AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah kumpulan fakta sosok Susi yang merupakan ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Susi disebut mendengar tangisan Putri Candrawathi saat diduga mengalami pelecehan di rumah Magelang.
Susi juga menjadi salah satu saksi utama dalam peristiwa yang terjadi di Magelang sebelum Brigadir J tewas.
Baca Juga: Jadi Saksi Kunci Misteri Tangisan Putri Candrawathi di Magelang, Susi Ternyata Berperan Begini
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari terasgorontalo.com dengan judul "Fakta-fakta Sosok Susi Saksi Utama yang Dengar Tangisan Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo Disebut Diperkosa".
Selain itu Susi juga merupakan orang dekat dari Putri Candrawathi.
Selain Om Kuat alias Kuat Ma'ruf, sosok Susi disebut dapat menjadi saksi mahkota terkait rangkaian peristiwa di Magelang.
Susi disebut mendengar tangisan Putri, sang nyonya di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo di Magelang.
Sosok Susi juga sempat diperiksa Komnas HAM beberpa waktu lalu.
Sementara itu kini muncul dugaan pemerkosaan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.
Berikut fakta-fakta sosok Suci saksi utama yang dengar tangisan Putri Candrawathi hingga istri Ferdy Sambo Diduga Diperkosa:
Kronologi versi Sarifuddin Sudding
Dikutip dari chanel YouTube DPR RI, secara lugas Sarifuddin Sudding membeberkan rangkaian peristiwa di Magelang yang diduga menjadi pemicu kemarahan Ferdy Sambo sehingga tega membunuh ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Sudding lantas membeberkan kronologi rangkaian peristiwa dari Jakarta, lalu ke Magelang dan kembali ke Jakarta hingga terjadi kasus pembunuhan pada 8 Juli 2022 lalu.
Menurut Sudding, rombongan Putri Candrawati (PC) bersama Brigadir J, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan seorang asisten rumah tangga bernama Susi berangkat ke Magelang pada 2 Juli 2022.
Tujuannya ke Magelang untuk melihat anak mereka yang tengah bersekolah.
Lalu pada 4 Juli 2022, terjadi peristiwa di mana Brigadir J akan mengangkat (menggendong) Putri Candrawati yang sedang tidur siang di sofa ke kamarnya.
Kemudian tanggal 4 Juli ada kejadian, di mana Brigadir J atau pada siang hari si PC tidur di sofa di ruang tamu, lalu kemudian datang Brigadir J ingin membopong, mengangkat PC untuk masuk ke dalam kamar.
“Melihat kejadian itu, Kuat membentak Brigadir J agar tidak melakukan itu dan tidak menyentuh Ibu, lalu kemudian mengurungkan niatnya," jelas Sudding.
Sudding melanjutkan, pada 6 Juli 2022, Ferdy Sambo menyusul ke Magelang dan merayakan hari ulang tahun pernikahannya dengan PC pada malam hari. Lalu, semuanya bergabung di acara tersebut.
"Besok paginya Ferdy Sambo pulang ke Jakarta tanggal 7 Juli pagi, lalu kemudian ada kejadian pada sore hari jam 17.30 WIB (tanggal 7 Juli), menjelang magrib ini sebenarnya jadi pemicu," tutur dia.
Brigadir J masuk dalam kamar dengan mengendap-endap masuk ke kamar Putri Candrawathi. Tapi kemudian dilihat dan ditegur oleh Kuat.
"Saat itu Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri di lantai 2 dan keluar dari kamar dilihat oleh Kuat, mengendap-ngendap lalu kemudian ditegur. Kenapa masuk ke kamar Ibu? Kemudian lari," kata dia.
Kuat dan Susi mendengar tangisan Putri dari dalam kamar. Mereka kemudian menyarankan agar Putri bercerita ke Ferdy Sambo.
"Mendengar ada tangisan di dalam kamar PC, didengar oleh Kuat, didengar oleh Susi, lalu kemudian ingin konfirmasi apa yang sedang dialami Ibu PC pakaian acak-acakan sambil menangis," tutur Sudding.
