AYOJAKARTA.COM--Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit kini ikut terseret dalam kasus Ferdy Sambo.
Ridwan Soplanit dihadirkan dalam persidangan kasus Ferdy Sambo untuk menjadi saksi perkara pembunuhan Brigadir J.
Dalam persidangan Ferdy Sambo itu, Ridwan Soplanit menjelaskan bahwa dirinya sempat dihubungi Sambo setelah kematian Brigadir J.
Diketahui Ridwan Soplanit adalah orang pertama yang datang ke tempat kejadian perkara, di rumah Ferdy Sambo pada hari kejadian (08/07/2022).
Ketika menjadi saksi dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf, ia menyebutkan soal reaksi Ferdy Sambo usai Brigadir J meninggal.
Hal itu Ridwan sampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).
Dilansir dari suara.com dalam artikel https://www.suara.com/news/2022/11/23/112659/emosi-ferdy-sambo-meledak-saat-karang-cerita-kematian-brigadir-j, disampaikan bahwa Ridwan sempat dihubungi oleh sopir Ferdy Sambo untuk menemui atasannya itu di Duren Tiga.
Baca Juga: Pengaruh Kuat Ferdy Sambo Meski Sudah Berstatus Terdakwa, Warganet: Mungkin Keluarganya Terancam
Saat itu Ridwan Soplanit masih menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan.
Ridwan menyebut dirinya sampai ditelepon sebanyak empat kali oleh sopirnya.
"Pukul 17.30 kurang lebih kami mendengar bunyi handphone. Setelah itu, saya mengecek handphone, saya lihat ada panggilan yang keempat kali. Jadi sebelumnya ada missed call tiga kali," jelas Ridwan kepada Hakim.
Ridwan menjadi orang pertama yang datang ke TKP, karena rumahnya berlokasi dekat dengan rumah Ferdy Sambo.
Dirinya juga menyampaikan setibanya di rumah Ferdy Sambo, sudah ada lima orang di sana yakni Sambo, Richard Eliezer, Kuat Maruf, Adzan Romer, dan Prayogi.
Kemudian Ferdy Sambo memanggil Ridwan untuk masuk ke dalam rumah.
"Kasat, kamu sini ikut saya," perintah Ferdy Sambo.
"Siap Jenderal," jawab Ridwan.
Hingga saat dirinya dipanggil oleh Ferdy Sambo tersebut, Ridwan masih belum tahu apa yang terjadi di dalam rumah tersebut.
Dan begitu Ridwan masuk ke ruang makan lantai satu, ia melihat jenazah bersimbah darah di dekat tangga.
Setelah itu Sambo menceritakan kejadian yang baru saja terjadi di rumahnya kepada Ridwan.
Kepada Ridwan, Sambo mengatakan bahwa telah terjadi baku tembak yang melibatkan Richard Eliezer dan Yosua dalam rumahnya.
Sambo pun menyebutkan penyebab baku tembak tersebut dikarenakan adanya pelecehan yang dilakukan Yosua kepada istrinya, Putri Candrawathi.
"Peristiwa ini tembak menembak, ini yang tergeletak di bawah Yosua. Ini kejadian ini karena dia melecehkan istri saya," kata Ridwan menirukan yang dikatakan oleh Ferdy Sambo.
Sembari bercerita, Sambo juga nampak memukul tembok dengan emosional.
Ridwan juga mengungkapkan bahwa Sambo juga menggelengkan kepala dan nyaris menangis.
"Pada saat dia menerangkan, dia menepuk tembok agak keras. Saya agak sempat kaget juga, Yang Mulia," jelas Ridwan.
"Kepalanya tunduk ke tembok, kemudian dia melihat saya terus sambil menggeleng-geleng kepala, matanya agak berkaca-kaca," imbuh Mantan Kasat Reskrim itu kepada Hakim.
Ridwan mengaku sempat terenyuh setelah mendengarkan cerita Ferdy Sambo.
"Saya juga jadi blank, Yang Mulia," tutur Ridwan.
Ridwan Soplanit mengaku termakan skenario Ferdy Sambo perihal kasus kematian Brigadir Yosua.
Bahkan Ridwan pun menyebut dirinya sebagai korban dalam skenario palsu Sambo tersebut.
"Ini kan saya juga datang, saya korban juga, saya di-prank juga," ungkap Ridwan Soplanit dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).
"Saya bilang dari awal persidangan ini saya sudah bilang karena saya anggap ini etika persidangan, saya menceritakan bukan meyakinkan hakim tapi saya sebagai saksi mewakili institusi menceritakan fakta," imbuhnya.
"Karena saya di dalam, waktu terlalu cepat untuk saya bisa terkecuali saya mengetahui peristiwa dan saya mulai dari awal," lanjut Ridwan.
Kini diketahui Ridwan Soplanit dimutasi ke Pelayanan Markas Polri.***

Share this article
Dalam persidangan, Ridwan Soplanit mengatakan terpengaruh air mata Ferdy Sambo sehingga mengaku begini tentang kematian brigadir J