Simak! 16 Keterangan Ferdy Sambo yang Berbeda dengan keterangan Richard Eliezer dalam Kasus Pembunuhan Yosua

16 Keterangan dari Ferdy Sambo yang Berbeda dengan 18 dari Richard Eliezer dalam Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua
16 Keterangan dari Ferdy Sambo yang Berbeda dengan 18 dari Richard Eliezer dalam Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua

AYOJAKARTA.COM - Richard Eliezer dan Ferdy Sambo menjadi dua dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Sidang pemeriksaan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ini sudah melewati proses yang panjang sejak bulan Oktober 2022.

Namun, dari semua proses persidangan ini, terdapat banyak sekali keterangan kronologi sebelum hingga sesudah kejadian yang berbeda dari pihak terdakwa Richard Eliezer dengan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Terungkap! Alasan JPU Tuntut Hukuman Kuat Maruf 8 Tahun Penjara di Kasus Brigadir J, Jauh Lebih Ringan?

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube MetroTV yang merangkum semua perbedaan keterangan yang diungkap oleh Richard Eliezer dan Ferdy Sambo dalam persidangan pemeriksaan.

Diketahui jelang sidang tuntutan yang akan dibacakan oleh Jaksa kepada masing-masing terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

Tuntutan diketahui sesuai dengan Pasal 340 subsider 338 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP, ancamannya hukuman maksimal pidana mati atau pidana seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Baca Juga: Tangisan Kuat Maruf Warnai Sidang Tuntutan, Berbelit dan Tidak Menyesal Jadi Pemberat

1. Keterangan Ferdy Sambo

-Mendengar bahwa ada laporan ' Kurang ajar' terhadap Putri Candrawathi oleh Yosua pada tanggal 07 Juli 2021.

-Tidak tau soal Ricky Rizal mengamankan senjata milik Yosua.

-Menyuruh mem-back up dan menembak Yosua jika terdapat perlawanan saat mengklarifikasi, kepada Richard Eliezer.

-Tidak membuat skenario di lantai 3 soal tembak-menembak.

Baca Juga: Richard Eliezer Sangat Menyesal atas Kejadian Pembunuhan Yosua, Berbeda dengan Penyesalan Ferdy Sambo CS

-Tidak meminta untuk isi amunisi kepada Richard Eliezer di lantai 3 Rumah Saguling.

-Tidak ada perintah untuk mengambil senjata HS milik Yosua kepada Richard Eliezer.

-Putri Candrawathi tidak ada saat memerintahkan penembakan Yosua kepada Richard Eliezer.

-Tidak mengarahkan tempat eksekusi Yosua ke Rumah Duren Tiga.

Baca Juga: Tak Ada Canda Tawa Lagi, Kuat Maruf Tertunduk Lesu dengan Mata Bengkak Saat Mendengar Tuntutan Jaksa

-Tidak memakai sarung tangan.

-Tidak menarik leher dan meminta Yosua untuk berlutut.

-Respon sikap 'menantang' yang awalnya hanya meminta klarifikasi.

-Memerintahkan Richard Eliezer untuk 'menghajar' Yosua.

Baca Juga: Kesimpulan Jaksa Penuntut Umum: Bukan Pelecehan, Putri Candrawathi dan Yosua Selingkuh

-Memberhentikan penembakan Richard Eliezer terhadap Yosua, saat korban tersungkur.

-Tidak ikut serta melakukan penembakan terhadap Yosua.

-Penembakan dilakukan sebanyak 5 kali luncuran oleh Richard Eliezer terhadap Yosua.

-Menembak ke dinding menggunakan senjata HS yang berada di pinggang Yosua.

Baca Juga: Tangisan Penggugah Rasa Iba Putri Candrawathi Diragukan, Irma Hutabarat: Seperti Action Kapan Harus Nangis

2. Keterangan Richard Eliezer

-Richard tidak mengetahui soal adanya pelecehan terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir Yosua.

-Tau soal pengamanan senjata milik Yosua yang diamankan Ricky Rizal.

-Diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Yosua di lantai 3 Rumah Saguling.

-Membuat skenario tembak-menembak di lantai 3 Rumah Saguling.

Baca Juga: 6 Poin yang Dapat Memberatkan Ricky Rizal, Martin Simanjuntak Yakin Bripka RR Dapat Tuntutan Ini!

