AYOJAKARTA.COM - Isu gerakan bawah tanah di kasus terdakwa pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo hingga kini masih menjadi perbincangan panas.
Awalnya, aksi gerakan bawah tanah ini diungkapkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD.
Hingga akhirnya banyak pihak yang turut buka suara soal aksi gerakan bawah tanah di kasus Ferdy Sambo ini.
Baca Juga: Merasa Geram! Susno Duadji Miris dengan Tuntutan dari JPU terhadap Ferdy Sambo: Harusnya Maksimal
Salah satunya yang turut menyoroti aksi gerakan bawah tanah ini adalah eks Kabareskrim Susno Duadji.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun TikTok @jhoyce_khi127 pada Rabu (1/2/2023) Susno Duadji menyebut bahwa Majelis Hakim akan berperan krusial buyarkan aksi tersebut.
"Aksi ini, tinggal ditangan hakim, benteng terakhirnya hakim," tegas Susno Duadji.
Baca Juga: Kritik Susno Duadji Terkait Tuntutan Para Terdakwa Pembunuhan Yosua Bikin Heboh Polri: Miris!
Susno mengatakan semua tergantung hakim, apakah mau mengikuti permainan ini atau tidak.
"Kan bola di tangan dia saat ini," kata Susno.
"Kalau jika tidak (ikut permainan), misalnya hukuman Sambo tetap sesuai dengan tuntutan, " lanjut Susno.
Kemudian, jika hakim tidak mengikuti permainan gerakan bawah tanah ini bisa saja hukuman Putri Candrawathi, Kuat Maruf dan Ricky Rizal dinaikan.
"Hukuman Eliezer, diturunkan jauh atau bila perlu bebaskan, maka berarti hakim itu adalah benteng terakhir dan membuyarkan skenario yang dibuat mereka," tutup Susno Duadji.
Dilansir AyoJakarta.com dari Kompas TV, sebelumnya aksi gerakan bawah tanah ini disampaikan oleh Mahfud MD.
Mahfud MD mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang melakukan request soal hukuman Ferdy Sambo.
"Ada yang bergerilya, ada yang ingin Sambo dibebaskan, ada yang ingin Sambo dihukum kan gitu tapi kita bisa amankan itu di Kejaksaan," ujar Mahfud MD.
Mahfud MD lantas mengatakan untuk mengantisipasi adanya campur tangan luar dalam tuntutan Ferdy Sambo, pihaknya akan memastikan agar Kejaksaan independen.
"Saya pastikan Kejaksaan independen, tidak terpengaruh gerakan-gerakan bawah tanah itu," kata Mahfud.
Selanjutnya, Mahfud mengatakan bahwa ia mendengar ada yang mencoba mendekati pihak terkait dalam perkara ini.
"Karena ada yang bilang, ada seorang Brigjen mendekati si A si B, saya bilang Brigjennya siapa suruh sebut ke saya nanti di sini saya punya Mayjen banyak kok saya bilang," tambah Mahfud MD.***

Share this article
Susni Duadji sebut aksi gerakan bawah tanah kasus Ferdy Sambo bisa berakhir jika hakim tak ikuti permainan, benteng terkahir ada di hakim.