"PC menelepon FS sambil menangis bahwa saya diperlakukan seperti ini oleh Brigadir J, ditanya lebih lanjut di Jakarta nanti saya jelaskan," kata dia.
Pada 8 Juli 2022, rombongan Putri Candrawathi termasuk Brigadir J balik dari Magelang ke Jakarta dan tiba di rumah Jalan Saguling Jakarta pada sore harinya.
Ferdy Sambo lalu mengonfirmasi peristiwa yang terjadi dan dialami Putri Candrawati di Magelang. Termasuk mengonfirmasi kepada ajudannya sehingga muncul emosi dari Ferdy Sambo.
"Tiba di rumah Saguling apa yang dialami, ternyata diceritakan apa yang dialami tanggal 7 Juli itu. FS marah hilang akal sehatnya. Diajak mereka ke Duren Tiga, di Duren Tiga terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh Richard dan juga oleh Sambo," jelas Sudding.
"Dia (FS) harkat dan martabat harga dirinya sebagai seorang suami dilecehkan sedemikian rupa. Pada titik ini saya ingin mengkonfirmasi benar atau tidak tentang kronologi ini?" tanya Suding mengakhiri pemaparan kronologinya.
Susi Ikut Diperiksa
Akhirnya Susi pun ikut diperiksa bersama Putri Candrawathi oleh Timsus Polri pada Rabu 31 Agustus 2022.
Hingga saat ini status Susi belum diketahui, karena tersangka yang sudah diumumkan polisi hanya lima orang, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.
Putri Candrawathi, istri Irjen Pol. Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan berencana Brigadir J diketahui telah memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lanjutan dengan metode konfrontasi.
Kedatangan Putri diungkapkan oleh Tim pengacaranya yang tiba di Bareskrim Polri, Rabu, Rabu, 31 Agustus 2022, pukul 10.02 WIB.
Menurut Arman Hanis, pengacara Putri Candrawathi, kliennya saat itu sudah berada di ruang pemeriksaan, namun tidak mengetahui pasti waktu ketibaan.
"Udah di dalam, saya belum tau (tiba jam berapa) saya telat," ujar Arman, dikutip dari ANTARA.
Di pemeriksaan tersebut, Putri dikonfrontasi dengan tersangka dan saksi, di antaranya Bharada Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, Bripka Ricky Rizal dan Susi.
Sehari sebelum pemeriksaan itu dilaksanakan, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi menyebutkan, pemeriksaan Putri Candrawathi terkait konfrontasi peristiwa di Magelang.
"(yang dikonfrontasi) ini semua yang ada di Magelang," kata Andi, Selasa 30 Agustus 2022.
Baca Juga: Ragu Putri Candrawathi Dilecehkan Brigadir J, LPSK: Dia Istri Jenderal
Motif jijik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada acara dengar pendapat dengan DPR pada 24 Agustus 2022 lalu akhirnya mengungkapkan dugaan motif "jijik" yang pernah disebut Menkopolhukam Mahfud MD, yang kemudian mendasari pembunuhan berencana Brigadir J.
Sigit mengatakan pembunuhan tersebut diduga atas motif yang dipicu oleh laporan perbuatan asusila oleh istri Ferdy Sambo Putri Candrawati.
“Kami sampaikan bahwa motif dipicu adanya laporan dari Ibu Putri Candrawati terkait masalah-masalah kesusilaan,” tutur Sigit dalam kesempatan tersebut.
Menurut Sigit, ada kesesuaian kronologi yang disampaikan Sudding dengan yang diterima Polri.
9 Juli 2022
Setelah berita tersebar luas dan diketahui publik, jenazah Brigadir J pun diterbangkan dari Jakarta menuju Jambi dengan dijemput di kargo Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi.
Baru pada malam harinya orang tua dan saudara Brigadir Yosua Hutabarat tiba di Jambi, langsung meminta peti mati Brigadir J dibuka.
10 Juli 2022
Menurut keterangan para keluarga, mereka menemukan sejumlah kejanggalan pada mayat polisi muda tersebut.
