Vera Simanjuntak Muncul ke Publik, Ungkap Curhatan Brigadir J yang Dituduh Bikin Putri Candrawathi Sakit

Vera Simanjuntak Muncul ke Publik, Ungkap Curhatan Brigadir J yang Dituduh Bikin Putri Candrawathi Sakit
Vera Simanjuntak Muncul ke Publik, Ungkap Curhatan Brigadir J yang Dituduh Bikin Putri Candrawathi Sakit

AYOJAKARTA.COM - Kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak akhirnya muncul dihadapan publik.

Dalam wawancaranya bersama Rosianna Silalahi, Vera Simanjuntak mengungkap curahatan dari Brigadir J sebelum tewas ditembak.

Salah satu curahatan yang diceritakan oleh Vera Simanjuntak adalah Brigadir J sempat kesal karena dirinya dituduh sebagai penyebab Putri Candrawathi sakit.

Baca Juga: Terungkap! Inilah Hubungan Pengacara Kamaruddin Simanjuntak dengan Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J

Sebagaimana diketahui, Putri Candrawathi yang merupakan salah satu tersangka pembunuhan Brigadir J akhirnya resmi ditahan pada Jumat (30/9/2022).

Penahanan Putri Candrawathi ini diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Awalnya, Putri Candrawathi menjalani pemeriksaan dan dinyatakan dalam keadaan sehat.

Baca Juga: Apa Hubungan Pengacara Kamaruddin Simanjuntak dengan Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J? Cari Tahu di Sini!

Putri yang awalnya datang dengan mengenakan pakaian branded, mendadak harus berganti mengenakan baju tahanan oranye bertuliskan Napi 077.

Diketahui, Putri Candrawathi saat ini ditahan di Rutan Mabes Polri.

Dikutip AyoJakarta.com dari berita Teras Gorontalo berjudul "Ferdy Sambo Brigadir J Dituduh Buat Putri Candrawathi Sakit, Ini Curhatan Sang Ajudan Kepada Vera Simanjuntak".

Baca Juga: Masih Berduka Atas Kepergian Brigadir J, Vera Simanjuntak Nyanyikan Lagu Andmesh Jangan Rubah Takdirku

Dipantau melalui kanal YouTube Anjas Asmara di Thailand, menyebut saat Putri Candrawathi melapor di kepolisian, tidak ada satupun media yang mengetahui kedatangannya.

Hal tersebut juga terjadi pada beberapa kedatangan sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Putri Candrawathi itu memang bukan perempuan sembarangan dan dirinya punya jaringan networking yang luar biasa.

Baca Juga: Momen Pilu Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J Saat Menangis di Depan Peti Jenazah dan Ucap Kalimat Perpisahan

Anjas meyakini, selama beberapa bulan Putri Candrawathi belum ditahan pasti telah melakukan banyak hal.

Selanjutnya saat Vera Simanjuntak yang merupakan kekasih Brigadir J diwawancara Rosiana Silalahi di salah satu acara tv,

Ada beberapa data menurutnya apakah jangan-jangan bahwa motif Brigadir J dihabisi itu sebenarnya bukanlah hal yang tiba-tiba tetapi sudah terjadi sejak lama.

Baca Juga: Irma Hutabarat Bongkar Dugaan Pembunuhan Berencana, Isi Chat Brigadir J kepada Putri Candrawathi Terkuak

 

Dirinya berhasil merangkum tiga data yang berasal dari 3 waktu berbeda-beda.

Mulai keterangan Brigadir J saat curhat kepada kekasihnya di hari Jumat 8 Juli 2022 tepat di hari pembunuhan tersebut.

 

Selanjutnya juga dihari Kamis 7 Juli saat di Magelang serta di tanggal 19 dan 21 Juni 2022 yang notabene ini berarti sebulan sebelum terjadinya pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Fadil Zumhana Nyatakan Berkas Sambo Lengkap, 5 Tersangka Pembunuhan Brigadir J Segera Disidangkan

Menurut Anjas, ini mengindikasikan bahwa Brigadir J itu sudah lama menderita sebenarnya di tempat dia bekerja, ada yang bilang bahwa indikasi yang dilakukan kepada Brigadir J itu sudah dilakukan sejak lama.

