Martin Simanjuntak Heran Soal Tangisan Putri Candrawathi: Takut Dihukum Mati Atau Depresi?

Keheranan Martin Simanjuntak Soal Tangisan Putri Candrawathi: Takut Dihukum Mati Atau Depresi?
Keheranan Martin Simanjuntak Soal Tangisan Putri Candrawathi: Takut Dihukum Mati Atau Depresi?

AYOJAKARTA.COM – Kuasa hukum keluarga Brigadir Yoshua yakni Martin Simanjuntak ikut menanggapi tangisan Putri Candrawathi.

Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi menjalani sidang pemeriksaan terdakwa pada Rabu (11/1/2023).

Dalam persidangan, tampak Putri Candrawathi tak bisa membendung kesedihannya kala menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.

Baca Juga: Tangani Kasus Venna Melinda, Hotman Paris Sindir Pelaku KDRT dan Beri Pesan Menohok untuk Para Laki-Laki!

Martin Simanjuntak pun memberikan tanggapan dengan mengaitkan tangisan Putri Candrawathi dengan suatu keahlian.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, Martin menjelaskan kaitan tangisan Putri dengan keahlian Navy Seal Amerika yang ia baca dari beberapa buku.

Dijelaskan oleh Martin, Navy Seal Amerika menggunakan kekuatan pikiran untuk mengalahkan kekuatan tubuh.

Seperti misalnya yang tadinya hanya bisa bernafas dua hingga tiga menit bisa sampai 5 menit, atau yang tadinya kedinginan atau kepanasan bisa tidak lagi merasa kedinginan atau kepanasan.

Baca Juga: Ultimatum Pengakuan Putri Candrawathi Soal 'Dibanting' 3 Kali Oleh Brigadir J, Kuasa Hukum:Emang Dia Langsing?

Menurutnya, keahlian tersebut tidak hanya dikuasai oleh Navy Seal saja.

“Hal tersebut tidak hanya dikuasai oleh Navy Seal, ada beberapa orang yang pintar yang memiliki reputasi tinggi, kekayaan yang tinggi, yang juga memiliki keahlian tersebut. Sayangnya keahlian tersebut tuh terkadang bisa digunakan secara negatif,” jelasnya.

“Apabila kita sangkutkan dengan posisinya bu Putri saat ini yang didakwa dengan pasal 340 dengan ancaman hukuman mati maka menurut saya lumrah-lumrah saja apabila upaya terakhir yang dilakukan itu harus sedemikian rupa,” tambahnya.

Kemudian, Martin mengaku jika dirinya tidak tahu sebenarnya apa yang membuat Putri menangis di persidangan, mungkinkan karena takut hukuman mati atau depresi.

Baca Juga: Akting Ferdy Sambo-Putri Candrawathi dalam Sidang Dibongkar Habis Pakar, Temukan 2 Taktik Berikut, Apa Saja?

Akan tetapi jikalau Putri menangis karena depresi, Martin justru merasa aneh.

Martin mengacu pada penjelasan salah satu ART Putri yang mengatakan jika Putri masih bisa sarapan bersama dengan Ferdy Sambo.

“Di tanggal 9 Juli dimana yang bersangkutan mengatakan pasca kejadian katanya hanya bisa menangis dan di kamar ternyata faktanya tidak. Di tanggal 9 Juli itu menurut kesaksian ART yang tidak hadir di persidangan dan hanya dibacakan BAP saja kalau tidak salah, bahwa Putri itu masih bisa sarapan bareng sama Ferdy Sambo dan juga pasca sarapan mengajarkan ART tersebut untuk bekerja,” ungkapnya.

Martin menilai jika hal tersebut menandakan ketidakonsistenan dengan apa yang disampaikan didepan persidangan.

Baca Juga: 2 Permasalahan Hukum Besar Menanti Ferdy Sambo setelah Kasus Brigadir J Berakhir, Ahli Ingatkan Jaga Stamina

Terlebih, Martin menyinggung jika Putri baru mulai depresi sejak pihaknya datang melaporkan mereka dengan delik pembunuhan berencana.

“Belum lagi mereka masih makan bersama dengan para ajudan, belum lagi mereka masih haha hihi didepan persidangan, dan baru depresi itu semenjak kami datang tanggal 18 Juli melaporkan mereka ini dengan delik pembunuhan berencana,” ucapnya.

“Disitu lah mulai terguncang dan disitu lah mereka mulai menemui dewan pers untuk menshutdown atau menutup mulut seluruh media dimana mereka mendalilkan bahwa bu Putri ini diperkosa. Seharusnya siapa yang mendalilkan berani membuktikan, bukan menutup akses dari pemberitaan,” sambungnya.

Meski begitu, Martin tidak menyangkal bahwa Putri benar-benar menangis saat di persidangan.

Baca Juga: Pengakuan 'Dosa' Pemerintah: Jokowi Akui 12 Pelanggaran HAM Berat Telah Terjadi Di Masa Lalu, Ini Daftarnya!

Akan tetapi ia masih tidak mengerti apa yang menjadi penyebab Putri menangis saat itu.

“Air matanya ada, betul, saya tidak menafikan. Itu memang ada air mata. Namun alasannya kenapa menangis? Nah ini yang menurut saya paradoks gitu ya, apakah karena memang keahlian manipulatif atau memang membayangkan hal yang lain?” tuturnya.

“Apakah membayangkan timah panas bersarang di jantung gitu kan walaupun saya sebenarnya tidak sepaham juga dengan cara-cara seperti itu dalam pemidanaan. Nah kalau saya sih lebih curiga dua-duanya itu,” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Navy Seal
# tangisan Putri Candrawathi
# dihukum
# Yosua
# Brigadir J
# depresi
# Martin Simanjuntak
# terdakwa
# menangis
# pelecehan seksual

News Update

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.