Mengingat Lagi Kasus KM 50, Kenapa Dikaitkan dengan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Brigadir J? Ini Faktanya

engingat Lagi Kasus KM 50, Kenapa Dikaitkan dengan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Brigadir J?
engingat Lagi Kasus KM 50, Kenapa Dikaitkan dengan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Brigadir J?

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini kilas balik kasus peristiwa KM 50 yang sempat heboh pada Desember 2022 lalu. 

Dalam kasus peristiwa KM 50 ini terjadi penembakan antara anggota polisi dan FPI tepatnya pada Senin (7/12/2020) pukul 00.30 WIB di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Peristiwa KM 50 ini lantas menewaskan enam anggota laskar FPI. 

Baca Juga: Beredar Foto Pernikahan AKP Rita Yuliana di Tengah Kabar Kedekatannya dengan Ferdy Sambo

Namun, beberapa waktu ini kasus KM 50 kembali ramai dengan mencuatnya kasus pembunuhan berencana kepada Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambi. 

Lantas apa hubungannya kasus KM 50 dengan Ferdy Sambo yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadi J? 

Simak ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini yang dilansir AyoJakarta.com dari JatimNetwork.com dengan judul "Apa Itu Kasus KM 50? Apa Kaitannya dengan Ferdy Sambo di Kasus Pembunuhan Brigadir J? ini Fakta dan Kronologi".

Baca Juga: Mengenal Sosok AKP Rita Yuliana, Polwan yang Ramai Dikabarkan Dekat dengan Ferdy Sambo

Sebagaimana diketahui, Ferdy Sambo mantan Kadiv Propam Polri ini ternyata pernah menangani kasus besar yang salah satunya adalah kasus KM 50.

Wakil Ketua MPR RI Periode 2019-2024nmeminta kasus pembunuhan terhadap enam laskar FPI di Jalan Tol Cikampek-Jakarta KM 50 agar diungkap kembali.

Hal ini diusulkan untuk memperbaiki penegakan hukum dan keadilan di Indonesia serta membangun citra positif Polri. Simak kronologi kasus KM 50 yang trending di bawah ini.

Baca Juga: Ternyata Inilah Pekerjaan Putri Candrawati Sebelum Menikah dengan Ferdy Sambo

Dilansir JatimNetwork.com dari berita beritadiy.pikiran-rakyat.com yang berjudul “Kronologi KM 50 Itu Kasus Apa? Trending Saat Irjen Ferdy Sambo Dibawa ke Mako Brimob dalam Kematian Brigadir J”

Kronologi kasus KM 50 didapat dari pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Briptu Fikri R dan Ipda M Yusmin O di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 18 Oktober 2021.

Kasus KM 50 bermula dari tidak hadirnya Muhammad Rizieq Shihab atau dikenal sebagai Habib Rizieq dalam pemeriksaan sebagai saksi pada kasus pelanggaran protokol kesehatan untuk kedua kalinya.

Baca Juga: Perjalanan Cinta Putri Candrawati dengan Ferdy Sambo: Bertemu Saat Masih SMP

Pihak Polda Metro Jaya kemudian menerima informasi bahwa simpatisan Habib Rizieq akan menggeruduk gedung Polda Metro Jaya.

"Mendengar aksi penggerudukan tersebut, Pori melakukan antisipasi dengan memerintahkan anggotanya, yakni terdakwa Briptu Fikri R, terdakwa Ipda M Yusmin O, Ipda Elwira Priadi Z yang telah meninggal dunia, saksi Aipda Toni Suhendar, Bripka Adi I, Bripka Faisal KA, dan Bripka Guntur P untuk menyelidiki rencana penggerudukan tersebut," ujar JPU dalam surat dakwaan, Senin 18 Oktober 2021.

Dalam laporan bernomor R/LI20/XII/2020/Subdit 3/Resmob tanggal 5 Desember 2020, diketahui jika rencana penggerudukan Polda Metro Jaya oleh simpatisan Habib Rizieq akan dilakukan pada 7 Desember 2020.

Baca Juga: Riwayat Kasus-Kasus Besar yang Pernah Ditangani oleh Ferdy Sambo: Bom Sarinah hingga Tragedi KM 50 FPI

Kemudian, pada Minggu, 6 Sesember 2020 pukul 21.00 WIB, Briptu Fikri R dan Ipda M Yusmin O dan lima anggota lainnya berangkay ke perumahan The Nature Mutiara Sentul, Kabupaten Bogor (tempat simpatisan Rizieq Shihab berkumpul) dengan tiga unit mobil.