Di video tersebut dirinya juga coba membahas lebih detail data kualitatif dari Vera Simanjuntak.

Data pertama, di tanggal 8 Juli hari Jumat ini adalah di hari kejadian pembunuhan tersebut beberapa menit sebelum dieksekusi Vera Simanjuntak mengatakan bahwa dia mendapatkan miss call di jam 16.10 tetapi tidak diangkat karena dia sedang di pasar.

Kemudian Vera Simanjuntak menelpon kembali dan akhirnya bisa berkomunikasi dengan Brigadir J itu di jam 16.31.

Dalam percakapan itu Brigadir J hanya mengatakan "Bentar ya, bentar nanti Abang (Brigadir J) kabarin lagi".

Ini adalah kata-kata terakhir dari Brigadir J untuk kekasihnya Vera Simanjuntak.

 

"Perkataan Brigadir J itu diprediksi bahwa saat itu sedang terjadi ya kalau aku lihat dari rekonstruksi yang lalu berarti Brigadir J ini sedang mau beralih dari rumah pribadi menuju ke rumah dinas.

Baca Juga: LPSK Bongkar Perilaku Putri Candrawathi, Pengakuan Dilecehkan oleh Brigadir J Ternyata Bohong?

Dan saat itu juga sudah dilakukan rencana ya bahwa Ferdy Sambo itu sudah meminta Bripka RR untuk menghabisi Brigadir J tapi dia menolak dan dialihkan perintah tersebut ke Bharada E," sebut Anjas Asmara di Thailand.

 

Selain itu, menurutnya Om Kuat atau Kuat Maruf juga adalah orang yang berperan penting di situasi tersebut.

Lanjutnya, sehari sebelum kejadian tepatnya di tanggal 7 Juli 2022 ini lokasi pada saat si Brigadir J dan Putri Candrawathi serta yang lainnya berada di Magelang sekitar jam 8 malam.

Saat itu Brigadir J menelpon Vera Simanjuntak dan di angkat tapi telponnya kembali dimatikan.

Kemudian Vera Simanjuntak melihat ada miscall beberapa kali di hp-nya dan sekitar jam setengah 9 malam akhirnya mereka bisa berkomunikasi pada saat di Magelang.

Yang dikatakan Brigadir J adalah "lagi di mana dek?". Itu adalah gambaran apa yang terjadi.

Baca Juga: Kejagung Gabungkan 2 Perkara Ferdy Sambo, Polri Bakal Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Kata dia kalau dihubungkan dengan data yang berasal dari sejumlah media massa misalnya dari tempo ya dan juga Kompas dan banyak lagi yang bersumber pada persidangan kode etik Ferdi sambo.

Diketahui bahwa mereka mengklaim bahwa brigadir J itu melakukan tindakan pelecehan atau perkosaan kepada putri Candrawathi di tanggal 7 Juli 2022 tersebut.

Namun dari testimoni yang ia dapatkan, percakapan antara Vera Simanjuntak dan Brigadir J itu yakni,

 

"Kurang ajar mereka ini, ibu sakit aku dituduh bikin ibu sakit, aku diancam, berani kau naik ke atas kubunuh kau, yang ngancam skuat-skuat disini,".

Dirinya menginterpretasikan bahwa kalau di lihat Om Kuat atau Kuat Maruf lah yang secara eksplisit mengatakan dia ini kurang ajar dia yang ngebuat Ibu Putri sakit di sini

 

Sementara, dalam percakapan Brigadir J dengan Vera Simanjuntak dengan tegas Brigadir J mengatakan "saya dituduh buat bikin ibu sakit".

Kemudian Vera Simanjuntak tanya, "Emangnya Abang ngapain Ibu, abang memukul Ibu?".

Baca Juga: Kejagung Nyatakan Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Brigadir J dengan Tersangka Ferdy Sambo Lengkap dan Diterima

Dijawab oleh Brigadir J lagi "Nggak lah dek"

Lalu dijawab Vera lagi "Kalau gitu jangan takut dong kalau nggak salah" dan disambar dengan jawaban "iya dek" oleh Brigadir J.

