AYOJAKARTA.COM--Putri Candrawathi yang menghadiri sidang kasus pembunuhan brigadir J alias Yosua Hutabarat dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Rabu (11/1/2023) lalu, memberikan keterangan dengan berderai air mata.
Namun ternyata tangisan Putri Candrawathi tidak bisa menarik simpati dari Kuasa Hukum keluarga Yosua yaitu Martin Simanjuntak.
Karena menurut Martin, keterangan yang disampaikan oleh Putri Candrawathi perihal tidak adanya bukti visum tidaklah relevan.
Baca Juga: Terungkap! Ini Bocoran Percakapan Putri Candrawathi dengan Brigadir J di Dalam Kamar: Dek Yoshua ...
Sebelumnya Putri Candrawathi mengkalim dirinya telah diperkosa oleh Yosua, tapi dirinya tidak melakukan visum dengan alasan merasa malu dan takut suaminya tidak akan mencintainya lagi.
“Kalau sudah menyampaikan diperkosa ya sekalian aja visum. Ini tidak ada hubungannya supaya suami tetap cinta, itu menurut saya tidak relevan,” kata Martin.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (13/1/2023), menurut Martin Simanjuntak, bahkan Ferdy Sambo yang merupakan suami dari Putri Candrawathi pun tidak yakin akan adanya dugaan pelecehan seksual.
Baca Juga: Ekspresi JPU Disorot Hingga Hakim Kaget, Chuck Putranto Berani Pertanyakan Hal ini Ke Ferdy Sambo
“Menurut analisis saya ya, Ferdy Sambo yakin sekali bahwa di Magelang itu tidak terjadi. Sehingga yang ia lihat itu hanya ekspresi istrinya dan dia tidak bisa pastikan,” ujar Martin.
Martin menangkap kejanggalan ketika tahu Putri Candrawathi masih mau Isoman dalam satu rumah dengan Yosua pasca dugaan pelecehan.
“Oleh karena itu ia menghabisi almarhum ini di Duren Tiga. Kenapa? Karena dia tidak spontan, karena dia bisa merencanakan. Bahkan istrinya pun masih dibiarkan Isoman bareng di Duren Tiga,” ucap Martin.
Baca Juga: Geger! Ronny Talapessy Ungkap Was-was hingga Akui Mendapat Teror Selama Dampingi Richard Eliezer
Kuasa Hukum keluarga Yosua pun menarik kesimpulan bahwa Ferdy Sambo tega melakukan tindakan kepada Yosua karena merasa iba dengan istrinya.
“Jadi kalau saya lihat Ferdy Sambo marah bukan karena yakin diperkosa tapi karena memang iba saja dengan istrinya,” kata Martin.
Di sisi lain, Ahli Mikro Ekspresi, Kirdi Putra mengamati bahwa baik Putri maupun Sambo kerap kali menjawab pertanyaan dengan kalimat panjang atau kalimat lengkap yang sebetulnya tidak perlu.
Menurutnya, jika seseorang berkata jujur maka ia akan menjawab dengan jawaban spontan secara langsung.
Berbeda dengan orang yang sedang menutupi sesuatu maka ia akan cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab karena perlu berpikir terlebih dahulu.
“Ketika seseorang yang spontan dan memang itu terjadi, berani dan langsung memberikan sebuah statement,” ujar Kirdi.
“Tetapi biasanya kalau kita bicara orang yang sedang menutupi sesuatu, dia membutuhkan waktu agak panjang sehingga dia akan menggunakan kalimat lebih panjang,” tambahnya.
Kirdi mengatakan salah satu indikator seseorang berbohong adalah dengan cara membuat jawabannya menjadi lebih panjang.
“Dia akan menjauhkan dirinya tanda petik dari posisi dia berbohong. Dengan cara panjang tadi distancing language. Jadi itu merupakan sebuah penanda, indikator bahwa seseorag menyembunyikan sesuatu,” kata Kirdi.***

Share this article
Menurut Martin Simanjuntak, Ferdy Sambo pun tak yakin adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, ia hanya lihat ekspresi istrinya