KPK Tangkap SYL, Febri Diansyah Sebut Ada Kejanggalan

KPK Tangkap SYL, Febri Diansyah Sebut Ada Kejanggalan (instagram.com/@febridiansyah.id)
KPK Tangkap SYL, Febri Diansyah Sebut Ada Kejanggalan (instagram.com/@febridiansyah.id)

AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Kamis (12/10/2023) malam.

SYL ditangkap penyidik KPK di sebuah apartemen di Jakarta Selatan.

Namun, proses penangkapan tersebut menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Diperiksa KPK, Febri Diansyah Bantah Isu Hilangkan Barang Bukti Dugaan Kasus Korupsi Kementan

Pasalnya, SYL menyatakan kesediaannya untuk hadir memenuhi panggilan KPK yang dijadwalkan pada hari ini Jumat (13/10/2023).

Pengacara Eks Mentan SYL, Febri Diansyah turut memberikan tanggapannya terkait penangkapan kliennya oleh KPK.

Febri menilai KPK terburu-buru perihal penangkapan SYL, dan memunculkan pertanyaan.

Baca Juga: Febri Diansyah Dipanggil KPK, Sebut Diminta Klarifikasi Mengenai Legal Opinion

"Rangkaian proses begitu cepat dan kalau dibandingkan dengan proses pemanggilan tersangka lain, tentu saja ada begitu banyak (menimbulkan) pertanyaan," ujar Febri Diansyah dilansir ayojakarta.com dari republika.co.id pada Jumat (13/10/2023).

Febri Diansyah mengaku herang karena SYL dilakukan jemput paksa oleh KPK.

Padahal kliennya sudah menerima surat panggilan dan siap untuk hadir di jadwal yang ditetapkan.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Mentan, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Ikut Diperiksa KPK, Terlibat?

"Kami koordinasi dengan penyidik untuk sampaikan bahwa Pak SYL kooperatif terhadap proses hukum ini dan konfirm akan memenuhi panggilan KPK besok pada hari Jumat," kata Febri.

"Jadi sudah ada surat panggilan, sudah ada konfirmasi yang tim hukum sampaikan pada bagian penyidikan KPK. Namun, saya enggak tahu yang terjadi malam ini kenapa," lanjutnya.

Menurut Febri, penangkapan terhadap SYL tak sesuai dengan surat panggilan yang dikeluarkan KPK.

Baca Juga: Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Diminta Asesmen dan Dipanggil sebagai Pengacara di Kasus Kementan

Memang sebelumnya, SYL dipanggil KPK pada Rabu (11/10/2023), namun kliennya kata Febri sudah mengirimkan surat permintaan penjadwalan ulang karena tidak bisa hadir.

Surat penangkapan SYL diterbitkan oleh KPK tanggal 11 Oktober 2023 bersamaan dengan dikeluarkannya surat pemanggilan kedua yang ditetapkan pada hari Jumat ini.

"Jadi ada dua surat yang dikeluarkan KPK pada tanggal 11 Oktober 2023, yaitu surat perintah penangkapan dan kedua surat panggilan kedua. Itu kami terima tanggal 12 siang," kata Febri.

Baca Juga: Belum Ada Surat Resmi Pemanggilan, Febri Diansyah Penuhi Panggilan KPK Terkait Dugaan Kasus Tipikor Kementan

Febri juga memastikan, SYL telah mengkonfirmasi akan hadir di pemanggilan kedua yang dilayangkan KPK.

Namun, KPK justru melakukan penangkapan berdasarkan surat yang diterbitkan sehari sebelumnya.

Tentu saja, hal itu dinilai Febri Diansyah ada kejanggalan.

Baca Juga: Febri Diansyah Turut Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi di Kementan, Ada Keterlibatan?

Tapi, dia berharap proses hukum tersebut bisa dilakukan dengan baik dan sesuai.

"Kami tidak tahu kejanggalan-kejanggalan ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh apa," ungkap Febri.

"Tapi tentu saja kami tetap berharap betul proses pemberantasan korupsi, proses penegakan hukum dilakukan betul-betul dengan penghormatan sepenuhnya pada hukum acara yang berlaku," tegas Febri.

Baca Juga: Parah! Unggah Foto Lawas, Febri Diansyah Pengacara Kubu Sambo Dikeroyok Netizen, Sindir Soal Pelecehan Seksual

Sementara itu, bukan tanpa alasan KPK akhirnya melakukan penangkapan terhadap SYL.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penangkapan dilakukan karena penyidik KPK khawatir akan ada penghilangan barang bukti terkait dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan).

"Tentu ketika melakukan penangkapan terhadap tersangka ada alasan sesuai dengan hukum acara pidana. Misalnya, kekhawatiran melarikan diri, kemudian adanya kekhawatiran menghilangkan bukti-bukti ya," kata Ali Fikri.

Baca Juga: Febri Diansyah Sang Pengacara Putri Candrawathi Bertemu Ahli Pidana namun Lokasinya 'Dirahasiakan', Ada Apa?

"Itu yang kemudian menjadi dasar tim penyidik KPK kemudian melakukan penangkapan," imbuhnya.

Namun, Ali Fikri juga membenarkan akan adanya surat pemanggilan kedua terhadap SYL yang dijadwalkan pada hari ini.

"Betul, ada panggilan itu. Tapi masih dalam rangkaian yang kemarin," kata Ali Fikri.

Baca Juga: Niat Hati Febri Diansyah Komentari Kinerja KPK, Malah Kena Goreng Netizen Pertanyakan Harta Tak Wajar Sambo

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan SYL dan dua anak buahnya, Sekjen Kementan Kasdi Subagyono (KS) serta Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta (MH) sebagai tersangka dugaan kasus korupsi di Kementan.

SYL diduga sebagai yang membuat kebijakan personal untuk meminta setoran dari ASN eselon I dan II di lingkungan Kementan.

Proses pengusutan adanya dugaan korupsi jual beli jabatan disertai pemaksaan di KPK hingga kini terus dalam penyidikan KPK.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kontoversi
# Febri Diansyah
# Syahrul Yasin Limpo
# syl
# Mentan
# korupsi
# KPK

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.