AYOJAKARTA.COM – Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kembali hadir untuk mengikuti sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Keduanya datang secara terpisah dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa 8 November 2022. Ferdy Sambo hadir lebih dulu kemudian diikuti Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, seperti pada sidang sebelumnya, hadir di sidang dengan menggunakan kemeja berwarna senada. Kali ini pasangan suami isteri itu mengenakan baju berwarna putih.
Ada momen yang menarik perhatian termasuk pengunjung sidang yaitu ketika Putri Candrawathi hendak duduk ke kursi di jajaran penasihat hukum.
Suaminya, Ferdy Sambo, sudah lebih dulu berada di kursi penasihat hukum. Sebelum duduk, Putri Candrawathi mencium tangan Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo kemudian membalas dengan memeluk Putri Candrawathi kemudian memberikan kecupan di kening istrinya.
Baca Juga: Ini Daftar Baru 69 Obat Sirup Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut yang Ditarik Izin Edarnya oleh BPOM
Baca Juga: Ingat Nih, Aturan Baru dan Biaya Bikin Surat Izin Mengemudi: SIM C Cuma Rp100 Ribu, SIM A Rp120 Ribu
Momen tersebut mendapatkan teriakan dari pengunjung sidang. “Huuuuu…” Hakim yang memimpin sidang sampai meminta pengunjung untuk tertib.
“Mohon tertib… saudara… rekan-rekan wartawan,” kata Hakim.
Setelah itu, Putri Candrawathi duduk di sebelah kiri penasihat hukumnya, Febri Diansyah.
Hoaks Arwah Brigadir J Hadir di Sidang
Agenda sidang pada 8 November 2022 dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah pemeriksaan saksi
Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso SH MH, dengan dua hakim anggota yaitu Morgan Simanjuntak SH MHum dan Alimin Ribut Sujono SH MH.
Sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J memang menarik perhatian publik. Saking ramainya pembahasan tentang sidang tersebut bahkan banyak hal yang tidak masuk bereda di media sosial.
Baca Juga: Nasihat Ustad Adi Hidayat untuk Pasangan yang Ingin Punya Keturunan dan Anak Soleh
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Dahsyatnya Dzikir Nabi Yunus Biar Doa Cepat Terkabul
Sebagai contoh, ada akun TikTok yang menyebut bahwa arwah Brigadir J turut hadir dalam sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf.
“sangat mengerikan ketika sidang kuat Maruf, arwah almarhum brigadir J datang.”
“detik-detik kedatangan almarhum Yosua, pengacara sempat linglung dan mati lampu.”
Demikian yang keterangan tertulis di dalam penggalan video yang diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 pada 6 November 2022.
Ayojakarta yang menonton sampai selesai video tersebut tidak menyaksikan apapun kecuali tanda panah berwarna pink di rekaman itu dengan keterangan video “mengerikan saat almarhum brigadir J datang di persidangan Kuat Maruf #brigadirj.”
Baca Juga: Ini Berkah Baca Al Fatihah Kata Gus Baha, Surat yang Dulu Bikin Iblis Masuk ICU
Tanda panah tersebut menunjukkan kedatangan arwah mendiang Brigadir J dalam persidangan tersebut. Dari penelusuran Ayojakarta ke beberapa rekaman video siaran langsung sidang dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, tidak tampak apa yang dinarasikan oleh akun TikTok tersebut.
Hoaks seputar kehadiran arwah Brigadir J seperti diunggah akun TikTok @bundatofagmail.com10 bukan kali pertama.
Pernah juga beredar akun Facebook yang memberikan narasi bahwa arwah Brigadir J masih gentayangan dengan mengacu unggahan di kanal YouTube Uya Kuya berisi wawancara dengan Anggota Komisi III DPR, Sahroni.
“5 Menit Brsaksi Arwah Brigadir J Sampaikn Pesan Penting Ini Ungkap Tujuan Ferdi Sambo Habisi Yosua.” Begitu narasi videp yang beredar di Facebook.
Berdasarkan penelurusan Ayojakarta, dalam wawancara di YouTube Uya Kuya itu, tidak ada sekalipun keterangan dari Sahroni bahwa arwah Bridgir J masih gentayantang.
Baca Juga: Sudah Tahu Gerhana Bulan Total Terjadi Karena Apa? Ini Jawabannya
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Ketika menjawab satu pertanyaan terkait isu kekerasan seksual yang dialami oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Sahroni mengatakan orang hanya bisa memberikan narasi-narasi secara umum.
“Tapi pengakuan para tersangka terkait informasi yang dia sampaikan, masalahnya hanya Tuhan dan dia yang tahu. Kalau Josua… ada orang pintar bisa dibangunkan untuk bisa bersaksi saja 5 menit, itu kan lebih arif,” kata Sahroni.
“Cuma kan masalahnya mereka mengatakan ini, itu, hanya mereka saja yang tahu, kita tidak tahu. Makanya kasihan almarhum pada posisi sekarang. Mungkin dia hanya bisa melihat dan mendengar tapi enggak bisa berkata-kata,” tutur Sahroni.

Share this article
Suaminya, Ferdy Sambo, sudah lebih dulu berada di kursi penasihat hukum. Sebelum duduk, Putri Candrawathi mencium tangan Ferdy Sambo.