dikaitkan langsung dengan vasektomi maka harus dikaji lebih hati-hati.

Baca Juga: Viral! Usulan Dedi Mulyadi soal KB Pria Vasektomi bagi Penerima Bansos Picu Pro Kontra, Ini Dampak dan Risiko pada Reproduksi

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigiro tegas menyatakan bahwa memiliki keturunan atau tidak adalah bagian dari hak asasi manusia dan tidak semestinya dipertukarkan dengan bantuan sosial.

Ia menegaskan bahwa tubuh manusia adalah wilayah privat yang tidak boleh diintervensi secara paksa. Dia menilai pemberian bantuan sosial yang disyaratkan dengan tindakan vasektomi masuk dalam kategori pelanggaran hak asasi karena merupakan bentuk pemaksaan terhadap otoritas tubuh individu.

Menanggapi berbagai penolakan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penggunaan vasektomi bukan satu-satunya opsi.

Ia menuturkan bahwa pria juga bisa memilih metode kontrasepsi lain yang lebih ringan seperti kondom, asalkan tetap berkomitmen dalam perencanaan keluarga.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Wajibkan Vasektomi untuk Dapat Bansos? Begini Pandangan Islam!

"Kemiskinan itu satu, rumah. Dua, jaminan kesehatan. Tiga, jaminan pendidikan. Yang keempat, jangan terlalu banyak anak, KB-nya harus berhasil. Kalau alternatifnya banyak, apabila misalnya yang satu tidak diperbolehkan, laki-laki ber-KB banyak alternatifnya, pakai pengamannya juga lebih mudah asal mau. Sekarangnya mau enggak ber-KB-nya. Gitu loh. Jangan bikin anaknya mau, tanggung jawabnya enggak mau," ujar Dedi.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# komnas ham
# MUI
# vasektomi
# Dedi Mulyadi

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.