AYOJAKARTA.COM - Bakal capres Anies Baswedan dipastikan tak akan mendapatkan dukungan dari kalangan buruh yang tergabung dalam Partai Buruh di pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.
Padahal, di bulan Februari 2023 lalu, nama Anies Baswedan sempat masuk dalam bursa capres pilihan Partai Buruh di rapat kerja nasional (Rakernas).
Dilansir AyoJakarta.com dari republika.co.id Kamis (14/9/2023), Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengungkapkan, pihak mereka resmi mencabut dukungannya terhadap Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Resmi Cabut Dukungan, Partai Buruh Sebut Anies Baswedan hanya Lontarkan Janji Manis
Keputusan penolakan tersebut telah dilakukan pada 11 September 2023.
Partai Buruh juga mengklaim, dukungan mereka sudah mengerucut pada satu nama yang bakal diumumkan pada Oktober 2024 mendatang.
"Dari masa pencermatan, nama Anies dieliminasi oleh rapat presidium berdasar organ struktur partai dan organ pendiri partai," ujar Said Iqbal.
Salah satu alasannya keputusan tersebut diambil dikatakan Said Iqbal, karena Anies Baswedan dianggap tidak amanah.
Hal itu diduga merujuk pada manuver partai pengusung Anies, Nasdem yang meninggalkan Demokrat dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Anies kemudian mendeklarasikan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan berkoalisi dengan PKB.
Baca Juga: Anies Baswedan Deklarasi di Madura Membahas Ini, Dapat Dukungan Langsung Para Nyai dan Emak
"Kawan-kawan buruh berpendapat, belum jadi presiden saja sudah tidak amanah. Kawan seiring dan sejalan sudah tusuk dari belakang," ungkapnya.
"Anies Baswedan ini karyawan partai jadi melebihi petugas partai, tergantung majikan partainya atau pengusaha partainya apalagi nanti jadi presiden," imbuhnya.
Said juga menilai Anies Baswedan hanya melontarkan janji-janji manis belaka.
Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Berkunjung ke PKS dalam Upaya Memperkuat Koalisi Perubahan
Ia juga menganggap Anies seakan tidak memiliki kesetian terhadap teman ataupun teman koalisi politiknya.
"Janji tinggal janji seribu janji bisa dibuat semanis apapun bisa, kawan seiring sejalan ditusuk di belakang apalagi kami," lanjutnya.
Alasan lainnya pihaknya mencabut dukungan kepada Anies Baswedan diungkapkan Said Iqbal, Partai Buruh menyebut salah satu tim sukses Anies Baswedan yakni, Sudirman Said dianggap mengintervensi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Baca Juga: Anies Baswedan Tegaskan Nama Koalisi Perubahan untuk Persatuan Tidak Berubah
"Sikap Sudirman Said mengobok-obok KSPI rupanya berpengaruh negatif di internal KSPI dan FSPMI sebagai salah satu unsur pendiri partai buruh, sehingga tereliminasi, ditarik dukungannya. Jadi Anies Baswedan enggak mungkin dipilih oleh partai buruh, nggak mungkin," tegas dia.
Menurut Said Iqbal, dalam mengambik keputusan tersebut Partai Buruh dalam harus melibatkan semua pihak.
Partai Buruh juga bakal melakukan rapat dalam waktu dekat untuk menentukan nama capres yang didukung dalam Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Mendapat Dukungan Buruh, Anies baswedan Berkomitmen untuk Membuat Perubahan dalam Regulasi
Nantinya, mereka akan mengumumkan capres yang didukung pada 9 Oktober 2023 mendatang.
"Nanti kita akan rapat selama 7 hari, dari 1-7 Oktober. Rapat presidium pada 8-9 Oktober dan memutuskan capres pilihan Partai Buruh," kata Said Iqbal.
Pengumuman siapa yang akan didukung sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang, nantinya kata Said Iqbal bakal diumumkan secara khusus di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Pihak Partai Buruh juga memberikan janji, bakal menyumbangkan 6,5 - 10 juta suara mereka terhadap capres yang didukung.
"Nanti kita umumkan di Gelora Bung Karno, 150 buruh di seluruh Indonesia akan datang. Partai buruh berjanji setelah dilakukan mapping dengan seizin Tuhan, akan menyumbangkan suara 6,5-10 juta secara nasional. Mudah-mudahan itu bisa menambah suara capres yang dipilih oleh Partai Buruh," tandasnya.***

Share this article
Partai Buruh tegas eliminasi Anies Baswedan dari rapat presidium berdasar organ struktur partai dan organ pendiri partai, kenapa?