11 Juli 2022
Hari ini Brigadir J dimakamkan di desa Suka Makmur, kecamatan Sungai Bahar, kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Keluarga Brigadir J mempertanyakan mengapa pemakaman dilakukan tanpa upacara kedinasan dari kepolisian dan inilah pertama kalinya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan, menjelaskan bahwa Brigadir J tewas saat terlibat baku tembak dengan rekan polisi Bharada E.
Ahmad Ramadhan mengatakan, pada konferensi pers di kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan bahwa Bharada E melakukan upaya pembelaan diri karena Brigadir J melakukan tembakan terlebih dahulu.
Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan polisi yang menggunakan 1 unit bus dan 10 unit mobil penumpang datang ke rumah orang tua Brigadir J untuk menjelaskan kronologi insiden kematian polisi muda tersebut.
12 Juli 2022
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes. Budhi Herdhi Susianto, mengadakan jumpa pers terkait kronologi kematian Brigadir J dan ia menyebut bahwa CCTV di rumah dinas Irjen. Ferdy Sambo telah rusak sejak dua minggu sebelum insiden penembakan.
Diberitakan bahwa Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso, kemudian mendesak Kapolri untuk membentuk tim gabungan pencari fakta dalam menyelidiki kasus kematian Brigadir J karena status polisi muda tersebut belum jelas sebagai korban atau tersangka.
Sugeng mendesak Kapolri untuk menonaktifkan Irjen. Ferdy Sambo untuk menghindari distorsi dalam penyelidikan.
Kapolri pun membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang awalnya hanya bertugas memberikan asistensi dalam penyidikan yang dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan.
18 Juli 2022
Kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan, untuk pertama kalinya mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan menyampaikan informasi terkait hilangnya ponsel milik Brigadir J, penyadapan terhadap ponsel milik keluarga Brigadir J.
Kapolri pun menonaktifkan Kadiv Propam Irjen. Ferdy Sambo, Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen. Hendra Kurniawan, dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes. Budhi Herdi Susianto.
19 Juli 2022
Penanganan kasus tewasnya Brigadir J, yang semula ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan ditarik ke Polda Metro Jaya.
27 Juli 2022
Autopsi kedua terhadap jenazah Brigadir J dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi.
Autopsi kedua ini melibatkan tim dokter dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, dan Pusdokkes Polri.
Brigadir J pun dimakamkan kembali, kini dengan upacara kedinasan Polri.
29 Juli 2022
Penanganan kasus ditarik ke Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya, dengan alasan untuk efektivitas dan efisiensi penanganan perkara.
3 Agustus 2022
Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua Hutabarat, didampingi oleh persatuan marga Hutabarat dan kuasa hukum persatuan marga Hutabarat, menjumpai Menkopolhukam Mahfud MD pada sebuah kesempatan audiensi.
Mereka menyampaikan pendapat dan keluhan mengenai penanganan kasus kematian putra mereka.
Di hari ini, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen. Andi Rian Djajadi mengumumkan Bharada Richard Eliezer sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Benda di Walk-in Closet Putri Candrawathi Ini Bikin Salah Fokus, Lihat Penampakannya di Sini!
7 Agustus 2022
Beredar surat yang belum terkonfirmasi dari Bharada Richard Eliezer, yang berisi perasaan bela sungkawa kepada keluarga Brigadir Yosua Hutabarat. Hal ini disampaikan melalui pengacaranya Deolipa Yumara.
9 Agustus 2022
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen. Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Menurut keterangan Kapolri, Brigadir J tewas ditembak dengan sengaja oleh Bharada Richard Eliezer atas perintah Irjen Ferdy Sambo.
Untuk mengecoh dan mengesankan telah terjadi baku tembak, Irjen Ferdy Sambo menembakkan peluru ke dinding rumah berkali-kali dengan menggunakan pistol milik Brigadir J.
10 Agustus 2022
Bharada E diketahui mencabut kuasa hukum terhadap Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin sebagai pengacaranya.
Bharada E kerap bergonta-ganti pengacara karena sebelumnya ia telah menunjuk Andreas Nahot Silitonga, yang mengundurkan diri.