-Diperintahkan untuk mengisi amunisi senjata dan menambahkan amunisi oleh Ferdy Sambo.

-Diperintahkan untuk mengambil senjata HS milik Yosua oleh Ferdy Sambo.

-Melihat dan mendengar pembahasan soal sarung tangan dan CCTV oleh Putri Candrawathi bersama Ferdy Sambo di lantai 3.

-Rumah Duren Tiga ditunjuk untuk menjadi tempat eksekusi Yosua dengan alasan isolasi oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kuat Maruf dan Ricky Rizal Beri Kesaksian Berbeda dengan Dirinya, Ferdy Sambo: Mereka Salah Tafsir!

-Melihat Ferdy Sambo menggunakan sarung tangan berwarna hitam di tangan kiri.

-Ricky dan kuat mengetahui soal serupa tentang Ferdy Sambo menarik leher Yosua dan memerintahkan untuk berlutut.

-Ferdy Sambo tidak berbincang sedikit pun kepada Yosua, namun langsung menyuruh berlutut dan ditembak.

-Ferdy Sambo memerintahkan untuk 'menembak' beberapa kali dengan suara teriakan.

Baca Juga: Ronny Talapessy Berharap Hal Ini Bisa Jadi Pertimbangan Jaksa Untuk Tuntutan Richard Eliezer

-Tidak diperintahkan untuk berhenti menembak oleh Ferdy Sambo.

-Ferdy Sambo ikut tembak Yosua.

-Melakukan penembakan 5 kali kepada Yosua.

-Menggunakan senjata HS yang ada di pinggang Yosua untuk menembak ke dinding.

Baca Juga: Ronny Talapessy Berharap Hal Ini Bisa Jadi Pertimbangan Jaksa Untuk Tuntutan Richard Eliezer

-Menembak Yosua 3-4 kali.

-Ferdy Sambo sudah menerima senjata HS milik Yosua yang diberikan di lantai 3 Rumah Saguling.

Ferdy Sambo mengaku bersalah dan menyesal sudah memerintahkan Richard untuk menghajar Yosua hingga terbunuh karena emosinya dan meminta maaf kepada keluarga Yosua.

"Saya merasa bersalah yang mulia, karena emosi menutup logika saya, saya sampaikan rasa bersalah ini dan penyesalan, yang pertama kepada keluarga korban (Yosua) yang mulia," ungkap Ferdy Sambo.

Baca Juga: Jaksa Bacakan Tuntutan untuk Kuat Ma’ruf: Tak Terlibat 340 dan 338, Penasihat Hukum Minta Tuntutan Bebas

"Karena emosi saya, kemudian menyebabkan putra keluarga, Yosua bisa meninggal dunia," Sambungnya.

Ferdy Sambo juga meminta maaf kepada Richard dan akan bertanggung jawab atas perintah 'hajar' yang ia sampaikan.

"Rasa penyesalan dan bersalah saya kedua saya sampaikan kepada Richard Eliezer, karena perintah saya hajar itu kemudian dia lakukan penembakan. Itu saya akan bertanggung jawab dan saya merasa bersalah dan menyesal untuk itu," ujar Ferdy Sambo.

Richard pun mengaku bersalah dan tidak menginginkan hal ini terjadi, namun kejadian ini atas dasar perintah Ferdy Sambo. Ia pun sudah meminta maaf kepada keluarga korban.

Baca Juga: Jelang Tuntutan Terdakwa, Sambil Terisak Ibunda Brigadir J Ngaku Nomornya Diblokir: Memang Berkomplot

"Saya sudah meminta maaf juga bapak, ke keluarga korban, saya salah ya bapak, saya tau saya salah, cuman saya juga bisa menjelaskan atas dasar apa saya melakukan hal itu, bahwa saya juga hanya disuruh sama pak Sambo," ungkap Richard Eliezer.

"Saya juga sampai sekarang merasa kalau memang bisa dibalik, waktu bisa diputar mungkin gak seperti ini juga keinginan saya," sambungnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Josua Hutabarat
# Kepolisian
# Yosua Hutabarat
# tuntutan
# Richard Eliezer
# Yosua
# Brigadir J
# pembunuhan berencana
# Ferdy Sambo
# pembunuhan
# kasus
# polisi

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.