AYOJAKARTA.COM - Dinyatakan pada pukul 12.00 WIB siang pada 4 Desember 2022, Gunung Semeru naik level ke puncak tertinggi dari level 3 "Siaga" menjadi level 4 "Awas".
Kepala PVMBG menjelaskan tentang ada ketidakadaannya potensi lahar hujan Gunung Semeru. Masih dipantau mengenai intensitas curah hujan yang diharapkan tidak akan terjadi.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terkait potensi adanya banjir lahar Gunung Semeru ini.
Baca Juga: BNPB Pastikan Erupsi Gunung Semeru Tak Akan Sebabkan Tsunami, Ini Alasannya
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube metrotvnews bahwa Kepala PVMBG Hendra Gunawan menjelaskan adanya kenaikan level tertinggi terhadap gugusan Gunung Semeru.
"Ya jadi betul, sejak pukul 12.00 tadi terjadi peningkatan status dari level 3 atau 'siaga' menjadi level 4 atau 'Awas'," ujar Hendra Gunawan.
"Ini dikarenakan suplai magma dari gunung alam Semeru, sehingga ada potensi jarak munculnya awan panas semakin jauh," kata Hendra Gunawan.
"Tercatat tadi dari tim lapangan awan panas sudah mencapai lebih dari 13 Km, walaupun saat ini sementara sudah mereda," jelas Kepala PVMBG.
Kepala PVMBG menyatakan akan lebih bahaya jika yang terjadi curah hujan tinggi di daerah yang terdampak awan panas gugusan Gunung Semeru.
"Karena memang suplai nya sudah mereda, justru sekarang yang perlu kita harus waspadai adalah bila ada curah hujan tinggi atau berinteraksi dengan endapan di awan panas maupun di lereng gunung dan puncak," jelas Hendra Gunawan.
"Itu bisa berpotensi terjadi nya lahar hujan,dan ini bisa jauh bisa jauh lebih dari 13-14 Km," sambungnya.
Dijelaskan oleh kepala PVMBG tentang pemetaan kawasan bencana gunung berapi yang sudah dikoordinasikan.
"Sudah, jadi beberapa bulan yang lalu kepala badan Geologi saat itu sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati menyampaikan kita, update atau revisi dari peta kawasan bencana gunung api di mana disana sudah dieliminasi daerah-daerah bagaimana yang berpotensi terdampak dari awan panas maupun lahar." jawab Hendra Gunawan.
Khususnya bagi kawasan yang dekat sungai akan lebih berpotensi terjadinya curah hujan tinggi
"Terutama di Kobokan dan Kalilanang ini di mana di peta yang sebelum revisi belum ada perluasan daerah sekarang lebih meluas setelah peta ini di revisi,"
Kepala PVMBG menjelaskan upaya agar meminimalisir dampaknya jika memang potensi itu terjadi.
Baca Juga: Erupsi Semeru dari Masa ke Masa, 3 Tahun Terakhir Picu Prediksi Mengerikan
"Jadi kita berharap, bahwa masyarakat terus mengikuti informasi yang dikeluarkan pemerintah dan BPBD terkait informasi aktivitas gunung maupun bahaya potensi yang akan terjadi.
Sehingga masyarakat bisa sejak awal untuk menghindari daerah daerah yang bisa berpotensi.
"Pada level 4 ini direkomendasikan daerah sampai 19 km ya, baik itu akibat dari bahaya awan panas maupun lahar di sepanjang Besuk Kobokan dan Kalilanang, sedangkan yang bahaya dari radius 18 km dari puncak," jelas Hendra Gunawan.
Kelapa PVMBG menghimbau agar masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi banjir lahar meskipun dilaporkan Tim Pengamat bahwa awan panas ini sudah mulai mereda.***

Share this article
Meski awan panas di Gunung Semeru mulai mereda, warga sekitar tetap diminta waspada lantaran masih berpotensi hujan lahar.