Ipda Yusmin, Briptu Fikri, Bripka Faisal, dan Ipda Elwira berada di mobil Toyota Avanza berwarna silver berpelat nomor K 9143 EL.

Bripka Adi Ismanto dan Aipda Toni Suhendar ada di mobil Daihatsu Xenia berwarna silver dengan pelat nomor B 1519 UTI.

Baca Juga: Trauma Berat! Istri Ferdy Sambo Menurut LPSK Butuh Layanan Psikiater

Sementara itu, Bripka Guntur Pamungkas mengemudikan mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan pelat nomor B 1392 TWQ.

Pada pukul 22.00 WIB, ketiga mobil anggota Polri sudah berada di lokasi yang dituju di Bogor.

Pada 23.00 WIB, 10 mobil yang diduga rombongan simpatisan Habib Rizieq berangkat menuju ke arah pintu Tol Sentul 2. Tiga mobil polisi mengikutinya.

Baca Juga: Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo Terancam Tidak Mendapat Perlindungan dari LPSK, Ini Sebabnya

Kemudian, diinformasikan JPU, satu mobil Pajero warna putih bergerak ke arah bogor, yang kemudian diikuti oleh mobil yang dikemudikan Bripka Guntur.

Di lain sisi, dua mobil polisi melanjutkan perjalanan mengikuti 9 mobil yang diduga berisi rombongan simpatisan Habib Rizieq.

Dalam perjalanan mengikuti 9 mobil tersebut, mobil yang dikemudikan Bripka Ismanto tertinggal dari rombongan.

Baca Juga: Video Lama Ferdy Sambo Viral, Ungkit Kesalahan Anak Buah dan Tanggung Jawab Pemimpin

Pada Senin dini hari, 7 Desember 2020, dua mobil yang diduga simpatisan Habib Rizieq berusaha menghalang-halangi mobil yang dikemudikan Bripka Faisal.

Salah satu mobil Toyota Avanza yang diduga dikemudikan simpatisan Rizieq Shihab menyerempet bumper sebelah kanan mobil yang dikemudikan Bripka Faisal.

Mobil bermerek Chevrolet diduga dari simpatisan Rizieq kemudian memberhentikan mobil Bripka Faisal. Empat orang kemudian keluar melakukan perusakan pada mobil polisi.

Baca Juga: Profil Biodata Ferdy Sambo Lengkap Riwayat Jabatan dan Pendidikan

Bripka Faisal kemudian menembakkan dua peluru ke langit dan berteriak, "Polisi, jangan bergerak."

Kemudian, baku tembak terjadi. Di mana, menurut JPU dari pihak polisi, seseorang yang diduga simpatisan Habib Rizieq tersebut membawa senjata api (pistol).

Adu tembak disertai pengejaran berlanjut hingga KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Hingga mobil Chevrolet yang ditumpangi diduga anggota laskar FPI tersebut menabrak pembatas jalan akibat pecah ban.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo dan 3 Tersangka Lainnya, Terancam Penjara Seumur Hidup atau Hukuman Mati

Saat akan melakukan penangkapan enam orang di mobil Chevrolet tersebut, penumpang mobil melakukan aksi perlawanan terhadap polisi.

Penjelasan JPU, almarhum Ipda Elwira Priadi Z dan Briptu Fikri menembak enam orang diduga Laskar FPI di dalam mobil hingga tewas karena melihat adanya perlawawan.

Enam orang terduga simpatisan Habib Rizieq yang meninggal di kasus KM 50 adalah Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Lutfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan M Suci Khadavi Poetra.

Baca Juga: Geledah Rumah Mertua di Kemang, Brimob Sita 6 Barang Milik Ferdy Sambo

Kemudian, Briptu Fikri R dan Ipda M Yusmin O didakwa melakukan tindak pidana dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 18 Maret 2022, dua orang terdakwa divonis bebas.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan Briptu Briptu Fikri dan Ipda Yusmin terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga membuat orang meninggal dunia.

Baca Juga: Update Kasus Kematian Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka

Namun, kedua terdakwa tidak dijatuhi hukuman karena alasan pembenaran, yakni menembak untuk membela diri, sebagaimana disampaikan dalam pleidoi atau nota pembelaan kuasa hukum.

Jadi itulah kronologi dan fakta kasus KM 50 yang trending, apa kaitannya dengan Ferdy Sambo di kasus pembunuhan Brigadir J? simak penjelasa di atas.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# KM 50
# Brigadir J
# Ferdy Sambo

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).