AYOJAKARTA.COM – Prabowo Subianto telah mengantongi tiket menuju Pilpres 2024 karena mendapat dukungan dari Partai Gerindra dan PKB.
Syarat untuk mendapatkan tiket Pilpres 2024 adalah minimal mendapat 20% dukungan dari kursi DPR atau 25% dari suara nasional, Prabowo Subianto sudah memenuhi ambang batas dukungan kursi DPR.
Dukungan untuk Prabowo Subianto dari Partai Gerindra adalah sebesar 13,57% suara DPR dan PKS sebesar 10,09%.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Sahabat Pengadilan Bela Bharada E hingga Serahkan Surat ke PN Jaksel
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (6/2/2023), bila ditotal jumlah dukungan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) untuk Prabowo adalah 24,47%.
Di sisi lain, Anies Baswedan memiliki dukungan dari Partai Nasdem 10,20%, Partai Demokrat 9,39%, dan PKS 8,70% sehingga jumlahnya sudah melebihi ambang batas yaitu 28,35%.
Prabowo Subianto yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Gerindra kerap mendapat pertanyaan tentang siapa pasangan yang akan mendampingi dirinya dalam Pilpres 2024 dan menjadi Cawapres.
Ketua Umum Gerindra menjawab pertanyaan tersebut pada pidatonya di acara HUT ke-15 Gerindra. Prabowo mengatakan bahwa Pemilu 2024 masih memiliki waktu yang cukup lama jadi tidak perlu terburu-buru dalam menentukan Cawapres.
“Cawapres? Masih lama tenang saja,” ujar Prabowo, dikutip AyoJakarta dari laman suara.com.
Baca Juga: Menyesal Baru Jujur! Pledoi Arif Rachman Arifin Ditolak, Jaksa Sindir Soal Kejujuran
Tidak sedikit orang yang menantikan bocoran jawaban dari Prabowo. Namun saat itu Prabowo sendiri belum mengetahui siapa sosok yang akan menjadi Cawapresnya nanti.
“Jangankan kalian, saya pun belum tahu siapa cawapresnya,” kata Prabowo.
Walaupun Prabowo mengakui bahwa Pemilu 2024 masih jauh tapi dalam acara HUT Gerindra tersebut terdapat acara pembacaan doa agar Prabowo bisa terpilih menjadi Presiden pada 2024 nanti.
Menurut Djayadi Hanan sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Survey (LS), ada 3 kemungkinan baik pihak Prabowo maupun pihak Anies Baswedan belum mengumumkan bakal Cawapres.
Yang pertama adalah karena memang belum ada ada calon presiden yang akan diusung ke Pemilu 2024 nanti.
Kemungkinan kedua adalah masih ada kealotan antar partai untuk memutuskan apakah akan menjadi koalisi atau tidak.
Sedangkan kemungkinan ketiga, sebenarnya Cawapres sudah ada tetapi sengaja untuk tidak diumumkann terlebih dahulu.
Karena jika salah satu pihak mengumumkan cawapres terlebih dahulu maka pihak lain bisa mengantisipasi, ini merupakan bagian dari strategi, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Berita Satu.***

Share this article
Prabowo Subianto calon pesiden di Pilpres 2024 bocorkan siapa pendampingnya atau cawapres dalam pesta demokasi 2024, saya saja..