Akhirnya Sri Mulyani Bongkar 2 Inisial Terkait Transaksi Janggal Rp 349 Triliun di Kemenkeu, Siapa Saja?

Sri Mulyani, Menteri Keuangan
Sri Mulyani, Menteri Keuangan

AYOJAKARTA.COM - Temuan transaksi janggal senilai Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jadi perhatian publik.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya membongkar dua inisial yang memiliki transaksi jumbo dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube METRO TV pada Rabu (22/3/2023), Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan klarifikasi terkait transaksi janggal Rp 349 triliun.

Baca Juga: Mahfud MD Bocorkan Transaksi Rp349 T ke Publik Bikin Geram DPR, Benny Harman: Ada Niatan Politik Tak Sehat!

Awalnya dijelaskan bahwa temuan PPATK yang disampaikan kepada Sri Mulyani yakni adanya transaksi dari tahun 2017-2019 sebesar Rp 189,273 triliun.

"Satu surat yang sangat menonjol dari PPATK ini adalah surat no.205/pr.01 2020, dikirimkan pada 19 Mei 2020," ungkap Sri Mulyani.

"Menyebutkan transaksi sebesar Rp 189 triliun 273 miliar," sambungnya.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Beberkan Aturan Baru, Santunan Bagi PNS yang Meninggal Sebesar Rp8 Juta, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani memperlihatkan surat tersebut kepada pajak bea cukai dan meminta mereka untuk melakukan penelitian.

"Karena jumlahnya sangat besar, saya langsung meminta seluruh pajak bea cukai untuk melihat surat tersebut," ujar Sri Mulyani.

Dari laporan PPATK, Sri Mulyani mengungkap ada 15 individu yang terlibat dalam transaksi sebesar Rp 189,273 triliun tersebut.

"Disebutkan oleh PPATK ada 15 individu dan entitas, itu perusahaan dan nama orang yang tersangkut Rp 189,273 triliun tersebut," ungkap Sri Mulyani.

Baca Juga: Isu Transaksi Rp349 T di Kemenkeu Makin Memanas, DPR Sudah Tentukan Jadwal Pemanggilan Sri Mulyani, Kapan?

Hasil yang diperoleh tersebut adalah data transaksi dari tahun 2017-2019.

Pihak bea cukai pun melakukan penelitian terhadap 15 individu setelah adanya surat yang diterima dari PPATK.

Namun pada bea cukai tidak ditemukan adanya transaksi mencurigakan, maka beralih ke pajak.

Kemudian diungkapkan bahwa terdapat dua sosok berinisial SB dan DY yang dinilai memiliki laporan transaksi jumbo yang tidak wajar.

Baca Juga: Astaga! Sri Mulyani Sebut Dua Inisial Nama Ini Dengan Transaksi Jumbo Triliunan Rupiah, Siapa?

Pertama, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pegawai berinisial SB ini memiliki omzet hingga Rp 8,247 triliun.

"Pajak juga melakukan penelitian dari sisi pajak dari 2017 hingga 2019, figurnya pakai inisial SB dalam PPATK disebutkan omsetnya mencapai Rp 8,247 triliun," ungkap Sri Mulyani.

Sementara nilai Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya melebihi nilai omzetnya yakni senilai Rp 9,68 triliun.

"Data dari SPT pajak adalah Rp 9,68 triliun, lebih besar di pajak dari pada yang diberikan dari PPATK," jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Nah Lho! Komisi III DPR RI Segera Panggil Mahfud MD dan Sri Mulyani soal Transaksi Rp349 T

Diketahui, SB memiliki saham di PT BSI yang transaksinya mencapai Rp 11,77 triliun.

Namun dari SPT pajaknya menunjukkan nilai yang lebih sedikit.

"Karena si orang ini memiliki saham dan perusahaan di PT BSI, kita meneliti PT BSI yang ada di dalam surat PPATK juga," ujar Sri Mulyani.

"Data PPATK menunjukan Rp 11,77 triliun SPT pajaknya menunjukan (2017 hingga 2019 ) Rp 11,56 perbedaanya 226 miliar," sambungnya.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam! Sri Mulyani Ungkap 2 Sosok yang Terciduk Punya Transaksi Janggal 300 Triliun, Sentil PT BSI?

Tak hanya itu, terdapat transaksi janggal juga di PT IKS yang menunjukkan jumlah Rp 4,8 triliun namun yang dilaporkan pada SPT Pajak hanya senilai Rp 3,5 triliun.

"Kemudian PT IKS (2018-2019) PPATK menunjukkan datanya Rp 4,8 triliun SPTnya menunjukkan Rp 3,5 triliun," kata Sri Mulyani.

Selain itu, pegawai lain yang kepergok memiliki laporan transaksi janggal dengan nominal yang fantastis yakni berinisial DY.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa DY hanya melaporkan SPTnya senilai Rp 3,8 triliun namun transaksi yang diperoleh PPATK mencapai Rp 8 triliun.

"Kemudian ada seseorang yang namanya adalah DY, SPTnya hanya Rp 3,8 miliar tapi PPATK menunjukkan transaksinya mencapai Rp 8 triliun," jelas Sri Mulyani.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
# Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
# PT BSI
# Transaksi Janggal Rp 349 Triliun
# Transaksi Janggal Rp 349 Triliun
# Rp 300 triliun
# DY
# SB
# Kemenkeu
# PPATK
# Kementerian Keuangan
# Sri Mulyani

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).