Kalau Brigadir J masih hidup dia pasti bisa menjelaskan apa saja yang sebenarnya terjadi, tetapi karena dia sudah meninggal dunia makanya alat-alat bukti ini termasuk keterangan saksi harus kita logikakan.

Menurutnya, jelas tidak mungkin seorang Brigadir J akan melakukan hal seperti itu untuk atasannya.

"Saya lagi di Magelang D nanti saya kabari lagi", dia bilang dia tidak salah tapi dituduh itu adalah percakapan terakhir di hari Kamis 7 Juli 2022 pada saat Brigadir J di Magelang yang jelas membantah tuduhan tersebut.

Tapi kalau dari Kuat maruf mengatakan, memang Brigadir J yang membuat dia Putri Candrawathi sakit.

Kemudian, lanjutnya, kalau kita mundur ke belakang lagi sebulan sebelumnya percakapan di tanggal 19 dan 21 Juni 2022 antara Vera Simanjuntak dan juga Brigadir J video call jam setengah 12 malam, ini adalah capture di mana kita melihat tersebar ada wajah sedih dan menangis dari Brigadir J.

Ria video call dan menangis kata-katanya intinya seperti ini, "Ada yang mau Abang ceritain, Abang ada masalah dek tapi nggak bisa ngomong masalah ini ke keluarga inti, bahkan juga ke adik,"

Baca Juga: Alasan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J di Rumah Dinas Dibongkar Kamaruddin Simanjuntak, Benarkah By Desain?

 

Kemudian Vera Simanjuntak bilang "Cerita lah Bang, dan disambar Brigadir J "Nggak lah dek biarlah Abang yang nanggung derita ini".

Menurutnya, ini menandakan bahwa sebulan sebelumnya pun Brigadir J sudah mengalami tekanan dan tidak nyaman sampai dia berani menceritakan ini ke kekasihnya, artinya sudah dalam level yang sangat berat permasalahannya.

Selanjutnya Brigadir J bilang ke Vera Simanjuntak, "Kenapa kau masih nunggu Abang Dek?"

Vera mengatakan, "Karena sayang lah," kata Vera sembari menangis.

Terus Brigadir J mengatakan begini ke Vera "Bukalah De hatimu buat laki-laki lain, nikah pun nanti kau bahagia punya anak, kalau abang biarlah tetap sendiri".

Ini bagian yang menurutnya ada beberapa interpretasi yah bahwa Brigadir J memiliki permasalahan, dugaannya yang kemungkinan besar ini juga akan bisa menyakiti hatinya Vera.

Kenapa dia tidak menceritakan masalah ini karena kemungkinan besar juga bisa menyakiti hatinya Vera.

Baca Juga: Bongkar Perilaku Putri Candrawathi, Bripka RR Ungkap soal Dugaan Brigadir J Dipaksa Masuk Kamar Istri Sambo

Dirinya mengatakan, kalau memang Brigadir J punya permasalahan hanya urusan kerjaan saja, mungkin ada yang iri yang satu sama lain, kenapa Vera Simanjuntak diminta untuk mencari pria lain?.

 

Kemudian dugaan yang kedua, diduga Brigadir J tidak mau membuat Vera itu bahaya posisinya karena kalau dia menikah dengan Vera Simanjuntak sementara posisi Brigadir J tengah di ancam dibunuh, maka dia bisa saja beranggapan jangan-jangan Vera akan dibunuh juga karena mengetahui banyak hal. Itu adalah dua Possibility terbesarnya.

Bahkan pada suatu wawancara di acara Rossi ya salah satu stasiun TV ini pun Rossi ngomong ke ibundanya Brigadir J,

 

"Apakah ibu sudah siap mendengarkan hal-hal motif-motif yang berhubungan dengan aib-aib yang pasti akan disampaikan dari para tersangka terlepas itu benar atau tidak?"

Dan dikatakan di situ bahwa ibunda Brigadir J siap akan mendengar semuanya.

