AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan pemberitaan ditemukannya 11 korban dari pembunuhan yang dilakukan oleh dukun gadungan di Banjarnegara Jawa Tengah.
Slamet Tohari (45) mengaku sebagai dukun pengganda uang untuk menjerat para korbannya.
Terbongkarnya kasus pembunuhan mengerikan ini bermula dari ditemukannya jenazah salah satu korban PO pada Sabtu (1/4/2023).
Baca Juga: Terbongkar! 8 Tahun Harta Rafael Naik Rp 24 Miliar, KPK: Sangat Pesat
Jasad PO ditemukan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara.
Lantas seperti apakah 7 fakta dari kasus pembunuhan dukun penggandaan uang di Banjarnegara?
Berikut 7 deretan fakta kasus pembunuhan dukun gadungan penggandaan uang Slamt Tohari yang dirangkum ayojakarta.com dari berbagai sumber :
1. Kronologi
Kasus dukun Slamet Tohan terbuka usai salah satu korbannya yakni PO (53) yang menghilang pada 23 Maret 2023.
Kala itu korban sempat memberikan pesan melalui WhatsApp kepada sang anak tentang keberadaaanya yang sedang berada di kediaman Slamet.
PO pun meminta sang anak untuk melaporkan dirinya ke pihak berwajib jika dikemudian hari tidak ada kabar darinya.
Berbekal pesan dari sang ayah, SL anak korban pun melaporkan kehilangan PO yang mulai tidak bisa dihubungi sejak 24 Maret 2023.
Hingga akhirnya korban ditemukan di pekarangan lahan Slamet Tohan.
2. Modus Menarik Korban
Menjadi pertanyaan banyak orang, bagaimana Slamet Tohan berhasil menjerat para korbannya.
Praktek dukun gadungan penggandaan uang ini ternyata dibagikan di media sosial Facebook.
Slamet dibantu oleh asistennya untuk membagikan informasi ini, untuk membuat para korban percaya ia pun membagikan uang Rp11 juta sebagai hasil penggandaan
3. Miliki Asisten
Slamet Tohan diketahui memiliki asisten BS (35) yang bertugas memberikan informasi seputar praktek penggandaan uang di media sosial Facebook.
BS akan mengupload informasi Slamet Tohan dengan kepintarannya untuk menggandakan uang agar korbannya terjerat.
Baca Juga: Haru! Tegarnya Jonathan Terima Kondisi David Ozora Pasca Penganiayaan Getarkan Hati Ribuan Ayah
4. Motif Pembunuhan hingga Diracun Postasium
PO yang menjadi salah satu korban Slamet diketahui diracun potasium di dalam minumannya sebagai dalih salah satu ritual hingga membuatnya tewas.
Slamet tega membunuh PO karena tidak terima korban menagih janjinya untuk menggandakan uang.
Korban diketahui sudah menyetor uang sebanyak Rp70 juta namun tak kunjung menjadi Rp5 M.
5. Janji Gandakan Uang Capai Rp5 M
Slamet berjanji kepada para korbannya yang dapat menyetorkan uang Rp40-70 juta akan mendapatkan hasil mencapai Rp5 M.
6. Beberapa Korban Dikubur 1 Lubang dan Diperkirakan Sudah Lama
Dari hasil penyelidikan kepolisian diketahui beberapa korban dari Slamet ada yang dikubur dalam 1 lubang hingga diperkirakan mayat sudah lama.
Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Selengkapnya di Sini!
7. Terancam hukuman mati
Akibat dari perbuatan keji yang dilakukannya, Slamet terancam hukuman mati layaknya Ferdy Sambo dengan Pasal 340 KUHP soal pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal mati.
Kasus pembunuhan yang dilakukan Slamet Tohari pun membuat geger warganet yang dibagikan dalam cuitan @tanyaknrl
"Guys kalian udah tau kasus ini belom? Yaalah udah ada 11 korban yg di temukan katanya, ngeri bgt korban di kubur di beda² lubang, dan 1 lubang isinya 2 orang. Ngeri bgt ini, tragis parah,"
Baca Juga: Licik, Terungkap Rafael Miliki Perusahaan Konsultan Pajak untuk Menambah Pundi-pundi Kekayaan
Postingan tersebut dengan memberikan info dari berita dukun Slamet Tohari pun sudah di likes lebih dari 40ribu pengguna Twitter.
Kata dukun dan Banjarnegara pun sempat menjadi trending di Indonesia.***

Share this article
Deretan 7 fakta kasus pembunuhan serial killer Slamet Tohari dukun penggandaan uang yang tega habisi 11 nyawa karena..