Kini sebagai penggantinya, Ronny Talapessy ditunjuk sebagai pengacara Bharada E.
12 Agustus 2022
Mabes Polri menghentikan penyidikan terhadap dua laporan terkait dengan Brigadir J, yaitu kasus dugaan pelecehan yang dilaporkan istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi dan kasus percobaan pembunuhan terhadap Bharada E yang dilaporkan oleh anggota Polres Metro Jakarta Selatan Briptu Martin Gade.
Penghentian penyidikan tersebut diumumkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dan diputuskan setelah gelar perkara.
Ditambah lagi, tidak ditemukan peristiwa pidana dalam kedua kasus tersebut, kata Dirtipidum, yang menambahkan bahwa dua laporan tersebut lebih merupakan upaya menghalangi keadilan (obstruction of justice) dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
19 Agustus 2022
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka baru terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, yang menjadikan total tersangka menjadi lima, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Brigadir Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.
Selain itu, Kapolri juga menyebut enam tersangka perwira polisi yang diduga melakukan obstruction of justice.
Diperkosa atau Selingkuh?
Brigjen Andi mengatakan tidak ada masalah jika dengan pelaksanaan konfrontasi dilakukan setelah rekonstruksi, karena yang dikonfrontasi hanya beberapa poin saja.
"Tidak ada masalah, kan pemeriksaan terhadap masing-masing sudah dilakukan, kan gitu dan konfrontasi ini ada beberapa poin tidak semuanya," ujarnya.
Putri sebelumnya telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Jumat, 26 Agustus 2022 dan berkas perkaranya telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum tahap I pada Senin, 29 Agustus 2022.
Sehari sebelumnya, Putri Candrawathi, bersama suaminya Irjen Pol. Ferdy Sambo dan tiga tersangka lainnya Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, dan Kuat Ma'ruf mengikuti rangkaian rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di TKP Saguling dan TKP Duren Tiga.
Ada 78 adegan yang diperagakan dalam tiga segmen, dengan rincian 16 adegan peristiwa di TKP Magelang, 35 adegan di TKP Saguling dan 27 adegan di TKP Duren Tiga.
Hingga saat ini masih sumir terkait kebenaran apakah Putri Candrawati diperkosa, dilecehkan, atau ia berselingkuh, karena ada juga tuduhan terhadap Kuat Ma'ruf yang diduga menghabisi Brigadir J dengan cara menghasut Ferdy Sambo karena ia mengetahui perselingkuhan dirinya dengan Putri Candrawati.
Sementara itu, kini muncul pengakuan dari Komnas Perempuan terkait pemerkosaan yang dialami Putri Candrawathi yang dilakukan Brigadir J.
Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan, ada tindak kekerasan seksual yang menimpa tersangka Putri Candrawathi sebelum pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
“Kekerasan seksual itu terjadi di Magelang, Jawa Tengah,” kata Siti Aminah Tardi seperti dilansir dari program News Update Live Kompas, Jumat 2 September 2022.
Siti Aminah menduga, Brigadir J yang melakukan pemerkosaan tersebut.
Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Putri.
“Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah.
Siti Aminah mengungkapkan, hasil pendalaman Komnas Perempuan mengungkapkan bahwa keluarga Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi sedang berada di Magelang sejak 2-11 Juli 2022.
Menurutnya, saat berada di Magelang, Putri dalam kondisi kurang sehat atau tidak fit.
“Termasuk salah satu ia sempat di sofa itu. Itu dalam kondisi tidak sehat,” ucap Siti Aminah.
Siti Aminah menjelaskan pada tanggal 7 dini hari, Putri dan Sambo merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Pada tanggal 7 pagi hari, Ferdy Sambo pulang ke Jakarta. Sedangkan, Putri mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar karena dalam keadaan kurang sehat.
“Nah kekerasan seksualnya berbentuk perkosaan atau persetubuhan itu terjadi di sore hari,” kata Siti. ***

Share this article
Inilah kumpulan fakta Susi, ART Ferdy Sambo yang mengaku mendengar tangisan Putri Candrawathi di Magelang pada 7 Juli 2022.