Sementara, si Vera Simanjuntak dalam obrolannya di tanggal 19 dan 21 Juni tersebut dengan Brigadir J mengatakan "aku maunya nikah sama abang" dan Brigadir J cuma diam dan bilang "Ya udahlah, ya udah dulu ya Dek aku mau tidur dadaku sesak dek"

Baca Juga: Ferdy Sambo Bisa Lepas Jerat Hukum Pembunuhan Berencana Brigadir J, Berikut Penjelasan Ketua IPW

Mulai dari Juni hingga di Juli di hari kejadian kalau dilihat ada rangkaian peristiwa yang brigadir J itu sudah merasa bahwa dirinya tidak aman lagi.

Motifnya ini berhubungan dengan sesuatu hal yang memang sudah dialami Brigadir J sebulan sebelum kejadian tersebut.

Dirinya melihat kecenderungan dari timnya Ferdy Sambo ini tengah berusaha untuk menjadikan pasal ini tidak ada pembunuhan berencana agar hukumannya tidak hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

"Kalau pembunuhan yang biasa aja tanpa rencana itu kan hukumannya sekitar 15 tahun penjara, belum dipotong remisi dipotong ini dan itu, pasti bakal banyak sekali potongannya dan ini yang berusaha diwujudkan," kata Anjas Asmara di Thailand.

Melalui data-data ini, menurutnya akan sangat menguatkan timnya dari Brigadir J korban untuk membantah ada arahan dari timnya Ferdy Sambo jika ini sifatnya spontanitas.

Karena sudah sebulan sebelumnya, sudah terjadi permasalahan dab bahkan Brigadir J pun sudah diancam itu di tanggal 7 Juli lewat statement testimoni dari Vera Simanjuntak.

Menurutnya ini adalah hal yang sangat menguatkan untuk membuat para tersangka akan terkena pasal pembunuhan berencana kecuali untuk si Bharada E.

Baca Juga: Brigadir J Dituduh Lecehkan sampai Menjilat Putri Candrawathi, Anjas Asmara Percaya Brigadir J yang Diperkosa

 

Tetapi untuk Kuat Maruf dan Putri Candrawathi, Bripka RR terus sama Ferdy Sambo dengan data-data ini maka dipastikan bakal menerima hukuman berat

Dalam pasal 340 pembunuhan berencana lebih detailnya pasti dibutuhkan waktu yang tenang untuk merencanakan dan ada jedanya antara waktu eksekusi semisal satu hari perencanannya. Menurutnya itu sudah confirm sekali pembunuhan berencana.

Tetapi menurutnya, saat ini yang sedang dimainkan oleh timnya Ferdy Sambo adalah perencanaannya itu cuma 30 menit dari rumah pribadi menuju ke rumah dinas di Jakarta Selatan.

"Nah dengan 30 menit ini berarti masih ada Possibility, ini bisa saja rencananya otodidak atau sifatnya spontan karena cuma 30 menit," kata Anjas.

Tetapi kalau yang terbukti adalah mulai dari juni sampai satu hari hari sebelumnya pembunuhan, berarti jelas sudah bisa dipastikan ini adalah pembunuhan berencana.

Baca Juga: Semakin Panas, Mantan Jendral Polri Sebut 2 Orang Inilah yang Menjadi Biang Kerok Kasus Pembunuhan Brigadir J

Dirinya berharap cepat atau lambat motif sebenarnya akan segera terbongkar.

Diketahui, bahwa Brigadir J memang tidak bahagia dan tidak nyaman sejak bulan Juni 2022 pada saat dia menceritakan hal tersebut kekasihnya Vera Simanjuntak.

 

Dirinya meyakini itu karena pada saat seorang pria dengan jabatannya sebagai anggota kepolisian atau Polri pasti punya mental yang kuat, tetapi menurutnya Brigadir J sudah sampai di level dia tidak kuat dan menceritakan ke pacarnya.

Dengan adanya data-data ini, dia memastikan sudah beberapa bulan sebelumnya telah terjadi hal-hal yang membuat Brigadir J merasa tidak nyaman dan akhirnya dia curhat ke orang yang dia percaya atau kekasihnya Vera Simanjuntak.*** (Tim Teras Gorontalo 04/ Teras Gorontalo).

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# curhatan Brigadir J
# pembunuhan Brigadir J
# Vera Simanjuntak
# Om Kuat
# Putri Candrawathi
# Kuat Maruf
# sakit
# Brigadir J
# Ferdy Sambo

News Update

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.